Bukit karst di Makassar. Rerosindunata/Shutterstock

Sains Sekitar Kita: Bukit karst dan fakta yang selama ini jarang diketahui

Karst adalah gudang penyimpan air

Sekitar 15% dari luas daratan di Bumi berupa perbukitan karst. Di Indonesia, menurut riset ahli biologi Reuben Clements pada 2006 , luas wilayah karst mencapai 14,5 juta kilometer persegi, yang tersebar dari barat hingga timur negeri ini. Dari jumlah itu hanya 5% yang dilindungi.

Karst adalah gudang penyimpan air yang teramat vital untuk pertanian dan rumah buat biota yang bahkan belum pernah kita kenal. Dari kapur tulis yang mengantar anak menjadi sarjana hingga bahan baku semen dan marmer yang menjadi rumah kita, tidak lepas dari bebatuan karst.

Perannya vital dan jutaan petani bergantung padanya untuk pengairan. Itulah mengapa dalam hampir lima tahun terakhir para petani Kendeng di Rembang dan Pati, Jawa Tengah, menggelar protes hingga di depan Istana Negara Jakarta untuk menolak pabrik semen yang akan mengeruk habis perbukitan karst di sana.

Dian Fiantis, guru besar ilmu tanah Universitas Andalas, Sumatera Barat menjelaskan ihwal batu karst yang terbentuk jutaan tahun yang lalu itu. Di bawah sebuah bukit kapur, ada gua kapur. Ada stalagmit dan stalagtit. Di sana juga terjadi proses pembentukan tanah. Dan inilah yang belum banyak digali. Tanah-tanah yang berasal dari perbukitan karst adalah salah satu dari tanah tersubur di Bumi. Karena itu, menyelamatkan bebatuan karst dari bisnis yang merusak sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan.

Edisi ke-20 Sains Sekitar Kita ini disiapkan oleh Hilman Handoni dan narator Ajeng Dinanti. Selamat mendengarkan!