Curious Kids: Mengapa kita punya dua ginjal, padahal dapat hidup hanya dengan satu ginjal?

Ginjal kita membuang semua zat yang tidak kita perlukan dalam tubuh dengan cara “mencuci” darah. Shutterstock

Mengapa kita punya dua ginjal, padahal dapat hidup hanya dengan satu ginjal? — Pertanyaan dari siswa SD Ringwood North, Victoria

Ini pertanyaan yang sangat bagus. Ilmuwan belum memiliki jawaban pasti atas pertanyaan ini, tetapi kami punya beberapa teori. Dalam sains, ketiadaan jawaban pasti seperti ini memang kerap terjadi.

Hampir semua hewan yang kita lihat di muka Bumi hari ini, termasuk manusia, memiliki kesamaan di kedua sisinya. Kita punya dua mata, dua telinga, dan bahkan dua lubang hidung.

Ilmuwan memberi nama keren untuk kondisi ini: “simetri bilateral.”

Kalau kamu bercermin dan membuat garis khayalan di tengah bayangan tubuhmu, kamu akan melihat bahwa kamu memiliki sebuah tangan dan sebuah kaki di masing-masing sisi tubuh.

Jika kamu memiliki kacamata yang dapat membantumu melihat organ dalam, kamu juga akan melihat bahwa kamu memiliki ginjal dan paru-paru di setiap sisi.

Tapi tidak semua makhluk hidup seperti. Beberapa hewan pun masih punya satu ginjal saja.

Sekitar 500 juta tahun lalu, saudara jauh kita yang saat itu tinggal di dalam laut (yang beberapa mungkin hanya punya satu ginjal) memutuskan untuk meninggalkan laut untuk hidup dan berjalan di daratan.

Ini adalah momen penting dalam sejarah kita karena di atas daratan, hewan dapat berubah untuk memiliki tubuh yang sangat rumit dengan segala organ penting yang ada di dalam tubuh kita sekarang, termasuk dua ginjal.

Dua ginjal lebih baik daripada satu ginjal?

Sekarang ini, kedua ginjal kamu menyingkirkan segala hal yang tidak diperlukan tubuh. Mereka melakukannya dengan “membersihkan” darah kamu.

Semua zat sisa yang tidak diperlukan tubuh ini keluar dari tubuh kita saat kita buang air kecil. Tapi pekerjaan ginjal lebih dari sekadar membersihkan darah.

Ginjal juga membantu tulang tetap sehat, menyuruh tubuh memproduksi sel darah baru, dan bahkan membantu kita tetap tegak saat berjalan dengan mengatur tekanan darah.

Dengan segala fungsi penting tersebut, para ilmuwan berpikir bahwa memiliki dua ginjal pastilah sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita.

Ginjal ‘membersihkan’ darah kita dan mpengirim kotoran ke kantong kemih, sehingga bisa dikeluarkan lewat air seni. Shutterstock

Hidup dengan satu ginjal

Betul, kita memang bisa hidup dengan hanya satu ginjal. Beberapa orang memang terlahir seperti itu karena salah satu ginjalnya tidak berkembang sempurna.

Ada pula kasus di mana kedua ginjal saling bersentuhan di awal pertumbuhan, sehingga menghasilkan satu ginjal yang bentuknya seperti sepatu kuda.

Orang-orang yang memiliki ginjal seperti ini harus sangat berhati-hati karena mereka bisa lebih mudah jatuh sakit daripada orang-orang yang memiliki dua ginjal.

Perlu ginjal tambahan

Kadang kala, ginjal kita berhenti bekerja. Ketika kita mengalami gagal ginjal, maka darah kita tidak dapat dibersihkan dan kita bisa sakit parah. Satu-satunya cara agar kita tetap hidup adalah dengan bantuan mesin pembersih darah, atau menjalani transplantasi (cangkok) ginjal.

Ini terjadi pada saya ketika kedua ginjal saya berhenti bekerja sebagaimana mestinya. Ayah saya memberi saya salah satu ginjalnya. Terima kasih, Ayah.

Ada dua orang yang terlibat dalam transplantasi ginjal: seorang donor (pemberi ginjal) dan seorang resipien (penerima ginjal).

Setelah ginjal baru selesai dicangkokkan, baik donor maupun resipien hanya akan memiliki satu ginjal yang bekerja baik. Mereka dapat hidup bahagia hingga akhir hayat hanya dengan satu ginjal.

Yang perlu mereka lakukan adalah makan makanan sehat dan berolahraga agar tetap bugar. Di Australia, ada satu orang yang telah hidup dengan ginjal cangkok selama 45 tahun!

Jadi, para ilmuwan memang belum mengetahui dengan pasti mengapa kita memiliki dua ginjal. Tapi kabar baiknya, kita kini tahu bahwa kita tetap bisa hidup tanpa beberapa organ.

Kalau kamu adalah seorang dewasa yang membaca artikel ini, ayo pastikan kamu terdaftar sebagai donor organ dan beri tahu keluarga bahwa kamu mau mendonorkan organ tubuhmu.

Kamu akan menyelamatkan nyawa seseorang di kemudian hari.

Halo, apakah kamu punya pertanyaan untuk para pakar? Sampaikan pertanyaanmu ke curiouskids@theconversation.edu.au

Tuliskan nama, umur, dan kota tempat tinggalmu. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk dapat menjawab pertanyaanmu.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 110,700 academics and researchers from 3,634 institutions.

Register now