Menu Close

Artikel-artikel mengenai ISIS

Menampilkan semua artikel

Mahasiswa melakukan aksi mengecam tindakan terorisme di Denpasar, Bali. Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Bagaimana perempuan, anak muda terlibat dalam aksi terorisme

Di satu sisi perempuan mendapat legitimasi dari kelompok teroris untuk melakukan aksi; di sisi lain, remaja adalah usia rentan paparan radikalisasi.
Pasukan TNI berpatroli di sekitar perkampungan warga setelah penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Rahman/Antara Foto

Tanya-jawab: Mengapa kelompok teroris di Sulawesi Tengah bisa bertahan begitu lama?

Pelatihan terus-menerus, penguasaan medan, dan dukungan masyarakat lokal menyebabkan kelompok militan bisa bertahan begitu lama di Sulawesi Tengah.
Perempuan dan anak-anak terancam terlantar di kamp pengungsi di Suriah. Ahmed Mardnli/EPA

Analisis: pemerintah perlu memulangkan keluarga eks ISIS

Di luar pertimbangan kemanusian, ada risiko lain yang dihadapi bila keluarga bekas anggota ISIS – khususnya anak-anak – tidak dipulangkan.
Keluarga para korban Bom Bali 2002 berpelukan dalam peringatan 10 tahun serangan mematikan yang membunuh orang-orang terdekat mereka di Bali tahun 2012. Serangan teroris di Kuta, Bali membunuh 202 orang, 88 di antara mereka adalah warga negara Australia. Made Nagi/EPA

17 tahun sejak kejadian 9/11, mengapa Al-Qaeda masih kuat?

Gempuran dahsyat dari AS belum dapat menghancurkan kelompok teroris tersebut. Apa rahasia Al-Qaeda?
Warga menaruh lilin untuk mengingat korban ledakan bom bunuh diri di Jawa Timur bulan lalu. Menurut para peneliti ada beragam motif yang mendorong keterlibatan perempuan dalam kelompok teroris. AAP

Bagaimana propaganda teroris meradikalisasi perempuan

Indonesia telah bekerja keras menekan terorisme lokal, tapi pelibatan anak-anak sebagai pelaku serangan bom bunuh diri memicu kekhawatiran bahwa program deradikalisasi tidak efektif.
ISIS telah menggunakan propaganda penuh fantasi yang menggambarkan Negara Islam tersebut sebagai sebuah wilayah yang penuh kebahagiaan melalui media sosial untuk mendapatkan pendukung. www.shutterstock.com

Lewat propaganda berisi fantasi ISIS merekrut anggota

ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayahnya, tapi penting menyadari bahwa ISIS bisa menggunakan internet dan media sosial untuk merekrut anggota dan menyebar propaganda.

Kontributor teratas

Lebih banyak