Menu Close

Drama Korea Mr. Queen: bagaimana serial populer mampu meningkatkan citra negara

Poster Serial Drama Mr. Queen (2020) https://asianwiki.com/Mr._Queen, CC BY-NC-ND

Serial drama korea Mr. Queen yang berkisah tentang pertukaran tubuh yang terjadi antara Jang Bong Hwan (seorang koki di istana negara Korea Selatan (Blue House)) dan Kim So-Yong (seorang Ratu pada era Dinasti Joseon, dinasti yang berperan dalam pembangunan Korea Selatan yang lebih modern) baru saja berakhir.

Meski bercerita tentang sejarah dan dipenuhi intrik politik, drama Mr. Queen dipenuhi dengan adegan komedi romantis yang dapat membuat penonton terhibur.

Terbukti, pada penayangan episode terakhirnya, Mr. Queen berhasil mencapai rating ketujuh tertinggi dalam sejarah, setelah drama Crash Landing on You, Goblin, Reply 1988, dan Mr. Sunshine ​.

Pada awal penayangannya, Mr. Queen pun sempat menuai sejumlah kontroversi karena beberapa narasi dan adegan di dalamnya dianggap merendahkan sejarah Korea.

Terlepas dari kontroversi yang ada, disadari atau tidak, penayangan drama Mr. Queen ternyata membantu pemerintah Korea Selatan dalam meningkatkan citra negaranya.

Mr. Queen: aset soft power Korea Selatan?

Dalam studi Hubungan Internasional, salah seorang penggagas teori Hubungan Internasional dan ahli politik dari Amerika Serikat Joseph Nye memperkenalkan istilah soft power sebagai kemampuan sebuah negara untuk membuat negara lain melakukan hal yang menguntungkan bagi negara tersebut tanpa melakukan paksaan atau memberi imbalan.

Berbagai bentuk soft power bisa berupa pameran kebudayaan, pemberian beasiswa atau penyebaran budaya populer, salah satunya lewat serial drama.

Hasil penelitian Bruno Lovric City University of Hong Kong menunjukkan bahwa respons publik yang luas terhadap Mr. Queen merupakan wujud keberhasilan Korea Selatan dalam menggunakan _soft power_nya.

Pendapat itu pun didukung dengan adanya video dan artikel yang membahas drama Mr. Queen yang membuat banyak orang tertarik untuk mendalami sejarah Korea.

Tak jarang juga yang memuji pemerintah Korea Selatan karena mampu menyimpan catatan sejarahnya dengan baik.

Sebelum Mr. Queen, Korea Selatan memang telah diakui sebagai negara yang mampu memanfaatkan film dan budaya yang dimilikinya sebagai aset soft power dalam meningkatkan citra negaranya.

A Jewel in the Palace https://asianwiki.com/A_Jewel_in_the_Palace

Dae Jang Geum (Jewel in the Palace) , merupakan drama pertama yang berhasil meningkatkan citra Korea Selatan. Sejak itu, Korea Selatan semakin dikenal bahkan dicintai. Berbagai produk asal Korea pun mudah diterima, baik produk makanan, minuman, kecantikan, hingga musik dan serial drama.

Meski sama-sama membahas tentang sejarah Korea, Mr. Queen lebih mudah diterima karena alur ceritanya yang dipenuhi adegan komedi romantis, sehingga ceritanya terkesan ringan.

Selain itu, drama ini dibintangi oleh para pemain yang sudah lebih dulu terkenal melalui serial drama lainnya.

Bicara lewat budaya

Soft power drama Mr. Queen dapat bersumber pada tiga instrumen, yaitu budaya, nilai-nilai politik, dan kebijakan luar negeri.

Sumber soft power yang pertama adalah budaya. Dalam drama Mr. Queen, beberapa komponen budaya dimunculkan, antara lain bahasa, pakaian, makanan, dan seni .

Setiap menyaksikan drama Korea, penonton pasti sering mendengar ungkapan Aigo!, Omo!, Kajja!, Palli!, Annyeong haseyo, dan Saranghae.

Seluruh ungkapan itu pun muncul dalam drama Mr. Queen.

Tapi, dalam drama ini, sejumlah kosakata baru diperkenalkan. Misalnya, gelar kerajaan Korea, seperti Mama (Yang Mulia), Jeonha (panggilan untuk Raja), dan Daebimama (panggilan untuk Ratu). Atau, frasa Korea Kuno, salah satunya Songguhabnida, yang berarti permohonan maaf dan biasa digunakan dalam percakapan formal.

Kemudian, budaya Korea Selatan pun ditunjukkan melalui pakaian. Seluruh pemeran dalam drama ini mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea.

Pada episode pertama, dayang Kerajaan memberikan penjelasan detail mengenai penggunaan pakaian tradisional di kerajaan Joseon.

Selain hanbok, para pemeran pun menggunakan aksesori, seperti Binyeo , yaitu tusuk rambut tradisional untuk perempuan Korea dan Gat, yaitu topi tradisional yang biasa digunakan laki-laki.

Berbagai masakan khas Korea Selatan dalam serial Mr. Queen https://mydramalist.com/photos/EyN6l_3

Makanan khas Korea pun berkali-kali muncul dalam drama, antara lain samyang ramyeon (mi dengan citra rasa pedas), yeolgujatang/sinseollo (sebuah hidangan jamuan pesta yang disajikan dalam royal pot, terdiri dari daging, ikan, dan sayuran), gukbap, (nasi yang dimasukkan ke dalam sup panas), dan hoeori gamja (kentang ulir yang menjadi jajanan populer di Korea Selatan saat ini).

Dalam setiap episodenya, Ratu Kim So-Yong menjelaskan proses persiapan, pembuatan, hingga makna masing-masing makanan. Berbagai tarian, musik tradisional, seni bela diri dan ritual penyembahan raja pun ditampilkan dalam drama ini, termasuk perjamuan kerajaan yang disebut Surit-nal.

Melalui drama ini, penonton pun dapat mengenal kebudayaan Korea yang beragam.

Pemerintah Korea Selatan tidak perlu memaksa publik untuk menerima negara mereka. Mereka hanya menggunakan drama seperti Mr. Queen agar masyarakat asing dapat menerima, menyukai, hingga mendalami sejarah hingga kebudayaan Korea Selatan.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 125,500 academics and researchers from 3,992 institutions.

Register now