Menurut prediksi sains, siapa pemenang Piala Dunia 2018?

Menurut prediksi sains, siapa pemenang Piala Dunia 2018?

Artikel terkini dalam rangkaian seri Piala Dunia yang mengeksplorasi isu politik, ekonomi, sains dan sosial di balik pergelaran olah raga paling populer di dunia.


Piala Dunia 2018 di Rusia mulai 14 Juni lalu. Australia adalah satu dari 32 tim yang berharap menjadi juara dalam permainan indah ini.

Tapi bagaimana peluang Australia memenangkan Piala Dunia kali ini? Dan seberapa sulit untuk memprediksi pemenangnnya?

Salah satu model prediksi dibuat oleh ahli statistik dari Austria memberi Australia probabilitas kecil sekali yaitu 0,0022 untuk menang—sekitar 1 peluang dari 450 (peluang menang). Mengingat peluang begitu kecil seperti ini, apakah pantas begadang untuk menonton permainan tim Australia?

Model serupa memprediksi bahwa Brasil memiliki probabilitas tertinggi untuk menang pada angka 0,163 ( sekitar 1 dari 6). Jadi Brasil adalah 74 kali lebih mungkin untuk menang di Piala Dunia ketimbang Australia, dan agaknya orang-orang Brasil akan menjadi setidaknya 74 kali lebih kecewa ketimbang orang-orang Australia jika mereka tidak menang.


Read more: Why some Western companies are distancing themselves from the World Cup brand


Krisis nomor taruhan

Bagaimana model ini telah memunculkan probabalititas masing-masing tim? Model ini mengkombinasikan peluang taruhan dari 26 bandar taruhan untuk memperkirakan keseluruhan kemampuan masing-masing tim.

Bandar taruhan mempekerjakan ahli-ahli sepak bola untuk mengukur peluang mereka, jadi model statistik tersebut memanfaatkan keahlian ini. Peluang bandar taruhan juga menjadi lebih pendek jika banyak uang ditempatkan di sebuah tim, jadi model ini juga memanfatkan pengetahuan banyak orang.

Pada Piala Dunia 2014, satu model yang menggunakan peluang taruhan dengan tepat memilih tiga dari empat semifinalis (Brasil, Jerman, dan Argentina), hanya meninggalkan Belanda. (Model ini juga telah memprediksi bahwa Brasil adalah “jelas favorit”, tapi Jerman menang turnamen setelah menghajar Brasil 7-1 dalam semifinal.

Ada model prediksi alternatif yang menggunakan rating “Elo” untuk masing-masing tim. Rating ini menggunakan hasil pertandingan terbaru, yang masuk akal, tapi mereka tidak dapat memperhitungkan peristiwa di luar lapangan seperti cedera pemain penting yang diketahui oleh bandar taruhan.

Predikdi berbasis rating untuk Australia bahkan lebih buruk, dengan probabilitas sekitar 1 dari 2.500. Jadi bandar taruhan lebih optimis tentang peluang Australia ketimbang yang dihitung semata-mata berbasis formula tersebut.

Jangan lupa bahwa walau peluang bandar taruhan begitu bermanfaat, perhitungan mereka bukan probabilitas sebenarnya yang mereka percaya bahwa masing-masing negara memiliki (peluang) kemenangan. Lebih dari itu, prediksi tersebut didesain untuk mendapatkan uang untuk bandar taruhan, berdasarkan perbedaan antara peluang mereka dan peluang yang diketahui petaruh profesional.

Simulasi turnamen

Untuk memenangkan Piala Dunia, tim harus menyapu dua tim teratas dalam empat grup tim, dan kemudian memenangkan empat pertandingan KO berturut-turut. Model prediksi ini sampai pada pemenang keseluruhan dengan mensimulasikan pemenang masing-masing permainan berdasarkan pada kemampuan dua tim.

Simulasi ini menggunakan sistem random. Jadi jika sebuah tim memiliki probabilitas 0,7 (70%) untuk memenangkan sebuah pertandingan, maka dia akan menang sekitar 7 pertandingan dalam setiap 10 simulasi. Karena setiap permainan bersifat random, simulasi kadang-kadang akan menciptakan turnamen yang tidak diduga dengan dua tim yang tidak layak di final.

Kami dapat memprediksi probabilitas Australia memenangkan tropi dengan menghitung proporsi simulasi turnamen yang mereka menangi. Kami menjalankan 10.000 simulasi menggunakan model berbasis rating (terima kasih kepada Claus Ekstrøm untuk koding data dan simulasi Piala Dunia).

Australia memenangkan Piala Dunia hanya tiga kali, dan mereka mengacaukan peluang tersebut dengan mengalahkan tim-tim berikut:

  1. Nigeria (bertahan 16), Spanyol (perempat final ), Inggris (semifina), Peru (final)
  2. Kroasia (bertahan 16), Portugal (perempat final), Meksiko (semifinal), Argentina (final)
  3. Kroasia (bertahan 16), Portugal (perempat final), Inggris (semi final), Polandia (final).

Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa agar Australia menang, mereka perlu berhasil mencapai beberapa kemenangan luar biasa dan jalan mereka menuju final butuh menundukkan rintangan terbesar tersebut. Jadi penggemar Australia harus bersorak untuk underdog di mana-mana, terutama pada setengah dari hasil imbang mereka (grup A sampai D).

Mensimulasikan keseluruhan turnamen menjelaskan fakta bahwa beberapa tim memiliki seri grup yang lebih mudah, dan mungkin juga menghindari tim-tim besar dalam babak sistem gugur.

Sebagai contoh, bila kita menukar Australia (grup C) dan Arab Saudi (grup A) maka ini menempatkan Australia dalam posisi yang tampak seperti kelompok terlemah, dan probabilitas mereka untuk menang meningkat dari sekitar 1 dari 2.500 menjadi sekitar 1 dari 1.400. Sebuah peningkatan yang relatif besar dalam peluang, tapi masih merupakan sebuah tembakan panjang yang sangat besar.

Sepak bola tidak bisa diprediksi

Semua model prediksi menghasilkan probabilitas dengan menghitung berapa kali suatu tim menang dan membaginya dengan jumlah total simulasi.

Probabilitas ini mempertimbangkan ribuan kemungkinan, sedangkan Piala Dunia sesungguhnya hanya akan dijalankan sekali. Bahkan jika kita menggunakan model bandar taruhan untuk bertaruh pada hasil yang paling mungkin dari kemenangan Brasil, kita masih salah lima dari enam kali.

Kami lebih mungkin salah daripada benar, tim apa pun yang kami pilih, hanya karena ada satu pemenang dan ada banyak tim yang bagus. Ketidakpastian ini yang membuat Piala Dunia begitu menegangkan, meski kami masih senang mencoba memprediksi hasilnya.

Tak ada satu pun prediksi yang dapat menjelaskan tindakan acak seperti keracunan makanan, kartu kuning dan merah atau “Tangan Tuhan”.

Momen ‘Tangan Tuhan’ yang meremukkan penggemar Inggris.

Pada Piala Dunia 2002, semifinal menampilkan dua tim besar, Brasil dan Jerman, tapi juga memiliki dua tim luar, Turki dan Korea Selatan. Turki bahkan tidak lolos ke Piala Dunia tahun ini dan Korea Selatan memiliki kemungkinan 1 dari 500 peluang menang.


Read more: Is Russia worthy of hosting the World Cup?


Kebanyakan model prediksi yang kami lihat sebagian besar menyatakan yang sudah jelas, karena empat semifinalis yang paling mungkin adalah:

Jadi dalam banyak cara, model-model itu sependapat dengan apa yang diprediksi oleh kebanyakan orang dengan pengetahuan sepak bola yang baik.

Para model dan ahli juga setuju bahwa Australia hampir tidak mempunyai peluang untuk menang. Tapi peluang mereka masih lebih baik daripada Italia, Belanda dan Amerika Serikat, mereka tidak ada yang berhasil ke turnamen sama sekali.

Untuk alasan ini saja, ada baiknya begadang.

This article was originally published in English

Double your gift to the The Conversation. For a limited time, your donation of up to $1000 will be matched dollar-for-dollar.