Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Kupang

Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) is both a research institute and think tank established for the first time at its headquarter in Kupang, NTT, Indonesia. IRGSC regional focus includes Indonesia, Timor Leste and ASEAN countries. Being based in West Timor gives IRGCS the luxury to also focus also on NTT Studies – a regional focus of Southeastern and Eastern Indonesia.

Promoting evidence-based policy making through capacity development of scientists, bureaucrats, local politicians, NGOs/CSOs activists, CBO’s leaders, and private leaders.

Knowledge production services in areas such as: - Mineral resource governance and conflict Studies - Urban governance, decentralization and politics - Disaster risk and climate governance - Food system and nutrition system under climate stresses - Environmental and public health governance - Coastal resources governance - Governance and institutional dimension of MDGs

Links

Displaying all articles

Tidak semua orang bisa merayakan gaya hidup konsumtif seperti itu. Masyarakat yang sulit mengakses sumber daya dan peluang kerja yang baik, misalnya, akan makin tersisih secara sosial. www.shutterstock.com

Gaya hidup konsumtif akibat majunya perekonomian Indonesia semakin menyisihkan orang miskin

Perkembangan ekonomi Indonesia yang membaik mendorong terciptanya gaya hidup konsumtif yang memberikan dampak buruk pada warga yang tidak mampu mengikuti gaya hidup tersebut.
Seorang laki-laki duduk di kursi belakang sepeda motor memanggul layar televisi yang dijarah dari sebuah pusat perbelanjaan di Palu, Sulawesi Selatan, 30 September 2018. EPA/Mast Irham

Pembelajaran di balik aksi penjarahan pasca gempa Palu

Bagaimana kita bisa menjelaskan aksi penjarahan pasca bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Imunisasi campak dan rubella pada siswa MTSN 1 Makasar, 1 September 2018. Sehat Negeriku/Flickr

Cara mengejar target vaksinasi campak dan rubella di luar Jawa

Upaya Indonesia untuk mengiliminasi campak dan rubella pada 2020 nantu, terbilang terlambat. Pemerintah dan majelis agama harus bergandengan tangan.

Research and Expert Database

Authors

More Authors