Articles on Demokrasi

Displaying 1 - 20 of 28 articles

Kerusuhan terjadi di beberapa titik di Jakarta setelah aksi demo yang dilakukan pendukung calon presiden Prabowo Subianto tanggal 22 Mei yang lalu. Pendukung Prabowo memprotes keputusan Komisi Pemilihan Umum yang menyatakan petahana Joko “Jokowi” Jokowi terpilih kembali menjadi presiden. Mast Irham/EPA

Aksi demo 22 Mei: massa yang ‘gila’ dan respons yang tepat

Mengapa peserta aksi protes menjadi sedemikian agresif? Dan apakah respons yang tepat untuk menghadapi massa yang agresif ini? Artikel ini berusaha memberi penjelasan.
Sistem demokrasi bisa hadir di Indonesia tanpa adanya toleransi. Lima belast tahun setelah bencana tsunami di Aceh, beberapa pemeluk agama yang berbeda menghadiri makam korban yang dibangun oleh umat muslim. www.shutterstock.com

Jakarta dan Yogyakarta demokratis tapi intoleran: Mengapa ini bisa terjadi di Indonesia?

Hubungan antara toleransi dan demokrasi perlu kita pikirkan ulang
Calon presiden Prabowo Subianto (ke-dua dari kiri) bersama wakilnya Sandiaga Uni (kanan) beramah tamah dengan petahana Joko “Jokowi” Widodo (ke-dua dari kanan) dan wakilnya Ma'ruf Amin dalam debat pemilihan presiden tanggal 13 April yang lalu. Bagus Indahono/AAP

Debat pilpres pamungkas: baik Jokowi dan Prabowo terjebak teori dan retorika

Kedua pasangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun yang jelas kualitas debat kali ini terlihat menurun.
Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kiri) adalah salah satu pendiri perusahaan yang menguasai PT BSI, perusahaan tambang emas yang beroperasi di pegunungan Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur. Ripsa Photo/www.shutterstock.com

Mengapa Jokowi dan Prabowo diam soal Budi Pego, aktivis lingkungan yang dituduh komunis

Di kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto terdapat kepentingan konglomerat penguasa lahan.
Calon presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo (kiri) bersalaman dengan calon presiden lainnya Prabowo Subianto saat debat presiden tanggal 17 January di Jakarta. Adi Weda/EPA

Hasil debat pilpres I: Baik Jokowi ataupun Prabowo, masa depan HAM di Indonesia akan suram

Joko "Jokowi" Widodo bisa saja mengklaim dia bukan pelanggar HAM seperti lawannya, Prabowo Subianto. Tapi rekam jejak Jokowi menunjukkan bahwa komitmennya untuk menyelesaikan kasus-kasus hanyalah omong kosong belaka.
Jamal Khashoggi, jurnalis asal Arab Saudi yang meninggal di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, awal Oktober 2018. Erdem Sahin/EPA

Antara Khashoggi dan Udin: Wartawan yang terbunuh dan kebebasan pers

Kasus mengerikan yang menimpa wartawan Arab Saudi Khashoggi begitu dekat dengan Indonesia. Setidaknya ada delapan kasus pembunuhan wartawan di Indonesia sejak tahun 1996 yang belum tuntas.
Para calon presiden dan wakil presiden (dari kiri ke kanan) Ma'ruf Amin, Jokowi Widodo, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat menghadiri deklarasi kampanye damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu yang lalu. Adi Weda/EPA

Banyaknya sesat pikir dalam kampanye pilpres 2019

Hampir satu bulan masa kampanye pemilihan presiden berjalan, banyak kekeliruan berlogika dalam argumen-argumen politik kedua kubu.
Presiden Joko Widodo (tengah, kiri) menjabat tangan calon wakilnya, Ma'ruf Amin (tengah, kanan), sebelum mendaftarkan pencalonannya di Jakarta, 10 Agustus 2018. Mast Irham/EPA

‘Arus konservatif’ masih akan berlanjut pada pilpres 2019

Pemilihan Ma’ruf Amin's sebagai calon wakil presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden yang akan datang menandakan bahwa para politisi terus mengakomodir arus konservatif dalam politik

Top contributors

More