Nyamuk yang diberi makan gula cenderung tidak menggigit

InsectWorld/Shutterstock. www.shutterstock.com

Godaan makanan manis seringkali bisa membuat kita hilang kontrol. Tapi manusia bukanlah satu-satunya yang suka makanan manis. Nyamuk juga sulit untuk menolak godaan makanan legit. Dan menurut penelitian terbaru,, gula mungkin bisa menjauhkan gigitan serangga dari tubuh kita.

Kita sudah lama memahami bahwa gula merupakan sumber energi yang penting bagi nyamuk. Bahkan, sebenarnya gula lebih baik untuk nyamuk daripada darah dalam memberi kekuatan untuk terbang dan proses bertahan hidup. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah karena darah memberi nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menetaskan telurnya.

Tentu saja, kebutuhan nyamuk akan darah ini menyebabkan penyakit mematikan yang menjadi beban banyak negara. Hal ini seringkali terjadi di negara-negara yang tidak memiliki perlengkapan memadai untuk mengatasinya. Di tengah ratusan penelitian di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengurangi ancaman nyamuk, satu yang paling menjanjikan adalah penelitian bagaimana nafsu nyamuk atas darah dan gula saling berhubungan.

Penelitian terkini yang diterbitkan oleh Plos Biology menyelidiki tentang hal tersebut. Penelitian ini fokus pada nyamuk Harimau Asia (Aedes albopictus), spesies invasif yang ada di setiap benua, berhubungan erat dengan manusia, dan jumlahnya sangat sulit untuk ditekan, membuatnya menjadi pembawa penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, dan virus Zika.

Tim peneliti menemukan bahwa memberi makan nyamuk kecil larutan gula menyebabkan respons fisiologis yang serupa dengan menghisap darah. Temuan paling pentingnya si nyamuk menunda pencarian mereka akan darah segar manusia setelah meminum larutan gula.

Menetaskan telur nyamuk merupakan pekerjaan yang melelahkan. 7th Son Studio/Shutterstock

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa memakan gula menyebabkan peningkatan level protein yang disebut vitellogenin pada nyamuk . Vitellogenin adalah komponen penting dalam produksi kuning telur yang menyediakan nutrisi bagi keturunan nyamuk yang belum menetas. Biasanya, vitellogenin diproduksi ketika reseptor mendeteksi adanya nutrisi spesifik yang didapatkan nyamuk dari darah yang dihisap.

Dengan menggunakan eksperimen gen, para peneliti dapat mengidentifikasi gen spesifik yang terkait dengan vitellogenin, yang ketika dihancurkan, mengembalikan ketertarikan nyamuk terhadap manusia. Hal ini menarik, sebab temuan tersebut menyoroti potensi gen ini sebagai cara mengurangi perilaku nyamuk untuk mencari inang, dan setelahnya, mengurangi penularan penyakit mematikan yang menjangkiti jutaan manusia.

Pekerjaan yang masih harus diselesaikan

Penelitian ini merupakan terobosan signifikan dalam memahami mekanisme fisiologis yang mempengaruhi perilaku makan nyamuk. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Seperti yang disadari oleh penulis sendiri, hanya memberi makan gula pada nyamuk tidak bisa digunakan sebagai metode kontrol di dunia nyata.

Ada banyak alasan untuk ini, tetapi yang terpenting adalah bahwa efek gula pada perilaku nyamuk dapat sangat bervariasi, bahkan dalam satu spesies saja. Sebagai contoh, jika ketertarikan nyamuk muda pada manusia berkurang, namun ketika betina yang lebih tua diberi gula, mereka tetap sangat tertarik pada manusia, dan menunjukkan peningkatan cadangan nutrisi. Ini bukanlah hasil yang diinginkan. Kondisi fisik, seberapa baik nyamuk diberi makan sebagai larva, status kawin, dan apakah sebelumnya telah bertelur juga dapat mempengaruhi efek gula pada perilaku makan.

Memberi gula pada nyamuk Anopheles bukanlah ide yang bagus. Everett Historical/Shutterstock

Keadaan menjadi lebih kompleks ditemukan pada spesies nyamuk lain. Sebagai contoh, tingkat vitellogenin yang tinggi melemahkan sistem kekebalan nyamuk malaria Afrika (Anopheles gambiae), sehingga membuatnya lebih mungkin untuk tertular dan menularkan malaria. Karena itu meningkatkan vitellogenin jelas tidak selalu baik.

Memberi gula untuk nyamuk mungkin membuat Anda terhindar dari gigitan nyamuk muda, tetapi hal itu akan membuat nyamuk yang lebih tua semakin kuat, dan bisa melemahkan pertahanan spesies nyamuk lain. Namun, kita mungkin dapat memodifikasi secara genetik atau memberikan nyamuk Harimau hormon yang meningkatkan kadar vitellogenin tanpa gula. Mengingat bahwa dalam kebanyakan kasus, nyamuk mengambil patogen penyakit dalam isapan darah mereka yang pertama, metode kontrol tersebut secara substansial dapat menunda nyamuk untuk makan darah dan mempersingkat daya tular mereka.

Tentu saja, pada tahap awal ini sulit untuk memperkirakan seberapa efektif metode kontrol yang dapat mengubah vitellogenin. Yang terpenting, masih banyak cara yang bisa dilakukan sebelum pertanyaan tentang nyamuk ini terjawab, jadi, tetaplah ikuti saran terbaik kala bepergian.

Jamiah Solehati menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 97,200 academics and researchers from 3,137 institutions.

Register now