Menu Close
Logo Internet Explorer
Shutterstock

Internet Explorer sudah tidak digunakan lagi, apa yang kita bisa pelajari dan lakukan?

Setelah 27 tahun, Microsoft akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada browser web Internet Explorer, dan akan mengarahkan pengguna Explorer ke versi terbaru dari browser Edge.

Mulai 15 Juni, Microsoft akan menghentikan Explorer pada beberapa versi Windows 10 – yang berarti tidak ada lagi update terkait produktivitas, keandalan, atau keamanan. Explorer akan tetap bisa dipakai, tetapi tidak akan dilindungi saat ancaman baru muncul.

Dua puluh tujuh tahun adalah waktu yang lama dalam dunia komputasi. Banyak yang akan mengatakan langkah ini sudah lama tertunda. Explorer telah lama mengungguli pesaingnya, dan pengalaman pengguna yang buruk selama bertahun-tahun telah membuatnya menjadi sasaran lelucon.

Bagaimana awalnya

Explorer pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 oleh Microsoft Corporation, dan dibundel dengan sistem operasi Windows.

Explorer memperkenalkan banyak pengguna Windows pada internet untuk pertama kalinya. Bagaimanapun, baru pada tahun 1993 Tim Berners-Lee, bapak web, merilis browser web publik pertama (yang tepatnya disebut WorldWideWeb).

Menyediakan Explorer sebagai browser default berarti sebagian besar basis pengguna global Windows tidak akan mengalami alternatif. Namun ini harus dibayar mahal, dan Microsoft akhirnya menghadapi beberapa penyelidikan terkait dugaan praktik monopoli di pasar browser.

Namun, meskipun beberapa browser lain muncul (termasuk Netscape Navigator, yang mendahului Explorer), Explorer tetap menjadi pilihan default bagi jutaan orang hingga sekitar tahun 2002, ketika Firefox diluncurkan.

Bagaimana berakhirnya

Microsoft telah merilis 11 versi Explorer (dengan banyak revisi kecil di sepanjang perjalannya). Setiap versi menambahkan fungsi dan komponen yang berbeda. Meskipun demikian, ia kehilangan kepercayaan konsumen karena “arsitektur lawas” Explorer desainnya buruk dan juga lambat

Tampaknya Microsoft begitu nyaman dengan monopolinya sehingga membiarkan kualitas produknya merosot, ketika pesaing lain memasuki pasar.

Bahkan hanya dengan mempertimbangkan penampakkannya (apa yang kamu lihat dan berinteraksi dengan saat kamu mengunjungi situs web), Explorer tidak dapat memberikan pengalaman otentik dari website modern.

Di bagian keamanan, Explorer memamerkan kelemahan yang banyak penjahat cyber gunakan.

Sementara Microsoft mungkin telah menambal banyak kelemahan ini pada versi browser yang berbeda, arsitektur yang mendasarinya masih dianggap rentan oleh ahli keamanan. Microsoft sendiri telah mengakui ini :

… [Explorer] masih berbasis teknologi yang sudah berusia 25 tahun. Ini adalah browser lawas yang secara arsitektur sudah ketinggalan zaman dan tidak menjawab tantangan keamanan web modern.

Kekhawatiran ini telah mengakibatkan Departmen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat berulang kali menasihati pengguna internet agar tidak menggunakan Explorer.

Kegagalan Explorer untuk memenangkan audiens modern lebih lanjut terbukti melalui upaya berkelanjutan Microsoft untuk mendorong pengguna ke Edge. Edge pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, dan sejak itu Explorer hanya digunakan sebagai solusi kompatibilitas.

Apa yang dihadapi Explorer

Dalam konteks persaingan pasar , lebih dari 64% pengguna browser saat ini menggunakan Chrome. Explorer telah turun menjadi kurang dari 1%, dan bahkan Edge hanya menyumbang sekitar 4% pengguna. Apa yang membuat Chrome semakin berkembang di pasar browser?



Chrome pertama kali diperkenalkan oleh Google pada tahun 2008, pada proyek Chromium open source, dan sejak itu dikembangkan dan didukung secara aktif.

Menjadi open source berarti perangkat lunak tersedia untuk umum, dan siapa pun dapat memeriksa kode sumber yang berjalan di belakangnya. Individu bahkan dapat berkontribusi pada kode sumber, sehingga meningkatkan produktivitas, keandalan, dan keamanan perangkat lunak. Ini tidak pernah menjadi pilihan dengan Explorer.

Selain itu, Chrome adalah multi-platform: dapat digunakan di sistem operasi lain seperti Linux, MacOS, dan pada perangkat seluler, dan telah mendukung berbagai sistem jauh sebelum Edge dirilis.

Sementara itu, Explorer terutama telah dibatasi sistemnya ke Windows, XBox, dan beberapa versi MacOS.

Edge dan Chrome

Browser Edge Microsoft menggunakan kode sumber terbuka Chromium yang sama dengan yang digunakan Chrome sejak awal. Ini menggembirakan, tetapi masih harus dilihat bagaimana Edge akan bersaing dengan Chrome dan browser lain untuk memenangkan kepercayaan pengguna.

Kami tidak akan terkejut jika Microsoft gagal mendorong pelanggan untuk menggunakan Edge sebagai browser favorit mereka. Statistik terbaru menunjukkan Edge masih jauh di belakang Chrome dalam hal pangsa pasar.

Selain itu, fakta bahwa Microsoft membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menghentikan Explorer setelah rilis awal Edge menunjukkan bahwa perusahaan tersebut belum sukses dalam memasarkan Edge.

A screenshot of a Microsoft web page showing Internet Explorer has been retired.
Hanya beberapa sistem operasi Microsoft (terutama platform server) yang akan terus menerima pembaruan keamanan untuk Explorer berdasarkan perjanjian dukungan jangka panjang. Screenshot

Apa selanjutnya?

Browser web memainkan peran penting dalam membangun privasi dan keamanan bagi pengguna. Desain dan kenyamanan merupakan faktor penting bagi pengguna saat memilih browser. Jadi pada akhirnya, browser yang paling efektif menyeimbangkan keamanan dan kemudahan penggunaan akan dipilih pengguna.

Dan sulit untuk mengatakan apakah popularitas Chrome saat ini akan bertahan. Google pasti menginginkannya untuk terus berlanjut, karena browser web adalah sumber pendapatan yang signifikan.

Tetapi Google sebagai perusahaan menjadi semakin tidak populer karena adanya Pengumpulan data dan iklan intrusif praktik. Chrome adalah komponen kunci dari mesin pengumpul data Google, jadi mungkin saja penggunanya perlahan-lahan akan berpaling.

Adapun apa yang harus dilakukan Explorer (jika kamu salah satu dari sedikit orang yang masih memilikinya di desktopmu) – cukup unsinstall saja untuk menghindari risiko keamanan.

Bahkan jika kamu tidak menggunakan Explorer, hanya dengan meng-install-nya dapat mengancam perangkatmu. Tidak ada yang ingin menjadi korban serangan cyber melalui browser yang sudah mati!


Arina Apsarini dari Binus University menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 184,100 academics and researchers from 4,967 institutions.

Register now