Articles on Kesehatan

Displaying 1 - 20 of 25 articles

Bayi menangis saat diimunisasi difteri di satu klinik di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 5 Desember 2017. Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/via REUTERS

Wabah difteri di Indonesia: antara vaksinasi dan antibiotik

Wabah difteri saat ini tidak disebabkan hal tunggal. Tidak diselesaikan dengan memaki orang tua antivaksin. Tapi juga soal distribusi vaksin yang baik dan antibiotik yang tak seampuh dulu.
Baik diet rendah lemak maupun tinggi lemak dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular—asalkan Anda makan makanan berbasis tanaman. (Shutterstock)

Makanan yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung

Dari donat hingga avokad, apa yang kita makan berdampak terhadap kesehatan jantung.
Lukisan kerokan di becak di Yogyakarta. Kerokan bisa membuat ketagihan psikologis karena ada interaksi antara pengerok dan yang sakit. Shutterstock

Masuk angin? Kerokan saja

Dari sudut pandang ilmiah, kerokan bisa jadi tidak masuk akal, tetapi ia tetap cara populer di beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Hati-hati, kerokan bisa bikin ketagihan!
Terlalu lama duduk meningkatkan risiko berbagai penyakit termasuk stroke. Shutterstock

Agar tidak mati akibat kelamaan duduk

Belakangan di kalangan urban di Indonesia ada istilah "mager", singkatan dari malas gerak. Awas, jangan sampai Anda mager sampai mati.
Dokter kerap bingung menjawab pertanyaan tentang penyebab kanker seorang pasien spesifik. Shutterstock

Apakah kanker itu hanya persoalan ‘nasib buruk’?

Belum lama ini dua peneliti menuliskan artikel kontroversial di jurnal bergengsi Science bahwa kanker hanya perkara nasib buruk. Apa iya? Lantas apakah ada gunanya kita bergaya hidup sehat?
Gula mengaktifkan sistem di otak, sama seperti zat yang membuat kecanduan seperti nikotin dan kokain, Artinya, mengonsumsi gula membuat kita ingin makan lagi dan lagi. www.shutterstock.com

Fakta atau mitos—apakah gula bikin kecanduan?

Pernah berusaha mengurangi gula? Anda pasti tahu betapa susahnya. Apa benar kita bisa kecanduan gula?
Daria Nepriakhina

Para perempuan yang tidak tahu mereka autis

Autisme mengemuka dalam bentuk yang berbeda-beda. Gejalanya kerap tidak terlalu tampak pada perempuan dibanding laki-laki, sehingga banyak perempuan tidak terdiagnosis.

Top contributors

More