Karakter di film Wiro Sableng (dari kiri ke kanan) : Anggini (Sherina Munaf), Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), Wiro Sableng (Vino G. Bastian), Pangeran (Yusuf Mahardhika) dan Rara Murni (Aghniny Haque) Eriek Juragan

Wiro Sableng: kebangkitan genre silat Indonesia?

Banyak yang menganggap _Wiro Sableng_ adalah film superhero tetapi dari unsur sinematik dan gayanya, _Wiro Sableng_ lebih dekat dengan seni bela diri atau genre silat.
Melakukan pekerjaan seperti mencuci piring, mencuci dan menyetrika, memasak, serta memberi makan kepada anak atau bayi bukanlah semata-mata pekerjaan istri, tapi juga tanggung jawab suami. www.shutterstock.com

Apa rahasia perkawinan yang bahagia?

Sebuah survei yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan semakin fleksibel peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, maka akan semakin bahagia kehidupan mereka dalam keluarga.
Beberapa tahun belakangan ini, tokoh putri dalam film keluaran Disney telah berkembangan menjadi lebih baik namun mereka tetap menyampaikan pesan yang kabur tentang seperti apa kepemimpinan perempuan. JLinsky/flickr

Mengajarkan anak perempuan menjadi pemimpin

Para putri bukan panutan yang baik jika kita mau mengajarkan mereka kepemimpinan.
Bagaimana seharusnya Anda memilih teman? shutterstock.com

Seperti apakah teman yang baik?

Kepada teman kita harus terbuka pada cara pandang mereka, meskipun beda dengan milik kita. Apakah menjadi orang yang baik adalah syarat menjadi teman yang baik? Seperti apa orang yang baik?
Para ahli linguistik memikirkan pertanyaan-pertanyaan filosofis soal asal-usul bahasa selama berabad-abad, dan hingga kini belum ada jawaban yang kuat. www.shutterstock.com

Sulitnya menemukan teori asal-usul bahasa

Ada banyak teori yang mencoba menjelaskan asal-usul bahasa. Tapi belum ada teori yang bisa dikatakan sejajar dengan posisi teori Darwinisme dalam biologi atau teori Big Bang dalam fisika.
Bagi pengkritik bahasa gado-gado, keberadaan bahasa Inggris dalam bertutur seolah membuat jati diri kita sebagai bangsa Indonesia memudar. www.shutterstock.com

Bahasa gado-gado a break from norma sosial dan tabu yang mengekang

Bahasa gado-gado ternyata memainkan fungsi perlawanan terhadap pengekangan kebebasan berekspresi mengenai hal-hal yang tabu dan di luar norma sosial budaya yang dominan di Indonesia.
Penggunaan istilah “pelakor” (perebut laki orang) dalam isolasi menunjukkan kecenderungan masyarakat kita untuk hanya menyalahkan perempuan dalam sebuah perselingkuhan, meski jelas dibutuhkan dua orang untuk itu. shutterstock.com

Apa kata ahli linguistik soal ‘pelakor’

Jika digunakan sendirian, istilah pelakor menghapus peran laki-laki dalam aksi kolaboratif perselingkuhan.
Tokoh utama pria “Ada Apa Dengan Cinta” (2002) Rangga, diperankan oleh aktor Nicholas Saputra, adalah proto-laki-laki baru. Miles Films

Budaya pop

Dari Rangga ke Khudori, ‘laki-laki baru’ di film Indonesia

Memasuki milenium ketiga, dunia perfilman Indonesia mulai memperkenalkan gagasan maskulinitas laki-laki baru. Dari Rangga hingga Khudori, mereka laki-laki yang menantang konsep Bapakisme Orde Baru.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kerap dijadikan ukuran nasionalisme. Prodita Sabarini/The Conversation Indonesia

Siapa yang sungguh bertutur dalam bahasa Indonesia?

Dalam kehidupan sehari-hari, pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan 'Aku cinta padamu' untuk mengungkapkan perasaan?

In English

Pilihan Editor

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Yang harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat literasi Indonesia
  2. Mengukur potensi perfilman Indonesia setelah FFI 2018
  3. Delapan buku fiksi wajib baca sebelum usia 30
  4. Sembilan nonfiksi Indonesia yang wajib Anda baca sebelum usia 40
  5. Masuk angin? Kerokan saja

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 10,7 juta pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 38,2 juta pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 77.200 akademisi dan peneliti dari 2.658 lembaga.

Daftar sekarang