Bagaimana Anda akan mati karena kerja berlebihan?

Waktunya untuk liburan lagi. Compscigrad

Akhir libur musim panas artinya para pekerja kantoran akan kembali ke rutinitas menghadiri rapat, mengirim email, menyusun laporan, dan juga lembur. Namun begitu setelah beberapa kasus kematian akibat dari kerja berlebihan dan terlalu lelah, kenapa hal ini terjadi pada beberapa orang?

“Kematian karena kerja berlebihan”, atau yang disebut dengan Karōshi di Jepang merupakan sebuah fenomena yang pertama kali sering muncul di Barat. Sebab medis utama untuk kematian Karōshi adalah serangan jantung. Dan seringnya, individunya telah bekerja secara ekstrem dan berlebihan.

Karakter individu yang biasanya positif tiba-tiba bisa berubah. Contohnya, seorang pemuda yang meninggal karena Karōshi di Swedia sangat ahli dalam perencanaan. Faktanya, ia meninggal di meja dapurnya di atas sebuah kalender. Ternyata kemampuan perencanaannya jauh dari kata normal; ia telah merencanakan hari-harinya hampir pada tiap menit. Pada kasus ini sebuah kemampuan yang banyak ingin dimiliki orang telah berada pada tingkatan yang konyol.

Seorang pemuda lain berlatih keras karena ia tahu latihan fisik bagus untuk performanya. Sebelum kematiannya ia berlatih dua kali sehari dan memiliki dua pekerjaan - shift pagi dan malam. Agar tetap terjaga ia mengkonsumsi secara berlebihan berbagai stimulan seperti kopi, minuman energi, dan nikotin. Dalam keadaan tersebut, mungkin lebih mudah untuk dipahami bagaimana sebuah badan yang mencapai batasnya mungkin secara tiba-tiba menyerah.

Kelelahan atau kehabisan tenaga?

Jadi apa perbedaannya antara kelelahan atau kehabisan tenaga? Perbedaan yang paling jelas adalah seseorang yang kehabisan tenaga merasa lebih baik dan pulih setelah tidur dan istirahat. Seseorang yang kelelahan secara emosional akan kembali untuk merasa kelelahan terlepas dari berapa lama mereka tidur. Dan mereka memiliki kesulitan untuk tidur terlepas dari seberapa lelahnya mereka.

Jika Anda menawarkan seseorang yang kehabisan tenaga sebuah liburan, mereka biasanya akan senang untuk mengambilnya dan merasa lega. Sementara walaupun mereka perlu, seseorang yang dalam jalan menuju kelelahan akan sering memiliki perasaan bahwa dunia akan berakhir jika mereka pergi.

Membawa pemahaman seperti itu ke mana-mana membuat mereka melanjutkan tindakan berlebihan mereka, terlepas dari semua tanda-tanda bahaya. Bahkan jika beberapa orang memberi perhatian kepada gejala medis dan psikologis mereka, kebanyakan tidak akan berbuat banyak agar berubah.

Stres yang memuncak

Laki-laki modern: tetap bertarung atau lari?. PA/Lindsey Parnaby

Reaksi dari stres, yang termasuk meningkatnya laju detak jantung dan pernapasan yang cepat, menghasilkan sebuah sensasi untuk melawan atau menyerah yang seharusnya melindungi kita. Tapi itu juga berarti bahwa kita bisa kurang fokus untuk istirahat atau berobat ketika kita merasakan sedang diburu. Kecuali tentu saja jika Anda sudah belajar bagaimana untuk mengatasi stres sebelumnya dan menggunakannya pada kehidupan sehari-hari.

Kata “stres” awalnya diadaptasi dari buku fisika oleh Walter Cannon dan seperti kata lainnya, tidak ada arti tunggal untuk kata ini. Stres punya beberapa arti di dalam konteks sains dan sering didiagnosis sendiri dalam kehidupan sehari-hari, tingkat keparahannya tergantung pada persepsi yang subjektif. Stres bisa berasal dari paparan eksternal dan respons internal, jadi keduanya bisa menyebabkan penyebab dan akibat stres.

Secara psikologis, stres adalah sebuah proses bertambahnya dorongan yang menjaga kestabilan lingkungan internal tubuh seseorang (homeostasis). Dalam bentuk perilaku, stres seharusnya membuat kita mengerahkan tenaga agar bertahan di situasi yang kita anggap mengancam. Walaupun stres jangka pendek dengan waktu pemulihan yang cukup bisa berguna, paparan pada stres jangka panjang tanpa pemulihan yang cukup bisa berbahaya.

Stres jangka pendek, seperti ketika kita alami ketika olah raga biasa, meningkatkan keluarnya hormon-hormon stres seperti kortisol dan hormon-hormon anabolik seperti testosteron. Ketika stres berhenti, proses dari anabolisme dan respons untuk pemulihan bertambah. Jenis reaksi stres ini adaptif dan mungkin mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan.

Walaupun begitu, tanpa pemulihan yang cukup, fungsi-fungsi penyembuhan, contohnya terganggunya aktivasi dari sistem parasimpatis (sering disebut juga dengan sistem rehat dan cerna) yang menyimpan tenaga dengan mengendurkan pacu jantung dan menambah pergerakan usus.

Salah satu dampak buruk dari stres jangka panjang tanpa adanya pemulihan yang cukup adalah keletihan emosional, dan gejalanya bisa termasuk kelelahan fisik, kecemasan, kelelahan, sulit tidur, depresi, dan performa kerja menurun.

Sistem neuroendokrin utama yang menyalurkan respons untuk stres adalah hypothalamic-pituitary adrenal axis (HPA Axis) bersama dengan sistem saraf simpatetis. Kortisol, bersama dengan adrenalin dan noradrenalin, adalah salah satu hormon-hormon pusat yang menerima respons untuk stres. Proses ini dimulai di bagian hypothalamus otak yang berkoordinasi dan berinteraksi dengan wilayah otak yang lain.

Akhirnya paparan stres secara berulang bisa berujung pada perubahan di bagian saraf pusat dan stres jangka panjang tanpa waktu pemulihan. Ini bisa berujung pada beberapa kerusakan fisik dan psikiatri seperti nyeri jangka panjang, gangguan pendengaran, depresi, kecemasan, dan berkurangnya daya tahan tubuh.

Tapi jika Anda menderita dari dampak buruk stres, tidaklah terlambat untuk melakukan langkah-langkah untuk penyembuhan. Semua ini termasuk mulai dari yang latihan relaksasi simpel dan aktifitas fisik sampai ke pendekatan berbasis kesadaran, terapi perilaku kognitif, dan lainnya.

This article was originally published in English