Menu Close
Harimau berjalan di antara dedaunan.
Belang pada harimau membuat mereka bisa menyatu dengan pohon dan rerumputan di habitat mereka, di Asia. Frédéric Soltan/Corbis via Getty Images

Mengapa harimau memiliki belang? Ini kata ahli

Saat harimau mengintai mangsa, biasanya saat senja atau fajar, mereka hampir tidak terlihat. Baik tinggal di padang rumput atau hutan, harimau liar memiliki warna oranye terang dengan garis-garis hitam.

Bagaimana hewan dengan warna terang ini bisa bersembunyi dengan baik untuk berburu?

Jawabannya : kamuflase!

Harimau hijau?

Dalam pekerjaan saya sebagai seorang dokter hewan, saya memperhatikan bagaimana beragam kulit, bulu, warna, bintik dan belang telah berevolusi, baik untuk membantu memikat pasangan atau menyembunyikan keberadaan mereka

Kamuflase – atau “menyamarkan warna” – membuat mereka bisa bersembunyi, tanpa terdeteksi.

Harimau adalah predator utama dan peringkat atas dalam rantai makanan, mereka tidak perlu bersembunyi dari hewan lain yang ingin memangsa mereka.

Mereka adalah karnivora – pemakan daging – dan bergantung kepada kemampuan bersembunyi untuk berburu.

foto harimau bagaimana manusia melihatnya dan rusa melihatnya
Mata manusia bisa memproses merah, hijau, dan biru, sehingga bagi kita, harimau terlihat oranye (kanan). Rusa hanya memproses hijau dan biru, yang membuat mereka buta warna (kiri). J. G. Fennell et al, _Journal of The Royal Society Interface_, CC BY

Harimau terbantu oleh terbatasnya pandangan mangsa mereka. Rusa dan satwa lainnya tidak bisa melihat banyak warna, mirip seperti manusia yang buta warna.

Karena mereka hanya melihat sedikit warna, mereka mampu melihat lebih baik dalam keadaan redup, tapi ini juga membuat mereka sangat rentan terhadap serangan predator.

Di mata mereka, kulit harimau tidak terlihat berwarna oranye menyala, tapi berwarna hijau dan menyatu dengan alam.

Bersembunyi secara terbuka

Belang-belang pada harimau juga memiliki peran yang penting. Garis atau belang vertikal yang mereka miliki, dalam warna cokelat hingga hitam, merupakan contoh dari apa yang disebut oleh para ahli biologi sebagai gangguan pewarnaan.

Garis-garis ini membantu harimau menyaru dengan pohon-pohon dan rerumputan yang tinggi.

Ini penting karena predator ini tidak berburu dalam kelompok seperti singa, atau memiliki kecepatan tinggi seperti cheetah. Harimau merupakan kucing yang penyendiri dan mengandalkan kemampuan bersembunyi dan kamuflase untuk bertahan hidup.

Harimau Bengal berkamuflase di antara pohon-pohon dan foliage di Taman Nasional Kanha, India. Kailash Kumbhkar/Wikimedia Commons, CC BY

Bentuk belang ini juga bervariasi di antara 6 subspesies harimau. Harimau Sumatra memiliki belang lebih kecil dan banyak ketimbang yang lain. Ini membantu mereka untuk tetap tersembunyi di belantara hutan.

Unik seperti sidik jari

Kalau kita melihat harimau yang berbeda dengan lebih dekat, kita akan menyadari bahwa pola belang mereka sangat unik, sama seperti pola belang di zebra. Tidak ada yang sama, mirip seperti sidik jari manusia.

Setiap harimau memiliki pola belang yang unik – dan tidak ada yang berukuran sama pada dua sisi! Mathias Appel/Wikimedia Commons

Ini membuat para peneliti yang mempelajari mereka di habitat asli bisa mengidentifikasi dan menghitung harimau. Mereka menggunakan kamera jarak jauh untuk mengambil foto hewan saat mereka melintas.

Dengan menggunakan metode ini, para ahli harimau memprediksi hanya ada 3.400 harimau liar yang kini berada di Asia.

Bukan hanya kulit harimau yang dihiasi dengan belang hitam. Saat kami harus membius harimau untuk merawat luka atau memeriksa gigi mereka, kami harus mencukur bulu mereka.

Kami selalu terkejut melihat kulit mereka, mereka memiliki pola yang sama di kulit seperti warna bulu mereka; seakan-akan mereka memiliki tato!

Harimau putih

Jadi, apabila belang membantu harimau berkamuflase dari mangsa, kenapa ada yang berwarna putih? Bukankah mereka akan menjadi sangat menonjol di hutan, apalagi dengan bulu putih dan belang hitam?

Iya, ini benar!

Harimau putih atau harimau putih dengan belang terlihat umum karena mereka sering muncul di TV atau di atraksi wisata. Padahal warna ini sebenarnya jarang di alam liar.

Mutasi genetis pada Harimau Bengal membuat warna mereka seputih susu. Kedua induk membawa gen yang langka untuk menghasilkan bayi harimau berwarna putih.

Harimau putih dikembangbiakkan dengan kerabat dalam penangkaran untuk menarik wisatawan – dan hasil ini memproduksi keturunan yang tidak sehat.

Warna putih pada harimau disebabkan oleh mutasi genetis yang langka. Dalam penangkaran, kebun binatang membiakkan harimau-harimau ini, memproduksi keturunan yang terlihat cantik tapi sakit untuk menarik wisatawan. Basile Morin/Wikimedia, CC BY

Hanya ada sedikit harimau putih di alam liar; terakhir kali terlihat sekitar 60 tahun lalu.

Ini masuk akal dalam konteks evolusi. Harimau putih dan hitam lebih mudah terlihat ketimbang harimau oranye, jadi akan lebih sulit bagi mereka untuk menangkap mangsa.

Belang-belang yang unik dari harimau membantu mereka berburu, tapi juga menjadi alasan ancaman kepunahan mereka.

Manusia membunuh harimau karena kulit mereka yang indah, harganya cukup tinggi di lingkaran perdagangan ilegal satwa liar, terutama di Asia.

Penjaga hutan dan grup konservasi terus bekerja bersama untuk melindungi hewan ikonik ini: harimau adalah yang terbesar dari semua kucing besar.


Fidelis Eka Satriastanti menerjemahkan ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 119,900 academics and researchers from 3,852 institutions.

Register now