Bendungan Sumatra yang didukung Cina ancam orang utan paling langka di dunia

Orangutan Tapanuli yang terancam di Sumatra Utara. © Maxime Aliaga, Author provided (No reuse)

Bendungan Sumatra yang didukung Cina ancam orang utan paling langka di dunia

Rencana membangun sebuah bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air yang sangat besar di Sumatra, sebagai bagian dari Belt and Road Initiative(BRI) Cina yang begitu luas, mengancam habitat kera besar langka di dunia, yang kini hanya tersisa 800 ekor.

Ancaman ini adalah baru permulaan dari besarnya krisis lingkungan dan risiko ekonomi dan sosial yang lebih luas yang akan ditimbulkan oleh skema proyek BRI itu.


Read more: How we discovered a new species of orangutan in northern Sumatra


Kisah orang utan ini mulai pada November 2017, ketika beberapa ilmuwan membuat pengumuman yang menarik perhatian: mereka telah menemukan spesies ketujuh dari kera besar, yang disebut orang utan Tapanuli, di daerah terpencil di Sumatra, Indonesia.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Current Biology hari ini, saya dan kolega saya menemukan bahwa kera besar ini hampir mendekati kepunahan - dan mega proyek yang disponsori oleh pemerintah Cina dapat mengakhiri habitat dan kehidupan orang utan tersebut.

Pembabatan hutan untuk pembangunan yang didanai Cina telah siap mulai. Sumatran Orangutan Society

Ambisius tapi “mimpi buruk yang rumit”

BRI tidak hanya proyek berisiko yang ambisius tapi juga mimpi buruk yang rumit dan kurang terkelola, tidak seperti yang diyakini banyak orang. Ratusan proyek jalan, pelabuhan, rel, dan energi dalam jangka panjang akan menjangkau sekitar 70 negara melintasi kawasan Asia, Afrika, Eropa, dan Pasifik. Proyek ini akan menghubungkan negara-negara ini secara ekonomi dan secara geopolitik ke Cina.

Sampai 2015, ratusan proyek BRI direview oleh National Development and Reform Commission (NDRC) yang begitu berkuasa, yang secara langsung di bawah Dewan Negara Cina. Banyak pengamat berasumsi bahwa NDRC akan membantu mengkoordinasi proyek-proyek tersebut, tapi satu-satunya pengaruh nyata yang mereka miliki adalah terhadap proyek-proyek yang didanai oleh bank-bank Cina - Bank Pembangunan Cina dan Bank Impor-Ekspor Cina, dua bank yang secara langsung mereka kontrol.

Belt and Road Initiative Cina akan membentang melintasi sekitar 70 negara di wilayah Asia, Afrika, Eropa, dan Pasifik. Mercator Institute for China Studies

Kebanyakan proyek-proyek besar – banyak yang melintasi antarnegara— akan mempunyai pendanaan campuran dari beberapa sumber dan negara. Artinya tidak ada entitas tunggal yang akan mengendalikan atau pada akhirnya bertanggung jawab. Seorang rekan di Cina menggambarkan model ini sebagai “anarki”.

Orang utan Tapanuli

Potensi berbahaya dari proyek BRI ini menjadi jelas ketika seseorang meneliti orang utan Tapanuli. Dengan kurang dari 800 orang utan, hewan ini adalah salah satu binatang langka di bumi. Mereka bertahan hanya di sebuah titik hutan tropis, kurang dari sepersepuluh dari luasnya Sydney, yang habitatnya dikikis oleh deforestasi ilegal, penebangan, dan perburuan.

Semua ancaman itu menyebar di sekitar jalan. Ketika sebuah jalan baru muncul, kera besar itu biasanya menghilang, bersamaan dengan banyak spesies langka lainnya yang berbagi habitat, seperti Rangkong dan Harimau Sumatra yang terancam punah.

Seekor orang utan Tapanuli. Maxime Aliaga

Ancaman terdekat yang paling besar terhadap kera itu adalah proyek pembangkit listrik tenaga air senilai US$1,6 miliar. Sinohydro (perusahaan hidro elekrik miliki negara Cina) berencana membangun proyek tersebut dengan pendanaan dari Bank Cina dan sumber pembiayaan Cina lainnya. Jika proyek ini berjalan seperti rencana, proyek ini akan membanjiri jantung habitat kera dan menjelajah sisanya dengan banyak jalan baru dan pembukaan jaringan listrik.

Itu adalah sebuah resep untuk bencana besar ekologi bagi satu kerabat kita terdekat yang hidup. Pemberi pinjaman besar lainnya seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia tidak menyentuh proyek ini, tapi hal ini tidak memperlambat pengembang Cina.

Perlindungan lingkungan?

Cina telah menghasilkan sedikit dokumen yang yang menjelaskan prinsip peminjaman berkelanjutan untuk bank dan perlindungan sosial dan lingkungan lebih luas untuk BRI, tapi saya yakin banyak dokumen tersebut hanya macan kertas atau “tipu-tipu ramah lingkungan” yang didesain untuk menghilangkan kecemasan.

Menurut orang dalam, suatu perdebatan panas di Beijing kini berkisar tentang perlindungan lingkungan untuk BRI. Perusahan-perusahaan besar (dengan ambisi internasional dan aset-aset yang di luar negeri yang dapat disita oleh pengadilan) menginginkan panduan yang jelas untuk meminimalkan tanggung jawab mereka. Perusahaan-perusahaan lebih kecil, yang jumlahnya banyak, menginginkan kemungkinan standar yang paling lemah.

Argumennya belum selesai, tapi jelas bahwa pemerintah Cina tidak ingin mengecualikan ribuan perusahaan lebih kecil dari potensi kekayaan BRI. Kemungkinan besar, pemerintah Cina akan melakukan apa yang dimilikinya di masa lalu: menerbitkan panduan yang hanya akan dipatuhi oleh beberapa perusahaan Cina, dan sebagian besar dari mereka akan mengabaikannya.

Ekosistem Leuser di Sumatra bagian utama adalah tempat terakhir di bumi, lokasi orang utan, harimau, gajah, dan badak masih bertahan bersama.

Buah ketidakadilan

Ada tiga realitas yang mengkhawatirkan tentang Cina, khususnya terkait dengan BRI.

Pertama, pertumbuhan ekonomi Cina yang tinggi muncul dari pemberian kebebasan yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan mereka di luar negeri dan para pemodal. Oportunisme, gratifikasi, dan korupsi ikut serta, dan mereka tidak mungkin menghasilkan pembangunan yang adil secara ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk negara tuan rumah mereka. Saya telah merinci banyak hal spesifik dalam artikel yang dipublikasikan oleh Universitas Yale tahun lalu.

Kedua, Cina sedang mengalami tren yang memastikan realitas yang buruk dari BRI tidak disiarkan di depan umum atau bahkan dipahami di Cina. Negara ini memiliki media dalam negeri yang sangat tertutup - peringat di dekat bagian bawah dalam kebebasan pers secara global - yang tidak toleran terhadap kritik pemerintah.

Lebih dari itu, BRI adalah perusahaan yang ditandatangani Presiden Xi Jinping, yang menjadi penguasa de-facto Cina seumur hidup. Berkat Presiden Xi, BRI secara formal kini diabadikan dalam konstitusi Partai Komunis Cina, membuatnya sebuah kejahatan bagi siapa pun warga Cina yang mengkritik program ini. Hal ini telah memberikan efek mengerikan pada wacana publik. Sesungguhnya, saya memiliki rekan-rekan Cina yang mundur sebagai penulis untuk riset yang bahkan agak kritis terhadap BRI.

Presiden Xi Jinpeng dalam Kongres Rakyat ke-19, saat BRI secara formal dimasukkan dalam konstitusi nasional Cina. Foreign Policy Journal

Ketiga, Cina menjadi semakin bertangan besi secara internasional, dan berani menggertak secara terbuka atau secara diam-diam menggunakan kekuasaan lainnya untuk mencapai tujuannya. Profesor Clive Hamilton dari Charles Sturt University telah memperingatkan bahwa Australia telah menjadi target Cina dalam upayanya untuk menahan kritik.

Ingat orang utan

Kini saatnya untuk memberikan peringatan keras untuk lebih berhati-hati. Ketika dipimpin oleh Cina, BRI akan juga melibatkan komitmen finansial besar dari lebih 60 negara yang menjadi pihak dalam Bank Investasi Infrastruktur Asia, termasuk Australia dan banyak negara Barat lainnya.


Read more: China’s growing footprint on the globe threatens to trample the natural world


Kita semua memiliki andil besar dalam Belt and Road Initiative. Ini akan membawa keuntungan ekonomi yang cukup besar bagi sebagian orang, tapi dalam hampir 40 tahun bekerja secara internasional, saya belum pernah melihat sebuah program yang memiliki begitu banyak peringatan berbahaya.

This article was originally published in English

Support evidence-based journalism with a tax-deductible donation today.