Cerdas mengikuti konten media sosial bisa bantu perempuan bangun citra tubuh positif

Mungkin untuk membatasi keterpaparan Anda dengan gambar tubuh yang terasa jauh dari jangkauan - jadi pilihlah dengan bijak siapa yang Anda ikuti. Hannah Grace/Unsplash

Cerdas mengikuti konten media sosial bisa bantu perempuan bangun citra tubuh positif

Penggunaan media sosial sering dapat menganggu kesehatan mental dan citra tubuh. Namun, apakah semua penggunaan sosial media buruk?

Penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa melihat konten tubuh-positif di Instagram mungkin meningkatkan citra tubuh perempuan, setidaknya dalam jangka pendek.


Read more: The ideal female body type is getting even harder to attain


Dengan kesadaran lebih, pengguna media sosial dapat mengkurasi media sosialnya dengan konten-konten yang mempromosikan citra tubuh positif dengan unfollow atau memblokir akun-akun bertubuh ideal, dan mengikuti akun-akun tubuh-positif—mungkin seperti Celeste Barbour–di Instagram.

Celeste Barbour memiliki akun Instagram tempat dia memparodikan foto-foto yang diambil oleh selebriti di sosial media mereka. Celeste Barbour (screen shot taken March 13 2019)

Mengejar yang ‘ideal’

Kecemasan akan citra tubuh umum terjadi pada perempuan muda dan hal ini dapat berefek negatif. Kebanyakan perempuan muda menggunakan media sosial tiap hari, dan penelitian menunjukkan bahwa melihat konten dengan penampilan yang ideal berhubungan dengan citra tubuh negatif.

Mengikuti akun-akun seperti anggota keluarga Kardashian/Jenner, akun yang berisi motivasi untuk meningkatkan kebugaran, atau influencer dan teman-teman yang memasang foto berbikinya, berhubungan dengan perempuan menjadi khawatir dengan penampilannya dan tidak puas dengan tubuh mereka sendiri. Hasilnya, beberapa perempuan dapat melakukan diet atau strategi berolahraga tidak sehat untuk mencapai tubuh ‘ideal’ yang mereka lihat di media sosial.


Read more: How did the Kardashian Jenner family become so successful? A psychologist explains


Munculnya BoPo

Akhir-akhir ini, muncul tren baru di media sosial bernama “body positivity” (“BoPo”) atau positivitas tubuh.

Positivitas tubuh bertujuan untuk menantang standar kecantikan yang dangkal dan menganjurkan penerimaan dan apresiasi tubuh dalam segala bentuk, ukuran, dan penampilan. Akun-akun BoPo seperti @bodyposipanda (dengan lebih dari 1 juta pengikut), sudah lumayan populer di Instagram.

Pencarian tagar #bodypositive menunjukkan hampir 9 juta konten, dan #effyourbeautystandards (dipopulerkan oleh aktivis positivitas tubuh Tess Holiday) menunjukkan hampir 4 juta konten.

Sebuah analisis isi mengenai konten tubuh-positif di Instagram menunjukkan bahwa konten-konten ini memang menunjukkan berbagai bentuk dan penampilan tubuh. Konten ini meliputi:

  • swafoto (selfie) perempuan yang bangga menunjukkan lipatan perut dan selulitnya

  • perbandingan foto tubuh “asli” vs “editan”, mempromosikan kesadaran akan umumnya penggunaan Photoshop di Instagram

  • kutipan menyayangi diri sendiri

  • gambar-gambar menunjukkan fungsionalitas tubuh (apa yang dapat tubuh lakukan daripada bagaimana bentuknya)

Bodyposipanda adalah akun Instagram BoPo dengan lebih dari satu juta pengikut. Megan Jayne Crabb on Instagram

Namun apakah perempuan merasa lebih baik?

Walau konten tubuh-positif ditujukan agar perempuan merasa lebih baik dengan penampilannya, sepertinya belum ada penelitian yang memastikan hal ini.

Dalam penelitian baru kami, 195 perempuan muda (18-30 tahun) melihat konten tubuh-positif, konten tubuh ideal dengan perempuan kurus, atau konten penampilan netral yang diambil dari Instagram.

Sebelum dan sesudah melihat konten ini kami bertanya pada mereka untuk menilai mood, kepuasan akan tubuh, dan hingga sampai mana mereka memperhatikan penampilan mereka (biasa disebut objektifikasi diri)

Kami menemukan bahwa pemaparan singkat terhadap konten tubuh positif Instagram menghasilkan peningkatan citra tubuh dan mood dalam perempuan muda, dibandingkan dengan konten tubuh ideal atau netral.

Tidak banyak dari kita akan terlihat seperti ini menggunakan bikini. G A B R I E L L E on Instagram

Perempuan yang melihat konten tubuh positif merasa lebih puas dengan tubuh mereka, lebih mengapresiasi fungsi unik dan kesehatan tubuh mereka, dan memiliki mood lebih positif. Sebaliknya, orang-orang yang melihat konten bertubuh ideal di Instagram memiliki citra tubuh dan mood lebih negatif.

Meski penelitian ini menemukan hasil positif untuk citra tubuh, namun penelitian ini juga menunjukkan bahwa konten positif tubuh dapat membuat perempuan lebih fokus pada penampilan fisik daripada aspek lain dari diri mereka sendiri.

Ini menjadi kritik terhadap akun tubuh-positif sebelumnya, dengan banyak orang merasa lebih baik untuk fokus terhadap aspek diri yang tidak berhubungan dengan penampilan fisik untuk meningkatkan kesehatan.

Kita butuh lebih banyak riset untuk menentukan efek dari konten tubuh-positif ke depannya dan mengeksplorasi tipe konten apa yang lebih membantu daripada yang lain.

Kurasikan sendiri lingkungan Anda

Melihat popularitas media sosial di antara perempuan muda, kita perlu mengerti tipe penggunaan yang mungkin membantu atau berbahaya untuk citra tubuh. Tidak seperti media tradisional (seperti majalah dan televisi), pengguna media sosial sekarang menjadi kreator konten aktif dan bebas mengunggah dan melihat apa pun.


Read more: How body ideals shape the health of gay men


Yang menarik, penelitian baru lain menemukan bahwa menunjukkan perempuan konten Instagram parodi lucu (@celestebarber) meningkatkan citra tubuh dan mood positif, dibandingkan dengan melihat konten tradisional selebriti kurus.

Jadi, mungkin media sosial tidak sepenuhnya buruk? Malah, kita perlu lebih sadar akan konten apa yang kita konsumsi. Pilihan tepat mengenai siapa yang kita ikuti, dan pesan apa yang mereka usung, mungkin dapat membuat kita merasa lebih baik.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Reza Pahlevi.

This article was originally published in English