Penggunaan istilah “pelakor” (perebut laki orang) dalam isolasi menunjukkan kecenderungan masyarakat kita untuk hanya menyalahkan perempuan dalam sebuah perselingkuhan, meski jelas dibutuhkan dua orang untuk itu. shutterstock.com

Apa kata ahli linguistik soal ‘pelakor’

Jika digunakan sendirian, istilah pelakor menghapus peran laki-laki dalam aksi kolaboratif perselingkuhan.
Tokoh utama pria “Ada Apa Dengan Cinta” (2002) Rangga, diperankan oleh aktor Nicholas Saputra, adalah proto-laki-laki baru. Miles Films

Budaya pop

Dari Rangga ke Khudori, ‘laki-laki baru’ di film Indonesia

Memasuki milenium ketiga, dunia perfilman Indonesia mulai memperkenalkan gagasan maskulinitas laki-laki baru. Dari Rangga hingga Khudori, mereka laki-laki yang menantang konsep Bapakisme Orde Baru.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kerap dijadikan ukuran nasionalisme. Prodita Sabarini/The Conversation Indonesia

Siapa yang sungguh bertutur dalam bahasa Indonesia?

Dalam kehidupan sehari-hari, pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan 'Aku cinta padamu' untuk mengungkapkan perasaan?
Hugh Hefner dan pacarnya Anna Sophia Berglund (kiri) dan Shera Bechard di suatu acara di Beverly Hills, California, 19 September 2011. Reuters/Fred Prouser

Hugh Hefner, ‘Playboy’, dan menjadi laki-laki di era Perang Dingin

Hugh Hefner, pendiri majalah Playboy, meninggal pada usia 91. Banyak yang menunjukkan hubungan problematik Playboy dengan perempuan tetapi Playboy justru tantangan bagi laki-laki di era Perang Dingin.
Indra Lesmana dan Maurice Brown Project di Java Jazz Festival 2014. Sebelum peraturan membatasi iklan rokok di acara seni, hampir separuh biaya Java Jazz ditutup dana sponsor rokok. Java Jazz Festival Official Photo

Minim dana publik & swasta untuk seni, seniman menghadapi dilema ‘artwash’

Dana untuk seni di Indonesia tidak berlimpah, dan kalau ada kadang kontroversial. Upaya apa yang dibutuhkan agar dana seni dari sumber yang lebih beragam mengalir?
Kelesuan penjualan di gerai-gerai buku di tahun 2014 bisa jadi bukan soal penurunan produksi dan konsumsi buku tetapi menunjukkan perubahan pola. Shutterstock

‘Brave new world’ perbukuan Indonesia

Dunia baru industri buku—ditandai oleh penurunan penjualan di toko konvensional dan meriahnya distribusi alternatif—memberi peluang bagi buku "serius tapi 'non-best seller' untuk menaikkan penjualan.
Paviliun Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015, ketika Indonesia menjadi tamu kehormatan di festival buku paling bergengsi di dunia tersebut. Alexander Heimann/Frankfurt Book Fair

Delapan buku fiksi wajib baca sebelum usia 30

Sudah pernah baca 'Babi Ngepet' karya Abdullah Harahap atau 'Raumanen' karya Marianne Katoppo? Sebelum usia 30, bacalah delapan buku rekomendasi Intan Paramaditha ini.
Buku-buku dalam daftar ini digarap dengan sangat serius, berdampak atau punya nilai sejarah penting di bidangnya, menjadi penanda satu generasi, atau berpotensi mengubah cara berpikir mereka yang disasar sebagai pembacanya. www.shutterstock.com

Sembilan nonfiksi Indonesia yang wajib Anda baca sebelum usia 40

Dari sejarah gerakan kiri, filsuf Mataram, hingga Lagak Jakarta: inilah kesembilan buku yang menurut sosiolog dan pegiat buku Geger Riyanto harus Anda baca sebelum usia 40.
Anak-anak di Pantai Palipis, Mandar, Sulawesi Barat, membaca buku yang dibawa perahu pustaka Pattingalloang, yang termasuk dalam jaringan Pustaka Bergerak. Urwa/Pustaka Bergerak

Semangat membaca di pelosok menantang anggapan minat baca rendah

Media dan tokoh-tokoh di Indonesia kerap menuduh masyarakat Indonesia memiliki minat baca rendah. Tetapi pengalaman komunitas literasi yang membawa buku ke pelosok berkata lain.

In English

Pilihan Editor

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Delapan buku fiksi wajib baca sebelum usia 30
  2. Sembilan nonfiksi Indonesia yang wajib Anda baca sebelum usia 40
  3. Yang harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat literasi Indonesia
  4. ‘Pengabdi Setan’ dan kisah hantu perempuan: simbol adanya kekerasan terhadap perempuan
  5. Bahasa gado-gado a break from norma sosial dan tabu yang mengekang

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 10,7 juta pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 38,2 juta pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 70.300 akademisi dan peneliti dari 2.440 lembaga.

Daftar sekarang