PhD Candidate at Griffith University School of Human Services and Social Work, Griffith University

Suharto adalah seorang peneliti sekaligus aktivis pergerakan advokasi difabel (disabilitas). Setelah menyelesaikan program Sarjana di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu-ilmu Budaya), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pria yang gemar menulis cerpen dan novel ini lantas mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memperkuat arah gerakan advokasi difabel ke depan. Kondisinya sebagai seorang difabel netra memperkokoh semangat ini, hingga pada tahun 2003 bersama sembilan rekan lainnya ia mendirikan SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel). Sebagai bagian dari civil society movement, SIGAB banyak menginspirasi organisasi difabel, organisasi non-pemerintah serta pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah untuk merealisasikan inklusi sosial dan partisipasi penuh difabel dalam pembangunan.

Sementara itu, untuk memperkuat profilnya sebagai seorang peneliti, Suharto tak pernah merasa bosan untuk meningkatkan kapasitas akademiknya. Ia meraih gelar Master of Arts dari International Institute of Social Studies of Erasmus University Rotterdam, Den Haag, Belanda tahun 2010. Saat ini di sela-sela kesibukannya sebagai direktur eksekutif SIGAB, ia berupaya menyelesaikan disertasinya untuk meraih gelar Doktor di School of Human Services and Social Work, Griffith University, Queensland, Australia. Kini ia menjadi peneliti dan konsultan yang profesional dalam bidang disabilitas, rehabilitasi berbasis masyarakat, pengembangan masyarakat, livelihood, kebijakan publik, pembangunan inklusif, dan hak asasi manusia.

Experience

  • –present
    PhD Candidate at Griffith University School of Human Services and Social Work, Griffith University