Beralih ke transportasi umum dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke

Shutterstock

Berhenti menggunakan mobil pribadi, dan beralih ke moda transportasi yang membuat tubuh lebih bergerak ternyata dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian dini. Demikian hasil riset terbaru kami.

Berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum semuanya dapat membantu kita lebih bergerak aktif dan sehat.

Kebanyakan studi tentang aktivitas fisik menitikberatkan pada aktivitas olahraga dan rekreasi—yakni aktivitas berat yang berlangsung beberapa waktu. Kami tertarik memahami dampak aktivitas sehari-hari terhadap kesehatan. Maklum, orang zaman sekarang sibuk-sibuk dan sulit mencari cara agar tetap aktif sepanjang hari.

Bagi beberapa orang, kegiatan sehari-hari seperti berjalan atau bersepeda mungkin lebih mudah menarik, praktis dan dapat diterima ketimbang pergi ke gym.

Kami meneliti sekelompok besar orang dewasa, lebih dari 350 ribu orang, yang berumur antara 37 dan 73 tahun dari UK Biobank study. Di awal penelitian, mereka menyampaikan kepada kami tentang moda transportasi sehari-hari, juga kebiasaan penting yang menyangkut kesehatan, seperti apakah mereka merokok atau tidak.

Kami membandingkan mereka yang hanya menggunakan mobil untuk bepergian dengan mereka yang berjalan kaki (entah hanya berjalan atau dikombinasikan dengan mobil atau transportasi publik). Mereka yang bersepeda juga digolongkan ke dalam kelompok aktif, meski jumlahnya sedikit.

Kami melaksanakan analisis terpisah terhadap mereka yang bepergian secara reguler dan yang tidak.

Beberapa orang lebih suka tangga ketimbang alat fitness. JuneChalida/Shutterstock.com

Pola yang jelas

Karena ini merupakan studi pengamatan, kami tidak bisa mengatakan dengan jelas bahwa mobil menimbulkan bahaya kesehatan. Meski demikian, kami mengambil langkah-langkah untuk menetapkan faktor lain, seperti apa yang orang makan atau penyakit apa yang mereka derita yang mungkin menjelaskan hasil temuan.

Sebagai contoh, orang yang tidak sehat mungkin harus menggunakan mobil karena kesehatannya terbatas, dan ini mungkin juga berhubungan dengan risiko penyakit mereka yang lebih tinggi.

Kami menggunakan metode statistika untuk menyesuaikan kasus seperti ini, dan pada beberapa kasus, kami tidak memasukkan mereka dalam analisis. Kami telah mencoba mengeliminasi faktor-faktor seperti ini, tapi kami tak yakin sudah mengesampingkan semua faktor.

Di antara orang-orang yang bepergian, mereka yang memiliki pola aktif bergerak punya risiko terkena penyakit jantung atau stroke 11 persen lebih rendah ketimbang mereka yang hanya menggunakan mobil. Risiko kematian akibat penyakit jantung atau stroke juga lebih rendah 30 persen.

Hampir setengah sampel kami bukanlah pelaju (commuter). Mereka sudah pensiun, pengangguran, atau bekerja dari rumah. Hanya sedikit studi yang meneliti mereka. Di antara orang-orang ini, pola bepergian yang lebih aktif punya risiko kematian 8 persen lebih rendah ketimbang mereka yang hanya menggunakan mobil.

Memang tidak semua temuan kami mendapatkan signifikansi secara statistik, tetapi ada pola umum. Pola bepergian yang lebih aktif, dibandingkan dengan hanya menggunakan mobil pribadi, punya kaitan dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian yang lebih rendah.

Area untuk dijelajahi

Akan amat menarik untuk menggali lebih dalam dan memahami betapa pentingnya pola-pola bepergian yang berbeda. Seberapa menguntungkan transportasi umum dibandingkan dengan mobil pribadi? Adakah keuntungan tambahan bersepeda ketimbang berjalan kaki?

Sayangnya, kami tak punya cukup data untuk menjawabnya.

Data yang berbeda dapat memungkinkan kami memahami lebih dalam. Ada yang mengatakan, makan camilan dalam mobil bisa menjadi faktor penyumbang risiko kematian yang lebih tinggi. Tetapi kami merasa penjelasan yang paling masuk akal adalah perbedaan dalam kegiatan fisik.

Riset kami menegaskan hal yang sudah diketahui umum, tentang manfaat kesehatan dari kegiatan fisik. Mungkin saja ada beberapa orang yang memilih mengurangi penggunaan mobil ketika mereka memahami dampaknya terhadap kesehatan.

Tapi tidak banyak orang yang memiliki pilihan demikian. Kebanyakan hanya ingin melakukan hal yang normal, mudah, dan nyaman.

Perbedaan besar dalam pola bepergian di antara kota-kota di negara maju dapat dijelaskan oleh perbedaan infrastruktur. Makin banyak orang berjalan dan menggunakan transportasi umum di London, akibat investasi dalam moda transportasi ini.

Belanda juga membuat pilihan sadar untuk berinvestasi dalam infrastruktur sepeda pada tahun 1960-an, dan kini masyarakatnya banyak yang menggunakan sepeda.

Ketika banyak kebijakan infrastruktur transportasi diambil tanpa memikirkan alasan kesehatan, penelitian kami memberi bukti bahwa aspek kesehatan perlu diikutsertakan dalam pengambilan kebijakan mengenai transportasi.

This article was originally published in English