Pada 2100, lebih dari separuh tanah yang sekarang ditanami kopi akan tak lagi subur. Jeremy Ricketts/Unsplash

Komoditas

Industri kopi hampir dipanggang perubahan iklim

Kopi adalah komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah minyak. Namun, ketika perubahan iklim mengintai, ada ancaman nyata bagi kisah sukses global kopi.
Wisatawan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 29 November 2017. Ribuan wisatawan terdampar dan tidak dapat pulang setelah Gunung Agung meletus. Johannes Christo/Reuters

Letusan Gunung Agung: otoritas wisata Bali mengambil risiko rusaknya reputasi demi dolar turis

Sampai akhir November, ketergantungan Bali terhadap pariwisata mendorong Bali Tourism Board mengabaikan risiko bahaya letusan Gunung Agung. Ini merusak reputasi Bali sebagai destinasi pariwisata.
Indonesia bisa mengambil manfaat dari adanya Kantor Anggaran Legislatif . www.shutterstock.com

Apakah Indonesia butuh kantor anggaran legislatif?

Banyak negara punya kantor anggaran legislatif, terdiri dari ekonom yang memberi masukan pada wakil rakyat mengenai penganggaran. Apa kantor semacam itu diperlukan di Indonesia?
Jam macet di Jakarta, 13 Juni 2017. Jika bukan karena subsidi BBM, kemacetan bisa lebih parah lagi. Reuters/Beawiharta

Pemotongan subsidi BBM di Indonesia mencegah macet yang lebih parah

Kepadatan lalu lintas terus bertambah, tapi lebih lambat dibandingkan angka perkiraan kami jika subsidi BBM tak dilakukan.
Kerendah hatian yang autentik mungkin langka diantara calon untuk posisi CEO. www.shutterstock.com

Sulit menemukan CEO rendah hati. Ini alasannya

Kesuksesan bisa jadi berkat sekaligus kutukan. Daftar kesuksesan yang panjang dapat membuat seorang CEO menakar kelebihan mereka terlalu tinggi tanpa mengakui peran faktor-faktor lain.
Bill Gates berbicara di acara Gates Foundation Goalkeeper di New York, 20 September 2017. Reuters/Elizabeth Shafiroff

Jika ingin kaya, meniru Bill Gates ide yang buruk

Orang luar biasa berasal dari keadaan luar biasa yang tidak mudah direplikasi kesuksesannya seperti dalam kasus Bill Gates.
Salah satu tema utama pertemuan ekonom terkenal di Pulau Lindau adalah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ketimpangan. www.shutterstock.com

Mengapa ketimpangan menjadi keprihatinan para ekonom terkenal dunia

Mungkin diskusi-diskusi di pertemuan Lindau akan mengilhami generasi baru untuk mengembangkan kebijakan baru dalam memecahkan masalah kemiskinan dan ketimpangan.
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan). Indonesia telah mengadu ke World Trade Organisation (WTO) mengenai bea anti-dumping untuk impor kertas A4 oleh Australia. Reuters/Antara News Agency

Indonesia menantang taktik anti-dumping Australia di WTO

Perselisihan perdagangan antara Australia dan Indonesia menyelidiki praktik anti-dumping Australia yang kontroversial di WTO.
Anak-anak bermain layang-layang di tempat yang telah diratakan dengan tanah setelah penggusuran di Jakarta. Riset-riset menyimpulkan ketimpangan dan ketidakadilan meracuni kesehatan dan kesejahteraan kita semua. Beawiharta/Reuters

Ketimpangan mengancam kesehatan, kesejahteraan semua warga—bukan hanya orang miskin

Ketimpangan berdampak buruk pada semua bagian masyarakat, karena dapat meningkatkan kekerasan, lebih banyak orang dengan penyakit jiwa, dan semakin kecil peluang meningkatkan taraf kehidupan.

In English

Pilihan Editor

Acara

Lebih Banyak Acara

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Cerita pengemudi menguak eksploitasi di Gojek, Grab, dan Uber
  2. Apakah ‘tanda terima kasih’ korupsi? Memahami konsep korupsi yang bermakna jamak
  3. Indonesia harus membuat pengadaan tanah lebih transparan dan partisipatif
  4. Pelajaran bisnis dari Gunung Agung: perusahaan mesti siap menghadapi kondisi tak terduga
  5. Indonesia menantang taktik anti-dumping Australia di WTO

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 5 juta pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 35 juta pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 60.200 akademisi dan peneliti dari 2.242 lembaga.

Daftar sekarang