Kemampuan memahami orang lebih dituntut dunia kerja ketimbang keterampilan STEM

Permintaan dunia kerja atas “people skill” atau kemampuan berkait dengan hubungan antarmanusia, seperti komunikasi, semakin meningkat. Shutterstock

Kemajuan teknologi digital sedang mengubah dunia kerja. Diperkirakan bahwa lebih dari 40% pekerja manusia akan digantikan oleh robot. Ini boleh jadi membesar-besarkan skalanya, tetapi perkembangan di bidang kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin akan mempengaruhi seluruh sektor perekonomian.

Namun, dampak interupsi digital tidak akan dialami oleh semua jenis pekerjaan. Gelombang teknologi yang terjadi sebelumnya membawa dampak terbesar bagi orang dalam pekerjaan-pekerjaan rutin, tapi sekarang lebih banyak jenis peran dalam pekerjaan mungkin terancam.

Meski begitu, para pekerja yang keterampilannya melengkapi tetapi tidak bisa digantikan oleh teknologi dapat memanfaatkan teknologi untuk menjadi lebih produktif dan layak mendapatkan upah lebih tinggi.

Jenis-jenis keterampilan apa yang akan memastikan Anda dipekerjakan di dunia para pekerja manusia dan robot?

Dua laporan mutakhir, “The VET Era” dan “Growing Opportunities in the Fraser Coast” menggugat retorika seputar pentingnya keterampilan STEM dalam perekonomian digital, dengan mengungkapkan bagaimana permintaan akan keterampilan sudah berubah seiring waktu.

1. Meningkatnya permintaan akan para pekerja sangat terampil

Analisis-analisis ini menunjukkan adanya sebuah pergeseran besar dalam profil keterampilan angkatan kerja Australia. Biro Statistik Australia (ABS) mengklasifikasikan pekerjaan ke dalam tingkat-tingkat keterampilan berdasarkan jumlah pelatihan dan pengalaman untuk melakukan pekerjaan.

Pada tahun 1986, kelompok terbesar pekerja dalam berbagai pekerjaan diklasifikasikan ke dalam tingkat keterampilan 4 (kurang lebih setara dengan sertifikat II atau III). Sejak itu, permintaan akan pekerja sangat terampil tumbuh dengan cepat. Saat ini, kelompok terbesar pekerja berada dalam kategori tertinggi (tingkat keterampilan 1)—pekerjaan-pekerjaan yang mensyaratkan gelar sarjana atau kualifikasi yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, meningkatnya ketergantungan pada teknologi dalam lingkungan kerja menaikkan permintaan akan para pekerja sangat terampil, karena semakin banyak kerja rutin yang mengalami otomatisasi. Meskipun menggembirakan bahwa semakin banyak dari kita yang bekerja dalam pekerjaan dengan imbalan lebih, tidak semua orang memperoleh manfaat dari pergeseran ini. Para pemenang saat ini dalam perekonomian digital juga tidak bisa berpuas diri. Seiring meningkatnya kemampuan teknologi digital, jangkauan makin luas pekerjaan-pekerjaan (seperti analisis dan diagnosis data) bisa diotomatiskan.

Jadi, jenis keterampilan apa yang mesti kita kembangkan ketika kita berinvestasi dalam kualifikasi-kualifikasi lebih tinggi yang kini disyaratkan dalam sebagian besar pekerjaan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami mengaitkan data pekerjaan Australia dengan data Amerika Serikat mengenai keterampilan dan kemampuan terkait dengan pekerjaan-pekerjaan yang berbeda.

Dengan mengaitkan dataset tersebut, kita bisa memperkirakan (berdasarkan kompisisi okupasional yang berubah dalam angkatan kerja Australia) keterampilan dan kemampuan mana yang menjadi semakin penting atau kurang penting. Untuk mudahnya, kami mengelompokkan keterampilan dan kemampuan ini ke dalam empat kategori: keterampilan-keterampilan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) tradisional, keterampilan komunikasi, keterampilan teknis dan keterampilan STEM generik.


Baca juga: Jumlah laki-laki melebihi perempuan di bidang teknologi. Apakah ini bawaan biologis?


2. Keterampilan komunikasi dan ‘people skill’ menjadi semakin penting

Berbagai analisis mengungkapkan bahwa, walaupun terdapat publisitas yang dibesar-besarkan tentang keterampilan STEM, pekerjaan yang mensyaratkan keterampilan komunikasi sesungguhnya adalah yang tumbuh paling pesat.



Ketika pekerjaan kita semakin dimudahkan secara teknologi, para pekerja manusia membedakan diri mereka dari pekerja mesin dengan kemampuan mereka dalam berhubungan, berkomunikasi, memahami, dan membangun hubungan. Sebagian besar dari kita sekarang bekerja di sektor jasa. Inilah sektor yang akan terus tumbuh ketika populasi semakin tua dan semakin makmur, ketika kita semakin sering meningkatkan keterampilan dan mempelajari keterampilan baru, dan ketika insiden gangguan mental, penyakit kronis dan obesitas terus meningkat. Perampungan jasa-jasa tersebut menghendaki keterampilan yang berfokus pada manusia seperti mendengarkan secara aktif, empati dan kerja tim.

3. Keterampilan dalam pemrograman kalah penting daripada literasi digital

Mengingat coding saat ini adalah bagian dari kurikulum bagi siswa sekolah dasar Australia, barangkali mengherankan mengetahui bahwa pertumbuhan permintaan akan keterampilan komunikasi justru melampaui permintaan akan keterampilan STEM. Analisis-analisis lebih detail memberikan wawasan lebih jauh tentang bagaimana permintaan akan keterampilan STEM berkembang sejauh ini.



Yang diungkapkan analisis-analisis tersebut adalah keterampilan STEM diperlukan dalam berbagai macam konteks dan peran-peran yang dibutuhkan adalah yang melibatkan bekerja dengan (bukannya pemrograman) teknologi – keterampilan-keterampilan seperti kemampuan berpikir kritis, menganalisis sistem dan berinteraksi dengan komputer.

Keterampilan-keterampilan STEM yang lebih tradisional (seperti fisika, matematika, dan pemrograman) mengalami pertumbuhan yang relatif lambat. Bahkan, penelitian mutakhir dari Amerika Serikat mendapati adanya sedikit penurunan dalam jumlah pekerjaan STEM tradisional sejak tahun 2000.

Walaupun penting, keterampilan STEM tradisional hanya dibutuhkan oleh para profesional sangat terampil yang relatif sedikit jumlahnya—mungkin karena kerja pemrograman itu sendiri bisa diotomatiskan dan disubkontrakkan ke luar negeri.

Para profesional STEM tersebut juga cenderung meraih pendapatan lebih tinggi jika mereka memadukan keahlian teknis mereka dengan keterampilan sosial yang tinggi, yang memungkinkan mereka menghubungkan kemampuan teknologis dengan kebutuhan sosial. Walaupun ahli coding paling terampil akan terus mempunyai peluang besar, sebagian besar dari kita jelas harus mampu bekerja dengan teknologi. Keterampilan memahami manusia justru akan terus bertambah penting.

Ketika kemampuan teknologi terus berkembang, para pekerja manusia harus berfokus pada pembangunan keterampilan yang melengkapi teknologi. Keterampilan interpersonal tingkat tinggi dan keterampilan menyelesaikan persoalan tidak mudah diotomatisasi. Mengingat kita perlu mendapatkan pekerjaan baru untuk menggantikan pekerjaan yang diserahkan kepada robot, kita juga akan membutuhkan keterampilan kewirausahaan untuk menciptakan dan menumbuhkan peluang-peluang ekonomis baru yang dimungkinkan oleh perkembangan-perkembangan tersebut.

Ketika kemajuan teknologi berjalan semakin cepat, kita perlu terus-menerus menemukan cara-cara baru penggunaan teknologi untuk melakukan pekerjaan kita. Dengan keterampilan komunikasi, penyelesaian masalah dan melek digital yang kuat kita bisa memanfaatkan kekuatan teknologi digital untuk menyelesaikan persoalan seorang pelanggan, menumbuhkan produktivitas dan memperbaiki dunia kita.

This article was originally published in English

Help combat alt-facts and fake news and donate to independent journalism. Tax deductible.