Atap hijau memperbaiki lingkungan perkotaan - kenapa tidak diterapkan di semua bangunan?

Atap yang ditutupi rumput dan taman penuh tumbuhan kini menjadi pemandangan umum di banyak kota di dunia. Semakin banyak perusahaan swasta dan pemerintah kota menghijaukan atap karena tertarik pada beragam manfaat, termasuk hemat biaya energi, mengurangi risiko banjir, menciptakan habitat flora dan fauna urban, mengatasi polusi udara dan panas yang dihasilkan kota, dan bahkan menghasilkan pangan.

Sebuah laporan baru di Inggris menunjukkan bahwa pasar atap hijau meningkat 17% setiap tahun. Lahan pertanian atap terbesar di dunia akan diluncurkan di Paris pada 2020, mengalahkan rencana serupa di New York City dan Chicago. Kota Stuttgart di Jerman disebut-sebut sebagai “ibu kota atap hijau Eropa”, sementara Singapura bahkan memasang atap hijau di atas bus.

Rancangan perkotaan yang semakin radikal dapat membantu kota-kota mengatasi tantangan besar yang mereka hadapi, di antara akses pada sumber daya dan kurangnya ruang hijau akibat pembangunan. Dukungan dari pemerintah kota, pebisnis dan institusi lain penting untuk kesuksesan rancangan ini - demikian juga penelitian yang menyelidiki opsi-opsi berbeda untuk memenuhi bermacam ruang atap di kota-kota.

Tren yang berkembang

Inggris termasuk baru dalam hal pengembangan atap hijau, dan pemerintah dan institusi di sana berperan penting dalam menyebarkan upaya ini. London adalah tuan rumah sebagian besar pasar atap hijau di Inggris, terutama karena ada kebijakan berpandangan jauh ke depan seperti 2008 London Plan yang akan menambah jumlah area atap hijau di sana lebih dari dua kali lipat.

Walau London menjadi pionir, tapi kini ada laboratorium hidup di universitas-universitas di Sheffield dan Salford yang membantu menerapkan upaya ini di tempat lain. Proyek IGNITION - dipimpin oleh Otoritas Gabungan Manchester Raya - melibatkan pembangunan laboratorium hidup di Universitas Salford, dengan target menemukan cara-cara untuk meyakinkan pengembang dan investor untuk mengadopsi atap hijau.

Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan bagaimana atap hijau bisa disatukan dengan dinding hidup dan sistem drainase berkelanjutan di permukaan tanah, seperti pohon di jalan,

Penelitian juga menunjukkan nilai sosial atap hijau. Semakin banyak dokter menyarankan berkebun di luar ruang untuk pasien yang mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Dan penelitian telah menemukan bahwa akses pada ruang hijau dapat menyediakan kualitas hidup yang lebih baik bagi penderita pikun dan membantu mencegah obesitas.

Pangan di atap Fenway Park, stadion tim Boston Red Sox. Michael Hardman, Author provided

Di Amerika Utara, atap hijau sudah menjadi arus utama, dengan berbagai atap luas, mudah diakses dan menghasilkan pangan dipasang di bangunan. Lagi-lagi, pemimpin kota dan otoritas mendorong gerakan ini - baru-baru ini San Francisco mengeluarkan kebijakan mewajibkan bangunan baru memiliki atap hijau. Toronto memiliki kebijakan serupa sejak 1990-an, mendorong pembangunan pertanian urban di atap.

Negara-negara ini diuntungkan karena memiliki bangunan yang lebih baru sehingga memudahkan pemasangan atap hijau. Atap yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tepat di atasnya adalah syarat penting untuk merawat tanaman pada atap hijau - terutama pada tanaman pangan seperti buah dan sayuran. Lebih mudah untuk menghadirkan kemampuan ini pada gedung yang lebih baru, yang bisa menahan berat lebih besar, dibanding merenovasi gedung lama. Atap yang kuat juga memudahkan dalam menumbuhkan lebih banyak variasi tanaman karena tanahnya bisa lebih tebal.

Standar baru?

Agar atap hijau menjadi norma baru dalam pembangunan baru, perlu ada dukungan dari otoritas publik dan sektor swasta. Pihak yang bertanggung jawab merawat gedung mungkin perlu belajar keahlian baru seperti perawatan halaman dan dalam beberapa kasus perlu bantuan sukarelawan. Pertimbangan lain termasuk memasang jalur pembuangan air, memenuhi syarat kesehatan dan keamanan, dan mungkin membuka akses ke publik, dan juga merencanakan pembatasan dan gangguan aktivitas rutin di dalam dan sekitar gedung selama pemasangan.

Untuk meyakinkan investor dan pengembang bahwa atap hijau itu penting, perlu ada argumen ekonomi. Istilah “modal natural” telah dikembangkan untuk menjelaskan nilai ekonomi alam; misalnya menghitung uang yang dihemat dengan menggunakan solusi alami untuk melindungi dari banjir, beradaptasi dengan perubahan iklim, atau membantu orang hidup lebih sehat dan bahagia.

Seiring tumbuhnya keahlian tentang atap hijau, standar resmi telah dikembangkan untuk memastikan atap hijau dirancang, dibangun, dan dirawat dengan benar dan berfungsi baik. Kemajuan ilmu dan teknologi dibalik perkembangan atap hijau juga telah memunculkan variasi-variasi baru.

Misalnya, “atap biru” meningkatkan kemampuan bangunan untuk menyimpan air dalam waktu yang lebih lama, alih-alih langsung membuangnya - penting ketika terjadi musim hujan. Ada juga gabungan antara atap hijau dan panel surya dan “atap cokelat” yang mengakomodasi flora dan fauna yang lebih liar dan memaksimalkan keragaman hayati.

Jika tren ini berlanjut, ini dapat menciptakan pekerjaan baru dan ekonomi pangan lokal yang lebih hidup dan berkelanjutan - di antara banyak keuntungan lainnya. Masih ada hambatan untuk diatasi, tapi bukti-bukti sejauh ini menunjukkan bahwa atap hijau memiliki potensi untuk mengubah kota dan membantu kota berjalan berkelanjutan jauh di masa depan.

Kisah-kisah keberhasilan perlu dipelajari dan ditiru di tempat lain, untuk menghadirkan atap hijau, biru, cokelat dan pangan sebagai norma baru di kota-kota di seluruh dunia.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 99,600 academics and researchers from 3,194 institutions.

Register now