Sistem pembayaran transportasi multimanfaat bisa mengurangi macet Jakarta

Tambahan insentif bisa menarik lebih banyak orang meninggalkan mobil dan menggunakan angkutan umum. Shutterstock

Meski Jakarta selalu identik dengan kemacetan, pemerintah terus membangun dan membangun jalan, dan kurang memberi perhatian pada sarana transportasi umum demi membuat layanannya aman, terintegrasi, dan menguntungkan.

Jalan tol Jakarta-Cikampek sedang dibangun jalan tol dua susun dan bahkan di Kota Depok sedang diusulkan untuk membangun jalan layang tiga susun. Jika demikian, sampai berapa susun jalan-jalan di Jakarta ini harus dibangun untuk bisa menampung jumlah kendaraan yang ada dan yang akan terus bertambah?

Sudah saatnya pemerintah selain membangun sarana fisik, tentu perlu mengedukasi dan mendukung masyarakat berkendaraan umum, membangun sistem transportasi yang aman dan terintegrasi agar masyarakat mau berkendaraan umum yang tentu terpenuhi unsur-unsur keamanan, mudah mendapatkan, dan menguntungkan untuk pengguna kendaraan umum.

Sistem pembayaran terpadu

Pernahkah terbayangkan, bahwa dengan berkendaraan umum, maka masyarakat diuntungkan sampai pada titik mereka bisa berkendaraan umum tanpa membayar.

Semakin rajin berkendaraan umum, semakin menguntungkan dan bahkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memberikan poin kelebihan untuk kerabat terdekat atau didonasikan untuk kegiatan sosial.

Saat ini di Jakarta sudah ada beberapa sarana transportasi umum yang aman dan terintegrasi seperti Transjakarta dari PT Transportasi Jakarta dan Commuter Line, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia. Selain itu transportasi online, terlepas kontroversinya, juga menjadi pilihan favorit banyak.

Akan tetapi, transportasi umum ini mempunyai kelemahannya masing-masing dan satu sama lain tidak terintegrasi, terutama dengan transportasi konvensional semisal bajaj, angkutan kota, minibus, taksi, dan sarana transportasi umum lainnya.

Oleh karena itu penting bagi pemerintah untuk membangun sebuah sistem transportasi umum yang terintegrasi dan aman yang pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat pengguna dan tentu saja pemerintah itu sendiri. Semakin banyak yang naik transportasi umum, semakin sedikit mobil di jalanan dan bisa menjadi solusi kemacetan.

Saat ini Transjakarta dan Commuter Line adalah dua transportasi massal yang diandalkan penduduk Jabodetabek. Namun penumpang perlu biaya ekstra untuk mencapai halte bus Transjakarta dan stasiun Commuter Line. Mereka kerap menggunakan transportasi online yang bisa dibayar dengan uang elektronik. Pilihan lain adalah menggunakan angkutan umum yang masih menggunakan sistem tunai.

Saat ini uang elektronik dari berbagai bank besar di Indonesia sudah bisa digunakan untuk Transjakarta dan Commuter Line. Riset saya dan rekan-rekan menawarkan integrasi yang lebih jauh lagi, disertai fitur-fitur menguntungkan yang bisa memberi insentif lebih pada penumpang.

Sistem pembayaran transportasi umum terpadu ini akan diimplementasikan pada berbagai macam pilihan media seperti media kartu dan ponsel pintar. Tentu penggunaan password perlu digunakan dan penggunaan biometrik seperti sidik jari dapat digunakan untuk otorisasi dan keamanan transaksi, sehingga kuota transaksi tetap terjaga aman apabila kartu atau ponsel pintar pengguna transportasi hilang.

Selain itu, setiap akun yang dibuat harus mengacu kepada data kependudukan yang sesuai dengan nomor induk kependudukan (NIK), sehingga setiap penduduk hanya berhak memiliki satu akun.

Naik umum, dapat untung?

Riset kami menemukan bahwa sistem ini bisa menggunakan sistem kartu yang memiliki chip seperti kartu kredit, debit atau SIM dan KTP elektronik, sehingga masyarakat dapat aman dan mudah bertransaksi. Pilihan lain adalah menggunakan ponsel pintar yang memungkinkan pengguna transportasi dapat menginstal aplikasi sistem pembayaran transportasi umum terpadu DKI Jakarta.

Untuk menarik pengguna di tengah banyak kompetisi sistem pembayaran saat ini, sistem pembayaran terpadu DKI Jakarta ini dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti:

  • informasi transportasi umum

  • informasi promo, diskon, dan cashback

  • informasi rute perjalanan

  • histori perjalanan

  • histori akun.

Semua ini dapat diakses melalui ponsel pintar atau komputer.

Sistem pembayaran transportasi umum terpadu ini dirancang untuk menguntungkan semua pihak, baik pengguna transportasi, pengemudi, pemerintah dan dunia usaha, dan pedagang kecil. Sistem pembayaran transportasi umum terpadu ini dapat menjadi pesaing untuk aplikasi transportasi online. Bahkan dalam riset kami, ada peluang teknologi untuk mengembangkannya menjadi aplikasi e-commerce DKI Jakarta.

Makin banyak manfaat, makin banyak yang naik umum

Dengan rancangan sistem pembayaran terpadu ini, diharapkan semakin banyak orang meninggalkan mobil mereka di garasi dan beralih ke transportasi umum. Teknologi informasi telah memungkinkan sistem ini untuk memberi beberapa manfaat:

  • Keuntungan bagi masyarakat pengguna transportasi umum

Seperti yang telah dilakukan oleh penyedia layanan transportasi online seperti GoJek, Grab, dan Uber, sistem kami menggunakan sistem “reward”. Masyarakat dapat bertransportasi umum dengan gratis dengan mengakses fitur informasi promo, diskon, dan cashback. Tawaran-tawaran tersebut akan memberi poin yang bisa dikonversi menjadi tiket transportasi umum. Semakin sering bertransportasi maka semakin bertambah poin mereka. Poin yang dikurangi ketika naik angkutan umum juga bisa dirancang beragam, misalnya pelajar dan warga berusia lanjut lebih murah atau gratis.

  • Keuntungan bagi pengemudi transportasi umum

Keuntungan ini mengadopsi model sistem transportasi online yang ada saat ini. Semakin rajin pengemudi bekerja maka semakin besar pendapatan yang didapat dan selain itu sistem reward dan cahsback dapat diterapkan guna merangsang para pengemudi untuk dapat berperilaku sebagai pengemudi yang sopan dan baik.

Dalam hal ini perlu kiranya pemerintah DKI Jakarta, memberikan pelatihan-pelatihan dan pendampingan baik dalam bidang servis dan teknologi informasi, sehingga pengemudi ini lebih terampil, sopan, dan melek teknologi informasi sehingga dapat bersaing dalam dunia digital yang semakin canggih ini.

  • Keuntungan bagi dunia usaha dan pedagang kecil

Dunia usaha, akan dapat memberikan informasi promo dan diskon yang ditujukan untuk dapat mengiklankan usaha mereka, terlebih dengan melakukan sarana-sarana promo, diskon, ataupun cahsback. Sehingga dunia usaha, dengan mudah menjangkau konsumen dengan promosi, diskon dan cashback dan bisa jadi di kemudian hari sistem pembayaran transportasi umum terpadu ini akan menjadi pendatang baru dalam dunia e-commerce di DKI Jakarta. Pedagang kecil akan terbantu dengan lebih mudah memperdagangkan produk dan layanan mereka.

  • Keuntungan bagi pemerintah DKI Jakarta

Pemerintah terbantu dalam banyak hal seperti potensi mengurangi kemacetan, karena banyak warga semakin termotivasi untuk berkendaraan umum. Selain itu peran pemerintah DKI Jakarta dalam meningkatkan promosi pengusaha kecil akan menjadi cara pemerintah mengayomi pengusaha kecil.

We need your help to elevate the voices of experts, not the shouters.