Menu Close

Artikel-artikel mengenai Evolusi

Menampilkan 1 - 20 dari 25 artikel

Belang pada harimau membuat mereka bisa menyatu dengan pohon dan rerumputan di habitat mereka, di Asia. Frédéric Soltan/Corbis via Getty Images

Mengapa harimau memiliki belang? Ini kata ahli

Bagaimana harimau – predator puncak – berhasil berburu mangsa mereka meski memiliki bulu berwarna oranye terang? Rahasianya berada pada belang mereka!
Mungkinkah dunia alien terlihat seperti ini? Shutterstock

Curious Kids: seperti apa bentuk alien?

Di luar sana mungkin saja terdapat alien - mungkin yang lebih aneh dari bayangan kita - sedang merenungkan pertanyaan serupa.
Sebuah pulau Indonesia adalah tempat penemuan H. Floresiensis - tapi bagaimana spesies manusia kerdil berevolusi? Areza Taqwim/Shutterstock.com

Evolusi cepat menjelaskan sosok kecil ‘Hobbit’ yang telah punah dari Pulau Flores

Ketika spesies yang bertubuh besar menetap di sebuah pulau, mereka akan berevolusi menjadi lebih kecil dalam ukuran - sampai ke titik memberikan keturunan yang kerdil.
Tidak apa-apa, saya pemakan fitoplankton: Hiu paus di Indonesia. Marcel Ekkel/Flickr

Pekan Hiu: Hal-hal yang sering diabaikan tentang hiu

Pemberitaan sering melebih-lebihkan risiko serangan hiu bagi manusia. Padahal, lebih dari 500 spesies hiu tidak pernah menyerang manusia, bahkan ada banyak yang bisa dipelajari tentang mereka.
Ilustrasi yang menggambarkan evolusi gajah. Dari kiri ke kanan, Moeritherium (30 juta tahun), Deinotherium (5 juta tahun) dan gajah modern Afrika. Alex Bernardini (Simplex Paléo) and Sophie Vrard (Creaphi).

Perubahan iklim pengaruhi pertumbuhan evolusioner ukuran otak gajah

Perubahan iklim beserta dengan kerusakan lingkungan lainnya dan juga serangan dari pesaing dan predator baru tampaknya berperan penting dalam pembentukan kembali otak gajah purba.
Kata mini dewasa dari spesies “Mini mum”, salah satu katak terkecil di dunia, dapat hinggal di ibu jari, bahkan masih ada area yang tersisa. Dr Andolalao Rakotoarison

Katak mini: Spesies baru dari Madagaskar

Katak dewasa paling besar dari kelompok katak mini ini bisa hinggap di ibu jari kita, sedangkan yang paling kecil hanya seukuran sebutir beras
Homo erectus memiliki banyak hal yang menyerupai Homo sapiens - tetapi kita masih belum memiliki data genetika dari spesies ini. from www.shutterstock.com

Sebuah kisah dari Homo erectus, nenek moyang kita yang misterius

Tidak ada fenomena arkeologi yang telah memberikan perubahan besar dalam tahun terakhir selain bagaimana kita memahami garis keturunan kita. Dapatkah pada 2019 kita lebih dalam mengenai Homo erectus?
Ikan badut. Ikan kecil yang hidup bersimbiosis dengan anemon laut ini, mudah dikenali berkat warna tubuhnya yang jingga terang dengan garis-garis putih lebar. Ritkis/Wikimedia Commons

Teka-teki mengapa badan Nemo, sang ikan badut, bergaris tiga terpecahkan

Anak-anak kita pasti kenal dengan Nemo si ikan badut bintang film Pixar. Tapi kenapa Nemo memiliki tiga garis, bukan satu atau dua? Biologi perkembangan dan evolusi mengungkapkan jawabannya.

Kontributor teratas

Lebih banyak