Aktris Marsha Timothy (kanan) berperan sebagai Marlina bersama rekannya Dea Panendra dalam film Marlina Si Pembunuh dalam Empak Babak. Film ini menyabet 10 piala dalam Festival Film Indonesia 2018. Cinesurya

Mengukur potensi perfilman Indonesia setelah FFI 2018

Kualitas film Indonesia sudah mampu menyaingi kualitas film-film terbaik di tingkat dunia.
Joe Taslim (tengah) memainkan karakter utama yang bernama Ito dalam sebuah film karya Timo Tjahjanto, The Night Comes for Us. XYZ Films

The Night Comes for Us: Mendefinisikan ulang aliran film laga

_The Night Comes for Us_ harus dihargai karena menghidupkan kembali genre film laga Indonesia dan meletakkan Indonesia di peta industri perfilman dunia.
Penelitian menunjukkan pengunjung pria merespon lebih baik terhadap makanan di restoran jika mereka menganggap pelayan wanitanya menarik. www.shutterstock.com

Pelayan yang cantik dapat pengaruhi persepsi pengunjung restoran

Pengunjung pria yang heteroseksual dapat terpengaruh oleh pelayan restoran yang menarik. Makanan yang enak akan terasa lebih enak, sementara makanan yang tidak enak, rasanya akan menjadi lebih buruk ketika mereka berhadapan dengan pelayan perempuan yang menarik.
Dalam novel Mata di Tanah Melus nilai-nilai progresif ini dihadirkan oleh Okky Madasari melalui gabungan antara menghadirkan elemen-elemen realis dan utopis. www.shutterstock.com

Mata di Tanah Melus: Gabungan antara yang realis and utopis untuk sastra anak yang progresif

Buku _Mata di Tanah Melus_ ini merupakan wujud bentuk sastra progresif bagi anak-anak dengan menggabungkan aspek-aspek realis dan utopis dalam bangunan petualangan si tokoh utama.
Para hipsters ikut serta dalam ajang lomba melempar piringan hitam dalam lomba musim dingin kaum hipster di Berlin, Jerman. Hannibal Hanschke/EPA

Peneliti sebut hipster sebagai penjajah pada era modern

Para hipster menunjukkan suatu nostalgia akan masa lalu yang sarat akan gerakan politik sayap kanan dari seluruh dunia.
Gambar dari sebuah pernikahan di Cambridge, Kanada. Anne Edgar/Unsplash

Apakah kecerdasan dan kesuksesan mengurangi prospek menikah?

Mitos lama bahwa perempuan berpendidikan tinggi di atas usia 40 akan sulit menikah masih bertahan. Sebenarnya, hal ini tidak benar di AS, tapi di Cina beda lagi.
Karakter di film Wiro Sableng (dari kiri ke kanan) : Anggini (Sherina Munaf), Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), Wiro Sableng (Vino G. Bastian), Pangeran (Yusuf Mahardhika) dan Rara Murni (Aghniny Haque) Eriek Juragan

Wiro Sableng: kebangkitan genre silat Indonesia?

Banyak yang menganggap _Wiro Sableng_ adalah film superhero tetapi dari unsur sinematik dan gayanya, _Wiro Sableng_ lebih dekat dengan seni bela diri atau genre silat.
Melakukan pekerjaan seperti mencuci piring, mencuci dan menyetrika, memasak, serta memberi makan kepada anak atau bayi bukanlah semata-mata pekerjaan istri, tapi juga tanggung jawab suami. www.shutterstock.com

Apa rahasia perkawinan yang bahagia?

Sebuah survei yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan semakin fleksibel peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga, maka akan semakin bahagia kehidupan mereka dalam keluarga.
Beberapa tahun belakangan ini, tokoh putri dalam film keluaran Disney telah berkembangan menjadi lebih baik namun mereka tetap menyampaikan pesan yang kabur tentang seperti apa kepemimpinan perempuan. JLinsky/flickr

Mengajarkan anak perempuan menjadi pemimpin

Para putri bukan panutan yang baik jika kita mau mengajarkan mereka kepemimpinan.
Bagaimana seharusnya Anda memilih teman? shutterstock.com

Seperti apakah teman yang baik?

Kepada teman kita harus terbuka pada cara pandang mereka, meskipun beda dengan milik kita. Apakah menjadi orang yang baik adalah syarat menjadi teman yang baik? Seperti apa orang yang baik?

In English

Pilihan Editor

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Yang harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat literasi Indonesia
  2. Hidup dengan bencana alam–bagaimana menghadapi budaya pasrah di Indonesia
  3. Sembilan nonfiksi Indonesia yang wajib Anda baca sebelum usia 40
  4. Menggunakan karya sastra untuk meramalkan perkotaan masa depan
  5. Delapan buku fiksi wajib baca sebelum usia 30

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 10,7 million pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 38,2 million pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 82.900 akademisi dan peneliti dari 2.816 lembaga.

Daftar sekarang