Menu Close
A man with an intense look on his face is holding a newspaper with a lot of people around him looking at it.
Jurnalisme opini dapat membuat orang gusar – atau dapat menyatukan mereka. momentimages/Getty Images

Halaman opini pada koran lokal membantu mengurangi polarisasi politik: temuan dari Amerika

Jika Anda tidak tahu apa itu jurnalisme opini, Anda tidak sendirian. Banyak orang yang juga tidak mengetahui hal itu.

Walau tidak banyak yang tahu, di Amerika Serikat (AS), artikel editorial, kolom opini, dan artikel opini yang dikirimkan pembaca kepada editor di halaman opini editorial (op-ed), berperan menjembatani perpecahan politik sekaligus membantu berita lokal untuk tetap eksis.

Menurut survei oleh Gallup pada 2017, dua pertiga responden berpendapat bahwa media berita tidak membedakan antara fakta dan opini. Pendapat terkait ini jumlahnya meningkat dari sekitar 42% responden pada 1984.

Pada polling lain, hanya 43% orang AS yang mengatakan bahwa mereka dapat dengan mudah membedakan antara berita dan opini online). Setengah dari orang AS tidak familier dengan istilah “op-ed”.

Ketika garis pemisah antara opini dan berita kabur di benak banyak orang AS, kepercayaan pada media akan jatuh. Sumber berita lokal -– surat kabar harian dan program berita televisi lokal -– dianggap lebih terpercaya, peduli, dan tidak memihak daripada sumber berita nasional. Namun, kepercayaan itu juga runtuh.

Seperti hampir semua hal lain dalam politik Amerika, kepercayaan publik terhadap media terpolarisasi menurut afiliasi partai: pendukung partai Demokrat mempercayai media jauh lebih banyak daripada Partai Republik. Kade paling ideologis dari masing-masing partai pun memiliki gagasan sangat berbeda tentang kepercayaan media.

Mengingat kebingungan dan ketidaksepakatan ini, tampaknya tidak mungkin jurnalisme opini dapat menjadi pengaruh positif. Tapi, penelitian kami menunjukkan hasil sebaliknya.

Kami adalah peneliti yang mempelajari politik dan media. Kami menemukan bahwa koran lokal – dan jurnalisme opini lokal khususnya – dapat menjembatani perpecahan politik dan menarik lebih banyak pembaca.

Forum komunitas yang hidup

Jurnalisme opini bukanlah pemberitaan; ia berbeda karena ada sudut pandang yang dinyatakan. Jurnalisme opini memiliki tiga format dasar: editorial; kolom opini, atau op-ed; dan surat kepada editor.

Editorial adalah suara suatu media yang ditulis oleh dewan redaksi, sering kali terdiri dari editor, pemilik, dan anggota komunitas. Op-ed biasanya ditulis oleh kolumnis profesional atau pemimpin komunitas. Surat ditulis oleh pembaca biasa.

Op-ed memastikan bahwa perspektif dari kalangan non-jurnalis muncul di surat kabar untuk membantu masyarakat umum menafsirkan peristiwa besar. Harapannya, artikel itu dapat mempengaruhi pikiran pembaca tentang suatu masalah.

Halaman op-ed yang baik mirip seperti balai warga yang memungkinkan pembaca untuk mendiskusikan dan memperdebatkan isu-isu penting baik bagi komunitas mereka maupun di luarnya.

A screenshot from Desert Sun newspaper column by editor Julie Makinen with the headline, 'The Desert Sun opinion pages are taking a summer vacation from national politics. You can help us!'
Pada bulan Juni 2019, Editor Desert Sun Julie Makinen mengumumkan perubahan besar untuk halaman opini surat kabar: tidak ada politik nasional. Desert Sun screenshot

Namun, krisis ekonomi membuat halaman opini berita lokal di AS semakin sulit untuk menyadari potensinya sebagai forum komunitas yang dinamis. Pendapatan yang turun dan jumlah staf yang berkurang memaksa media lokal untuk menggunakan lebih banyak kolumnis sindikasi dari luar komunitas surat kabar dan yang karyanya biasanya memiliki fokus nasional. Beberapa koran bahkan telah meniadakan posisi editor opini.

Tanpa staf khusus untuk mencari penulis komunitas dan mengedit karya mereka, ruang syndicated column (artikel suatu kolumnis yang terbit di beragam media) akan diisi lebih banyak konten yang berfokus pada konflik ideologis “kanan versus kiri” antara dua ekstrem politik nasional AS, dan bukan pada masalah lokal.

Tidak ada lagi politik nasional?

Buku kami menunjukkan bahwa yang dapat terjadi adalah sebaliknya: menghilangkan berita politik nasional di halaman opini dan menghidupkan kembali konten opini lokal dapat membantu surat kabar menarik pembaca dan meredakan ketegangan di komunitas mereka.

Harian The Desert Sun di Palm Springs, California, mencoba cara ini pada bulan Juli 2019: tidak ada kolom sindikasi, tidak ada kartun tentang politik nasional, tidak ada surat tentang Presiden Donald Trump saat itu.

Kami mengukur bagaimana eksperimen ini mengubah materi yang dipublikasikan dan sikap orang-orang di komunitas.

Keputusan itu menciptakan perubahan besar. Pada bulan Juni, bulan sebelum perubahan ini, setengah dari halaman op-ed The Desert Sun merupakan kolom sindikasi nasional. Sepertiga dari semua kolom membahas Trump.

Pada bulan Juli, kolom sindikasi nasional menghilang, begitu pula semua tulisan yang menyebut Trump.

Topik California menjadi fokus kurang dari setengah dalam semua kolom pada bulan Juni. Tapi, pada bulan Juli, 96% tulisan berfokus pada California.

Penyebutan partai Demokrat dan Republik turun lebih dari setengah, dari 25% dari semua kolom menjadi 10%.

Isu-isu lokal lalu memenuhi halaman: isu-isu seperti pelestarian seni dan budaya, lalu lintas dan pengembangan pusat kota, serta pendidikan dan lingkungan mendapat lebih banyak perhatian. Dalam momen ini, karakter unik Palm Springs bersinar.

Kami menyurvei pembaca sebelum dan sesudah eksperimen The Desert Sun, di Palm Springs. Kami membandingkannya dengan surat kabar Ventura County Sun, media lokal kota Ventura, yang tidak mengubah halaman opininya.

Apakah perubahan dalam jurnalisme opini mengubah cara berpikir dan perasaan orang tentang lawan politik mereka?

Ternyata, polarisasi politik – ketika orang merasa jauh dari pihak yang berbeda pandangan – melambat secara signifikan di Palm Springs dibandingkan dengan Ventura pada kelompok-kelompok tertentu:

  • Mereka yang membaca koran;
  • Mereka yang tahu banyak tentang politik; dan
  • Orang yang paling banyak berpartisipasi dalam politik.

Kelompok-kelompok ini adalah orang-orang dengan kemungkinan tertinggi untuk berbagi pandangan dan memberi tahu orang lain. Mereka juga berpotensi menyebarkan pengaruh surat kabar ke komunitas yang lebih luas.

Bahkan, meski hanya sebagian kecil dari komunitas yang membaca koran secara teratur – total sirkulasi The Desert Sun lebih dari 26.000 eksemplar – perubahan seperti ini tetap memiliki efek yang lebih besar.

Two boxing gloves that represent Red and Blue America, pushing against each other.
Ketika halaman opini berfokus pada politik nasional dan partisan, komunitas menjadi terpolarisasi secara politis. wildpixel/Getty Images

Pembaca The Desert Sun menikmati perubahan: jumlah pembaca online untuk opini hampir dua kali lipat di bulan Juli. Dalam survei setelah eksperimen, hampir lima kali lebih banyak pembaca mengatakan mereka menyetujui dan tidak menyetujui eksperimen ini.

Eksperimen tersebut membantu surat kabar merekrut lebih banyak penulis opini yang terus berkontribusi di bulan-bulan berikutnya.

Berinvestasi lagi pada opini

Pendukung berita lokal dapat memetik pelajaran dari penelitian ini dengan mengumpulkan uang untuk membayar posisi editor opini dan mendanai pemikiran kreatif seperti eksperimen The Desert Sun.

Jika mereka tidak melakukan itu, maka halaman opini akan layu dan tidak lagi mencerminkan komunitas mereka.

Halaman opini lokal saja memang tidak akan memulihkan model ekonomi yang mendukung surat kabar dalam beberapa dekade terakhir. Tapi penelitian kami menunjukkan hal tersebut dapat menggaet sejumlah pembaca untuk menjembatani beberapa kesenjangan politik yang dapat membuat komunitas di AS terpisah.

Dengan menjaga fokus pada isu-isu lokal, halaman opini dapat berperan kecil memulihkan kepercayaan dan membantu surat kabar lokal bertahan di masa-masa sulit ini.


Rachel Noorajavi menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 156,100 academics and researchers from 4,515 institutions.

Register now