Pexels

Sains bagikan cara yang tepat membelai kucing agar tidak dicakar

Sering kali kita berhadapan dengan kucing yang tampaknya ramah yang ketika kita belai, satu menit kemudian dia akan menggigit atau mencakar kita. Kita bisa saja menyalahkan kucingnya, tapi mungkin yang menjadi masalahnya adalah kita tidak membelai mereka dengan benar.

Untuk memahami mengapa ini terjadi, pertama-tama kita perlu mengetahui sedikit tentang nenek moyang mereka. Kemungkinan leluhur kucing domestik yaitu kucing liar Afrika dianggap sebagai hewan untuk mengendalikan hama, tapi kucing era modern sering diperlakukan sebagai sahabat kita yang berharga atau bahkan dianggap sebagai “bayi yang berbulu”.

Pergeseran sosial dalam hubungan manusia-kucing ini diperkirakan telah terjadi sekitar 4.000 tahun yang lalu - sedikit lebih telat dibanding “sahabat terbaik manusia” –- anjing domestik.

Meskipun ini mungkin tampak seperti jumlah waktu yang cukup bagi suatu spesies untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial yang meningkat, tapi hal ini tidak terjadi pada kucing. Kucing domestik juga memperlihatkan perbedaan genetik yang relatif sederhana dari nenek moyang mereka, yang berarti otak mereka mungkin masih berpikir bahwa mereka adalah kucing liar.

Kucing liar hidup menyendiri dan menghabiskan banyak waktu dan usahanya untuk berkomunikasi secara tidak langsung - melalui pesan visual dan kimia - hanya untuk menghindari keharusan bertemu satu sama lain. Jadi tidak mungkin kucing domestik mewarisi banyak keterampilan sosial yang kompleks dari kerabat mereka.

Manusia, di sisi lain, adalah spesies sosial yang cenderung mendukung kedekatan dan sentuhan selama menunjukkan kasih sayang. Kita juga tertarik pada fitur yang terlihat kekanak-kanakan - mata besar dan dahi, hidung kecil dan wajah bulat - inilah sebabnya kebanyakan dari kita menemukan wajah kucing sangat imut.

Maka, tidak mengherankan bahwa reaksi awal kita ketika kita melihat kucing atau anak kucing adalah ingin membelai, memeluk, dan tersenyum ke seluruh tubuh mereka. Meskipun seharusnya tidak mengejutkan bahwa banyak kucing menemukan jenis interaksi ini sedikit berlebihan.

Kasih sayang kucing

Meskipun banyak kucing suka dibelai, dan dalam konteks tertentu akan memilih kita daripada makanan, interaksi manusia adalah sesuatu yang harus mereka pelajari untuk dinikmati apalagi ketika mereka berusia antara dua dan tujuh minggu yang dianggap sebagai masa yang sensitif .

Ketika sampai pada interaksi manusia-kucing, karakteristik manusia juga penting.

Kepribadian dan gender kita, bagian tubuh kucing yang kita sentuh dan bagaimana kita umumnya menangani kucing, mungkin semuanya memainkan peran penting saat bagaimana kucing merespons kasih sayang kita.

Dan sementara beberapa kucing mungkin bereaksi agresif terhadap perhatian fisik yang tidak diinginkan, yang lain mungkin hanya menoleransi rayuan sosial kita asal mereka diimbali oleh sesuatu yang menarik (seperti makanan dan penginapan).

Konon, seekor kucing yang toleran belum tentu kucing yang bahagia. Tingkat stres yang lebih tinggi dilaporkan pada kucing yang digambarkan oleh pemiliknya sebagai kucing toleran daripada mereka yang tidak suka disentuh.

Bagaimana membelai seekor kucing

Kunci kesuksesan membelai kucing adalah kita harus fokus memberikan kucing tersebut banyak pilihan dan kontrol selama interaksi. Misalnya, pilihan untuk menunjukkan apakah mereka ingin dibelai atau tidak, dan mengontrol di mana kita menyentuh mereka, dan berapa lama.

Karena sifat sentuhan kita dan kecintaan pada hal-hal yang lucu, pendekatan ini mungkin tidak datang secara alami dari kita. Dan itu mungkin akan membutuhkan sedikit pengendalian diri.

Tapi sikap mengendalikan diri ini bisa berhasil, karena penelitian menunjukkan interaksi dengan kucing cenderung lebih lama ketika kucing, ketimbang manusia, yang memulai interaksi.

Dari atas kiri: Levi, Noa, Charlie, Simon dan Chris, Rocket dan Luna, Smokey Joe, Barry dan Pod.

Sangat penting juga untuk memperhatikan perilaku dan postur kucing selama interaksi, untuk memastikan mereka merasa nyaman. Ketika tiba untuk menyentuh, lebih jarang lebih baik. Ini tidak hanya berlaku ketika kucing berhadapan dengan dokter hewan, tapi ketika mereka berhadapan dengan orang-orang dalam suasana yang santai.

Sebagai panduan umum, kucing yang paling ramah akan senang disentuh di sekitar daerah kelenjar wajah mereka berada, termasuk pangkal telinga mereka, di bawah dagu mereka, dan di sekitar pipi mereka.

Tempat-tempat ini biasanya lebih disukai daripada daerah-daerah seperti perut mereka, punggung, dan pangkal ekor mereka.

Tanda-tanda kegembiraan kucing:

• Ekor tegak dan memilih untuk memulai kontak.

• Mendengkur dan memijat Anda dengan cakar depannya.

• Melambaikan ekornya dengan lembut dari satu sisi ke sisi yang lain sambil menahannya di udara.

• Postur dan ekspresi wajah yang santai, telinga dicakar dan diarahkan ke depan.

• Memberi Anda suatu dorongan lembut jika Anda berhenti sementara Anda membelai mereka.

Tanda-tanda tidak suka atau tegang:

• Menggeser, memindahkan, atau memalingkan kepala dari Anda.

• Tetap pasif (tidak mendengkur atau menggosok).

• Berkedip berlebihan, menggelengkan kepala atau tubuh mereka atau menjilati hidung mereka

• Menjilat badan dengan gerakan cepat dan tiba-tiba

• Kulit berdesir atau berkedut, biasanya sepanjang punggung.

• Mengibaskan, meronta-ronta atau membenturkan ekor.

• Telinga mendatar ke samping atau berputar ke belakang.

• Tiba-tiba kepala mereka menghadap Anda atau tangan Anda.

• Menggigit, menggesekkan atau memukul tangan Anda dengan kaki mereka.

Jadi, apakah kucing “bayi berbulu” yang baik? Jawabannya bisa diperdebatkan.

Banyak kucing suka disentuh, tapi banyak yang tidak suka - dan banyak yang cuek. Pada akhirnya, ketika berbicara tentang kucing, penting untuk menghormati batas-batas mereka - dan menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah kucing liar di dalamnya - bahkan jika itu berarti harus membuat kita mengagumi kelucuan mereka dari jauh.

This article was originally published in English