Bermain musik dapat membantu anak-anak mengembangkan pemikiran ilmiah mereka. www.shutterstock.com

Saat anak-anak bernyanyi dan bermain, mereka bisa menjadi ilmuwan

Anak-anak terlibat dalam pemikiran dan aktivitas ilmiah bahkan sebelum mereka memasuki ruang kelas. Mereka mencari ilmu dengan berbagai cara: menusuk, menarik, mencicip, memukul, menggoyang dan mencoba. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan alamiah dalam tiap anak untuk belajar dan mencari permasalahan untuk mereka pecahkan.

Dengan menciptakan kesempatan untuk mengamati dan beraktivitas melalui permainan, pemikiran ilmiah anak-anak dapat terangsang. Bermain menawarkan kesempatan yang berharga bagi anak-anak untuk mempelajari sains dasar. Hal ini bisa terjadi karena bermain adalah hal yang alami bagi anak-anak usia dini.

Dalam penelitian yang baru diterbitkan, saya menjelajahi alasan di balik pemikiran bahwa waktu bermain bebas dengan musik dapat mendorong eksplorasi ilmiah pada awal masa kecil. Sebagai bagian dari studi saya, saya mengamati anak-anak pra-sekolah selama waktu bermain bebas dari dua tempat penitipan anak di Mohadin,Afrika Selatan.

Waktu bermain bebas dengan musik dilaksanakan di lingkungan yang telah dipersiapkan oleh pengajar (meskipun anak-anak sendiri yang memiliki inisiatif untuk mulai bermain). Ruang tersebut merangsang seorang anak untuk bereksperimentasi dan menjelajahi suara melalui musik.

Saya secara khusus fokus pada bentuk-bentuk permainan yang terinspirasi oleh musik sebab musik adalah salah satu “alat” alami yang dapat diakses oleh anak usia dini untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keinginan mereka. Aktivitas seni dan musik memupuk perkembangan emosi, imajinasi, kreativitas dan keterampilan motorik kasar.

Ketika anak-anak diberikan waktu untuk menjelajah bukan hanya musikalitas bawaan yang berkembang dan tersalurkan. Waktu bermain dan menjelajah juga menciptakan kemandirian, fleksibilitas dan memberikan fasilitas pada anak-anak usia dini serta memberikan momen-momen tak terduga saat mereka bisa mengintegrasikan musik ke dalam proses belajar mereka. Sambil bermain mereka juga bisa menjelajahi dunia ilmiah.

Melalui pengamatan ini, saya dapat membangun suatu model yang menggambarkan alasan permainan yang terinspirasi musik untuk memupuk rasa ingin tahu terhadap sains yang dapat digunakan oleh para pengajar anak usia dini apabila mereka mau menggunakan waktu bermain bebas dengan musik untuk meningkatkan minat pembelajaran ilmiah anak-anak.

Bagaimana sebuah permainan bisa menjadi pembelajaran

Ada perbedaan antara pemikiran ilmiah dan pembelajaran fakta ilmiah.

Pemikiran ilmiah melibatkan anak-anak dalam proses pencarian ilmu dengan menuntun mereka untuk membuat penemuan mereka sendiri. Pengajar dapat menanamkan pemikiran ilmiah dengan melihat anak-anak usia dini sebagai pelajar aktif daripada sekadar sebagai penerima pengetahuan.

Mereka dapat menawarkan berbagai kesempatan untuk menjelajah dan bereksperimen yang memungkinkan anak-anak untuk membangun makna dan pemahaman yang tidak hanya valid tapi juga berharga dalam perkembangan intelektual yang sedang berlangsung.

Contohnya, anak-anak pra-sekolah dapat mempelajari konsep ilmiah momentum dengan berayun di ayunan secara ritmik sambil bernyanyi pada saat yang sama. Saat ayunan mendapatkan momentum, nyanyian lagunya akan semakin cepat agar bisa menyelaraskan dengan kecepatan gerakan ayunan. Saat ayunan melambat, lagu yang dinyanyikan para siswa akan melambat dan mereka diminta untuk berhenti menggerakkan kaki mereka sehingga ayunannya semakin melambat sampai berhenti.

Anak-anak usia dini juga dapat mempelajari bagaimana cara memproduksi suara dengan menggunakan suara dan pita suara mereka sendiri yang bergetar untuk membuat suara-suara yang berbeda.

Cara pembelajaran sukarela semacam ini membantu mengurangi dampak dari kegagalan. Anak-anak tidak akan gampang merasa frustrasi sebab mereka justru diperbolehkan untuk menjadi kreatif dan ekspresif di mana mereka dapat membuat keputusan sendiri.

Keterlibatan guru dalam waktu bermain bebas sangat penting karena tanpa arahan bisa jadi target pembelajaran yang diinginkan tidak tercapai. Keterlibatan pengajar tidak berarti bahwa pendidik tersebut harus melakukan intervensi atau secara langsung memfasilitasi waktu bermain. Para pengajar dapat membuat lingkungan yang nyaman, menawarkan kesempatan dan mempersiapkan para siswanya dengan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan bermusik yang dapat digunakan selama waktu bermain.

Keterlibatan pendidik dapat memperluas ilmu pengetahuan siswa. Mereka juga dapat memberi contoh perangkat keterampilan dan strategi yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk mengubah pengalaman bermain menjadi pengalaman belajar.

Waktu bermain bebas dengan musik tidak harus dilakukan di taman bermain. Hal tersebut juga bisa dilakukan di dalam ruang kelas: contohnya, anak-anak dapat mengetuk pensilnya dengan suatu irama tertentu selagi mereka menunggu gurunya membagikan buku.

Model Pembelajaran

Untuk penelitian saya, saya menggunakan bahan-bahan dari penelitian terdahulu yang didukung oleh pengamatan di dua taman bermain di pinggiran kota.

Dengan mengamati para siswa di sekolah-sekolah tersebut selama waktu istirahat dan dalam kelas, saya dapat mengidentifikasi dan menelusuri contoh-contoh praktis dari hubungan antara musik dan sains selama waktu bermain bebas.

Anak-anak dari kedua taman bermain menciptakan berbagai variasi suara, frasa, dan nyanyian musik spontan untuk menemani waktu bermain mereka. Beberapa anak menceritakan kepada saya mengenai produksi suara dan bagaimana mereka membentuk sendiri konsep ilmiah melalui permainan peran yang terinspirasi oleh musik–contohnya, dengan berpura-pura menjadi orang terkenal.

Seorang anak secara terus terang memberitahu saya bahwa karena amandelnya diangkat, suaranya terdengar berbeda saat ia mencoba untuk menirukan suara nyanyian orang lain. Sebelum operasi pengangkatan amandel tersebut, nada suaranya jauh lebih tinggi, tapi sekarang ia merasa lebih mudah untuk menirukan orang yang mempunyai suara serak bernada rendah.

Lalu saya membuat suatu model yang mendorong pendidik anak usia dini untuk menciptakan kesempatan untuk belajar melalui refleksi dan eksplorasi selama waktu bermain bebas. Ide dasarnya adalah bahwa begitu anak-anak taman bermain diberikan pengalaman dengan musik, musik dapat diintegrasikan ke dalam waktu bermain mereka untuk memupuk rasa ingin menjelajahi dunia ilmiah.

Sistem pembelajaran yang didasarkan pada prinsip konstruktivisme, seperti yang dijelaskan oleh Joseph Shively, adalah “cara kita memaknai pengalaman kita dan mengenal dunia.” Saya mengadaptasi konsep tersebut untuk menjelaskan bagaimana anak-anak memaknai pengalaman bermusik dan mengenal dunia melalui eksplorasi ilmiah.

Dalam model tersebut, memfasilitasi dan memberikan keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan musik kepada anak-anak adalah tahap pertama. Lalu para murid dapat menggunakan keterampilan, aktivitas dan pengetahuan musik tersebut dalam waktu bermain bebas mereka dalam lingkungan yang menyenangkan dan kaya pembelajaran. Pendidikan yang responsive akan menciptakan lingkungan pembelajaran ini sehingga bisa terus merawat perkembangan penjelajahan ilmiah para murid.


Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Rizkina Aliya.

This article was originally published in English