Bagaimana media dapat membantu gerakan orang muda dalam protes iklim

Manpeppe/Shutterstock

Dalam film dokumenter fiksi ilmiah di tahun 2009 The Age of Stupid, tokoh arsiparis fiktif yang diperankan oleh Peter Postlethwaite melihat masa kini berdasarkan puing-puing dari masa depan.

Melalui serangkaian arsip berita tentang dampak iklim pada akhir 2000-an- kekeringan, angin topan, banjir, dan gelombang panas- Postlethwaite bertanya, “Mengapa kita tidak menyelamatkan diri ketika kita punya kesempatan?”

Rekaman yang terakumulasi dimaksudkan untuk menyampaikan bukti visual perubahan iklim. Apa yang dituntut adalah tindakan politik di masa sekarang untuk mencegah bencana di masa depan.

Sepuluh tahun berlalu, dampak perubahan iklim masih terus mendominasi berita.

Walau saat dampak ini sudah lebih sering terjadi dan semakin parah, masih terasa jarak dalam berita media di Inggris, seperti liputan tentang kebakaran di hutan hujan Amazon dan mencairnya es laut di Kutub Utara.

Bencana juga dirasakan berdasarkan jarak temporal yang membuat para ilmuwan memberi manusia waktu kurang dari 12 tahun untuk mengubah keadaan.

Media Inggris seharusnya tidak hanya memberitakan hanya kerusakan iklim. Bagaimana dengan berita-berita yang mengeksplorasi pilihan alternatif dari ekonomi yang didominasi oleh karbon?

Tanpa membudayakan diskusi terbuka di media, maka akan ada kekosongan imajinasi yang justru berkembang terhadap gagasan masyarakat tanpa karbon.

Namun, perubahan telah datang. Liputan media tentang Greta Thunberg dan protes terhadap iklim dari kaum muda menunjukkan meningkatnya visibilitas kaum muda.

Seringkali disebutkan dalam berita sebagai kelompok yang menanggung beban dampak perubahan iklim – namun diabaikan untuk bersuara dan dibuat tidak berdaya – orang-orang muda ini sekarang yang memegang narasi dan menuntut orang dewasa yang berkuasa untuk bertindak.


Read more: Climate change: children are carving out a place in politics – now adults must listen and act


Dengan melakukan hal tersebut, orang-orang muda ini membawa ancaman perubahan iklim di masa depan ke masa kini.

Berita yang mengisahkan perjuangan mereka harus ditulis ulang untuk bisa mendorong perubahan sistem dan ekonomi nol-karbon ke dalam diskusi media massa.

Mereka juga harus melibatkan orang-orang muda yang menulis kisah-kisah tersebut. Tugas kebudayaan ini bukan untuk masa depan, harus dimulai sekarang.

Media di masa depan membutuhkan perubahan di masa kini

Penelitian pada kaum muda menunjukkan bahwa perasaan putus asa tentang perubahan iklim meningkat seiring dengan masa remaja. Kaum muda juga cenderung menghindari berita dengan judul yang pesimistis.

Mereka lebih sering mengakses berita melalui telepon dan media sosial mereka, terutama Instagram dan podcast.

Kaum muda membutuhkan berita perubahan iklim yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan tidak menghadirkan masa depan mereka sebagai akibat yang tidak terelakkan.

Komunikasi media tentang perubahan iklim juga perlu menantang norma sosial yang menyebutkan pentingnya pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan lingkungan dan peran tanggung jawab individu dalam mengatasi perubahan iklim.

Menyediakan kesempatan bagi kaum muda untuk mempertanyakan narasi yang dominan tersebut di media dapat mengatasi sebagian dari masalah.

Perubahan sistem bukan perubahan iklim” telah menjadi slogan yang menonjol dalam protes iklim yang dilakukan oleh kaum muda.

Media arus utama harus mengeksplorasi bagaimana sistem baru ini dapat bekerja.

Reuters menyebutkan bahwa kaum muda menginginkan media yang menyajikan pandangan mereka tentang perubahan iklim dan menyediakan konteks untuk masalah tersebut melalui penceritaan visual dan grafis.

Media dapat menggunakan format ini untuk memunculkan debat tentang perubahan transformatif yang dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat tanpa karbon.

Saya terlibat dalam sebuah proyek kolaboratif yang disebut dengan System Change Hive, sebuah pameran yang dimulai pada Oktober 2019.

Bersama tim yang berisikan seniman muda, peneliti, dan pakar teknologi, kami menciptakan seni yang mengeksplorasi bagaimana kehidupan yang berkelanjutan dan adil secara sosial, serta hambatan untuk mencapai kondisi tersebut.

Poster untuk pameran System Change Hive menampilkan sekilas karya yang dihasilkan oleh seniman muda. Idil Bozkurt, Author provided

Perubahan sistem sulit dipahami dan bisa terasa abstrak. Kaum muda membutuhkan contoh yang menghubungkan nilai-nilai sosial dan kegiatan sehari-hari mereka dengan sistem sosial ekonomi yang lebih luas.

Cerita-cerita yang mengeksplorasi bagaimana perubahan pada budaya kerja dapat mempromosikan kesejahteraan alih-alih produktivitas, atau yang membayangkan keadaan di mana nilai-nilai kasih sayang lebih penting daripada kompetisi dapat membantu membuat sistem alternatif tampak nyata.

Kami mengeksplor motivasi lebih dari 50 aktivis iklim muda di seluruh Eropa untuk penelitian kami. Hasilnya, kami menemukan bahwa mereka ingin terlibat dalam memikirkan kembali sistem sosial ekonomi, dan [terinspirasi dan diberdayakan dengan bekerja bersama.]

Protes iklim yang sekarang sedang terjadi menunjukkan bersatunya orang-orang muda. Media harus mendukung mereka dengan menyediakan platform untuk perspektif mereka.

Beri kaum muda peluang untuk menghasilkan berita dan hiburan sebagai tempat mereka mengeksplorasi harapan, ketakutan, dan aspirasi mereka tentang masa depan.

Pastikan bahwa suara orang muda yang beragam diberikan kesempatan untuk berbicara.

Tanpa perbincangan di media tentang alternatif dari masa depan dan sistem yang secara aktif melibatkan dan memberdayakan kaum muda, maka kita semua kehilangan kesempatan mendengar berbagai cara hidup, dan hidup di dunia kita.

Fahri Nur Muharom menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris.

Artikel ini merupakan bagian dari seri The Covering Climate Now


This article was originally published in English