Home – Artikel, Analisis, Komentar

Menampilkan 1 - 25 dari 764 artikel

Calon presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo (kiri) bersalaman dengan calon presiden lainnya Prabowo Subianto saat debat presiden tanggal 17 January di Jakarta. Adi Weda/EPA

Hasil debat pilpres I: Baik Jokowi ataupun Prabowo, masa depan HAM di Indonesia akan suram

Joko "Jokowi" Widodo bisa saja mengklaim dia bukan pelanggar HAM seperti lawannya, Prabowo Subianto. Tapi rekam jejak Jokowi menunjukkan bahwa komitmennya untuk menyelesaikan kasus-kasus hanyalah omong kosong belaka.
Penelitian terbaru dari Centre for Aging and Brain Health Innovation akan menyelidiki penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran dengan media daring untuk lansia yang terkena demensia dan yang berisiko demensia. Shutterstock

Teruslah belajar dan Anda mungkin lebih lambat terkena demensia

Pendidikan tinggi untuk para lansia memberikan harapan untuk melawan isolasi sosial, meningkatkan kesejahteraan dan menunda serangan, atau memperlambat timbulnya penyakit demensia.
Belum banyak tenaga kesehatan yang menggunakan data ponsel untuk membuat keputusan medis. www.shutterstock.com

Diagnosis digital: meramal penyakit dengan gawai

Apabila Anda membawa gawai ke mana-mana, data yang terekam dapat digunakan untuk membuat gambaran yang menyeluruh mengenai kesehatan Anda–dan mengirim peringatan apabila kesehatan Anda memburuk.
Sebuah pencahayaan panjang jejak cahaya di London Tower Bridge, diambil dengan iPhone8Plus menggunakan aplikasi NightCap. Rob Layton, Author provided

Bagaimana mengambil foto lebih baik dengan ponsel, berkat fotografi komputasi

Fotografi komputasi merampingkan produksi gambar sehingga semuanya - pengambilan, pengeditan, dan pengiriman - dapat dilakukan di telepon, dengan banyak beban berat dilakukan saat gambar diambil.
Jangan biarkan remaja tenggelam dalam kesendirian. www.shutterstock.com/iphotosmile

Bahaya ide bunuh diri pada remaja bila terlambat ditangani

Hal yang lebih penting adalah program promosi dan prevensi untuk mencegah terjadinya depresi itu sendiri, yaitu memperkuat faktor protektif dan menurunkan faktor risiko pada remaja.
Jika memiliki anak pertama meningkatkan kesehatan mental orang tua, maka anak kedua justru sebaliknya. www.shutterstock.com

Riset di Australia: Memiliki anak kedua berdampak buruk bagi kesehatan mental orang tua

Banyak orang tua memutuskan untuk memiliki anak kedua dengan harapan mengurus anak kedua akan tidak semerepotkan anak pertama. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan ini ternyata salah.