Dari kopi tetes hingga tuangkan ke kompor espresso, variasi dalam minuman berbasis kopi sangat banyak. (Shutterstock)

Biologi kopi sebagai minuman paling populer di dunia

Anda membaca artikel ini sambil menikmati secangkir kopi di tangan Anda, bukan? Kopi adalah minuman paling populer di banyak tempat di dunia. Orang-orang Amerika mengkonsumsi lebih banyak kopi dibandingkan total gabungan konsumsi soda, jus, dan teh.

Seberapa populerkah kopi itu? Ketika pertama kali berita mengenai Pangeran Harry dan Meghan mempertimbangkan Kanada sebagai rumah baru mereka, raksasa kopi Kanada Tim Hortons menawarkan kopi gratis seumur hidup kepada mereka sebagai bentuk bujukan tambahan.

Dengan popularitasnya kopi, sangat mengejutkan betapa banyaknya kebingungan sekitar mengenai minuman hitam pekat ini dalam mempengaruhi biologi kita.

Bahan kopi

Bahan aktif biologis yang utama dalam kopi adalah kafein (stimulan) dan serangkaian antioksidan. Apa saja yang kita ketahui mengenai bagaimana kafein dan antioksidan mempengaruhi tubuh kita? Dasarnyna cukup sederhana, tapi bagian membingungkan yang cukup ramai beredar ada dalam rincian dan spekulasi tentang bagaimana kopi dapat membantu atau malah membahayakan tubuh kita.

Sifat stimulan kafein membuat Anda dapat mengandalkan secangkir kopi untuk membangunkan Anda. Faktanya, kopi atau setidaknya kafein yang dikandungnya, adalah obat-obatan psikoaktif yang paling umum digunakan di dunia. Obat psikoaktif adalah obat yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Kafein sebagai stimulan tampaknya bekerja dengan menahan atau memblokir adenosin, yang mendorong rasa tidur, bekerja.

Kafein dan adenosin memiliki struktur cincin yang mirip. Kafein bertindak sebagai peniru molekul yang mengisi dan memblokir kerja adenosin sehingga dapat mencegah kemampuan alami tubuh untuk dapat beristirahat ketika lelah.

Pemblokiran ini juga menjadi alasan mengapa mengkonsumsi kopi terlalu banyak dapat membuat Anda merasa gelisah atau sulit tidur. Anda hanya dapat menunda kelelahan hingga waktu tertentu sebelum sistem regulasi tubuh Anda mulai gagal dan mengarah ke hal-hal sederhana seperti gelisah atau gugup, bahkan dapat memberikan dampak yang lebih serius seperti kecemasan atau insomnia. Komplikasi mungkin biasa terjadi, mengingat hubungan antara mengkonsumsi kopi dan insomnia telah teridentifikasi lebih dari 100 tahun yang lalu.

Badan Film Nasional Kanada telah memproduksi dokumenter tentang sejarah budaya kopi berjudul ‘Black Coffee: Part One, The Irresistible Bean’

Respons-respons yang unik

Orang-orang merespons kafein dengan cara yang berbeda-beda. Setidaknya beberapa variasi kafein memiliki bentuk-bentuk berbeda dari reseptor adenosin, molekul yang mengikat kafein dan membloknya. Ada kemungkinan juga terdapat tempat variasi genetik lainnya.

Ada pula orang-orang yang tidak memproses kafein dan membuat mereka lebih rentan terkena bahaya medis. Kendati demikian, terlepas dari cara ekstrem itu, ada variasi bagaimana kita merespons secangkir kopi tersebut. Dan, seperti banyak di bidang biologi, variasi bisa berupa datang dari lingkungan, konsumsi kopi terdahulu, genetika, dan sejujurnya, peluang acak.

Kita mungkin tertarik pada kopi karena desas-desus seputaran kafein yang menggembirakan, tapi itu bukan berarti kafein menjadi aspek paling menarik secara biologis dari secangkir kopi yang baik.

Dalam satu penelitian yang menggunakan tikus, kafein memicu kontraksi otot polos sehingga memungkinkan kafein secara langsung meningkatkan aktivitas usus. Meski begitu, studi lainnya menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein dapat menimbulkan efek yang kuat pada aktivitas usus sebagaimana pada kopi biasa, ini menunjukkan adanya mekanisme lebih kompleks yang melibatkan beberapa molekul lainnya dalam kopi.

Manfaat antioksidan

Bagaimana dengan antioksidan dalam kopi dan rumor mengenainya? Hal-hal seperti ini sebenarnya dimulai dengan sangat mudah. Proses metabolisme menghasilkan energi yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup, tapi proses ini juga menghasilkan bahan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, seringkali dalam bentuk molekul teroksidasi yang dapat berbahaya bagi tubuh manusia atau bahkan dapat merusak molekul lain.

Antioksidan adalah kelompok molekul luas yang dapat membuang bahan-bahan tak berguna yang berbahaya dan sebagian organisme menghasilkan antioksidan sebagai bagian dari keseimbangan merabolisme mereka. Masih tidak jelas apakah dengan melengkapi diet kita dengan antioksidan tradisional dapat menambah pertahanan alami ini, tapi hal tersebut tidak menghentikan spekulasi yang ada.

Antioksidan telah dikaitkan dengan hampir semua hal, termasuk ejakulasi dini.

Apakah ada klaim efek positif yang dapat dibuktikan? Mengejutkannya, jawabannya sekali lagi hanyalah mungkin.

Kopi dan kanker

Kopi tidak akan menyembuhkan kanker, tapi minuman ini mungkin membantu mencegah kanker dan beberapa penyakit lainnya. Untuk menjawab pertanyaan mengenai hubungan antara kopi dan kanker kita perlu menanyakan pertanyaan lain: apa itu kanker? Paling sederhananya, kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yang pada dasarnya berkaitan dengan pengaturan kapan gen bekerja aktif atau kapan ia tidak bekerja.

Kelompok penelitian kami mempelajari pengaturan gen dan saya dapat memberitahu Anda bahwa, sekalipun hanya secangkir kopi atau peningkatan kafein di tubuh, tidak akan menyebabkan gen yang mula-mulanya aktif atau tidak aktif kemudian bekerja secara tiba-tiba dan mempengaruhi tubuh.

Antioksidan dalam kopi sebenarnya memiliki efek melawan kanker. Ingat kembali bahwa antioksidan melawan kerusakan sel. Salah satu jenis kerusakan yang dapat mereka bantu kurangi ialah mutasi pada DNA dan kanker yang disebabkan oleh mutasi yang berujung pada kesalahan pengaturan gen.
Studi telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kopi melawan kanker pada tikus. Studi lainnya pada manusia telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan tingkat potensi yang lebih rendah dari beberapa jenis kanker.

Beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi kopi mengurangi beberapa penyakit pada tikus. (Shutterstock)

Menariknya, konsumsi kopi juga telah dikaitkan dengan penurunan tingkat penyakit lainnya. Konsumsi kopi yang lebih tinggi akan membuat semakin rendah seseorang terkena penyakit Parkinson dan beberapa jenis penyakit demensia. Mencoloknya, setidaknya ada satu studi eksperimen pada tikus dan kultur sel yang menunjukkan bahwa perlindungan mereka adalah fungsi kombinasi kafein dan antioksidan dalam kopi.

Konsumsi kopi yang tinggi juga dihubungkan dengan tingkat diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Kompleksnya, efek gabungan dan variasi antarindividu tampaknya menjadi tema penting pada semua penyakit.

Pada akhirnya, apa yang tersisa dari biologi dalam kopi? Ya, sebagaimana apa yang saya sampaikan ke para mahasiswa saya, ini rumit. Tapi sesuai dengan apa yang telah kita ketahui semua, kopi sangat berguna untuk membangunkan Anda pada pagi hari.

Rizki Nur Fitriansyah menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 100,900 academics and researchers from 3,223 institutions.

Register now