Tidak masalah, saya dapat berbicara…. Zurijeta/Shutterstock

Menggunakan telepon di pesawat aman, tapi Anda tak boleh menelepon, mengapa?

Selama perayaan Thanksgiving akhir November lalu, diperkirakan 30 juta orang Amerika naik pesawat untuk menikmati kalkun dan semua hiasan bersama keluarga dan teman-teman yang tinggal di tempat jauh. Peningkatan jumlah musafir dan penerbangan yang semakin penuh dan sering terjual habis membuat perjalanan udara semakin melelahkan.

Namun, ada satu hal dalam penerbangan udara yang membaik bagi kita yang hidup dalam masyarakat yang tak bisa lepas dari gawai: Penggunaan ponsel tidak lagi dilarang di pesawat.

Biasanya kita harus mematikan ponsel ketika terbang pesawat komersial, tapi sekarang kita dapat menggunakannya selama di Mode Pesawat. Mengapa? Apa yang berubah? Bukankah pesawat seharusnya jatuh dari langit jika ada seseorang yang lupa mematikan ponselnya? Dan apa yang sebenarnya terjadi jika semua orang mulai berbicara selama penerbangan lintas negara?

Menghubungkan panggilan via menara seluler

Pertama, kita perlu tahu beberapa hal mendasar tentang cara kerja sistem ponsel. Saat Anda membuat atau menerima panggilan, telepon akan mencari menara seluler terdekat untuk menyambung pada nomor yang dituju. Setiap menara menyediakan sebuah area (sebuah sel“) yang mungkin seluas 50 mil dalam radius di atas medan datar, atau lebih kecil dari satu mil di radius di daerah perbukitan atau zona perkotaan padat.

Panggilan Anda dialihkan dari menara ke menara saat Anda bergerak melintasi lanskap itu. Anucha Cheechang/Shutterstock.com

Ketika Anda berpindah dari satu sel ke sel lainnya, katakanlah ketika Anda melaju, panggilan pada ponsel Anda akan diteruskan dari satu menara ke menara berikutnya. Hal ini membutuhkan kerja yang cukup berat pada bagian sistem keseluruhan untuk membuat transisi ini tampak mulus bagi Anda. Ada juga perkiraan yang terintegrasi tentang seberapa sering perpindahan ini harus terjadi (tidak terlalu), kecepatan pengguna (kecepatan jalan raya paling tinggi), dan ketinggian Anda (di suatu tempat dekat tanah).

Penggunaan seluler dalam pesawat di ketinggian jelajah memecahkan ketiga perkiraan ini. Sederhananya, panggilan di langit dapat mengganggu fungsi sistem kompleks ini–terutama jika dua ratusan penumpang semuanya menyalakan radio seluler mereka–hingga pengguna di darat terpengaruh.

Jadi, untuk saat ini, Komisi Komunikasi Federal Amerika membatasi penggunaan seluler di pesawat.

Tapi apa risikonya?

Itu semua terdengar seperti masalah layanan, bukan masalah keamanan. Apa yang akan terjadi jika seseorang menghidupkan fungsi seluler ponsel mereka sambil menikmati pemandangan di ketinggian 30.000 kaki? Mungkin, tidak akan terjadi apa-apa. Dan itu bagus, karena bahkan ketika penggunaannya benar-benar dilarang, orang-orang membiarkannya sepanjang waktu, apakah disengaja atau tidak.

Tapi ada risiko yang tidak dapat diabaikan bahwa menggunakan telepon Anda dapat mengganggu sistem kritis di pesawat.

Meski sebagian besar telepon modern tidak lagi melakukan ini, telepon GSM (2G) terkenal buruk karena mengganggu sistem elektronik lainnya. Mantan pemilik telepon jenis ini akan mengingat ”buzz“ yang Anda dengar di stereo atau speakerphone saat menelepon. Sekarang, bayangkan buzz ini diambil oleh sistem navigasi yang sensitif. Anda tidak perlu pintar teknik untuk memahami bahwa itu mungkin tidak baik.

Peneliti menemukan bahwa emisi-emisi elektromagnetik dari perangkat elektronik pribadi dapat mengganggu sistem pesawat. Khususnya, mereka yang berada dalam kisaran 800-900 MHz dapat mengganggu instrumentasi kokpit yang tidak terlindungi. Ini adalah masalah khusus pada pesawat yang lebih tua. Pesawat yang lebih baru dirancang untuk berurusan dengan sejumlah besar elektronik yang digunakan masyarakat di pesawat terbang.

Pesawat terbang adalah mesin yang sangat kompleks, penuh dengan elektronik dan sistem kritis yang diperlukan untuk melakukan keajaiban modern yaitu menerbangkan orang. Dalam suatu sistem yang rumit, biasanya sulit menguji seberapa aman mereka berada di bawah setiap kemungkinan yang mungkin terjadi. Mengingat berapa banyak telepon baru muncul di pasar setiap tahun, menguji bagaimana setiap model akan menggu sistem pada pesawat terbang komersil di seluruh dunia akan sangat sulit. Jadi produsen pesawat bekerja untuk ”memperkuat“ sistem kritis pada pesawat mereka untuk membuat mereka lebih tahan terhadap gangguan dari elektronik.

Alihkan ponsel Anda ke Mode Pesawat

Ponsel dulu hanya untuk telepon. Anda menggunakannya untuk menelepon dan mengirim pesan kepada orang-orang. Boleh dikatakan, "menelepon” adalah fungsi yang kini paling jarang digunakan-coba saja ingat-ingat berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menelepon versus semua hal lain yang Anda lakukan dengan ponsel itu.

Ponsel saat ini bekerja lebih banyak ketimbang hanya untuk menelepon. Stephen Leonardi/Unsplash, CC BY

Meski Komisi Komunikasi Federal Amerika mengatur penggunaan telepon seluler di pesawat, Administrasi Penerbangan Federal mengatur penggunaan perangkat elektronik di pesawat. Jika sebuah perangkat tidak mengganggu komunikasi atau sistem navigasi pesawat, ponsel dapat digunakan di pesawat.

Orang-orang menggunakan laptop, kamera, pemutar video, tablet, game elektronik, dan sebagainya, jadi mengapa tidak menggunakan ponsel pintar? Bukankah, perangkat satu ini sekarang melakukan fungsi dari semua alat yang lain. Oleh karena itu, Administrasi Penerbangan Federal memutuskan mereka dapat digunakan, tapi hanya jika radio seluler dimatikan. Masuk ke Mode Pesawat.

Dengan menambahkan Mode Pesawat, produsen ponsel telah membuat hidup kita lebih mudah. Saat Anda mengaktifkan fitur ini, radio telepon seluler Anda dimatikan sehingga Anda tidak dapat melakukan panggilan telepon atau mengirim SMS. Juga mematikan WiFi dan Bluetooth, tapi keduanya dapat diaktifkan kembali dan digunakan di pesawat .

Perusahaan penerbangan terus berinovasi. Delta, misalnya, menawarkan akses gratis ke aplikasi pengiriman pesan tertentu seperti Facebook Messenger dan WhatsApp, yang berfungsi karena Wifi. Tapi SMS seluler, yang membutuhkan radio seluler, masih dilarang.

Tentu saja beberapa orang masih ingin dapat melakukan panggilan telepon saat dalam penerbangan. Sayangnya bagi kita yang tidak ingin duduk bersebelahan dengan seseorang yang berbicara dengan keras di telepon sepanjang penerbanga, hal semacam ini mungkin akan terjadi di masa depan.

Maskapai penerbangan bereksperimen dengan “picocells,” yang seperti menara sel daya rendah dan mini di dalam pesawat itu sendiri. Karena ini adalah “menara” terdekat sebuah telepon di pesawat akan menemukannya, hal itu tidak akan terhubung ke menara apa pun di tanah, sehingga menghilangkan kekhawatiran Administrasi Penerbangan Federal. Panggilan Anda akan dialihkan seperti panggilan VoIP menggunakan sistem penyedia internet di dalam pesawat.

Adapun cara untuk mencegah kita marah-marah seperti Samuel L. Jackson, “Cukup sudah cukup! Saya telah memiliki ponsel dengan layanan yang seperti saya inginkan di pesawat yang saya inginkan ini!”-mungkin maskapai akan menciptakan “zona bebas sel” seperti yang ada di kereta api dan tempat umum lainnya.

__ Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Gracesillya Febriani dan Ahmad Nurhasim.

This article was originally published in English