Menu Close

Prioritas Gen Z dalam dunia kerja: apa yang mereka cari?

Generasi Z atau Gen Z (lahir 1997-2012) menjadi generasi yang paling disorot dalam banyak diskusi di berbagai tempat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi Gen Z mencapai 34,74% dari seluruh usia produktif di Indonesia.

Banyaknya Gen Z yang mulai masuk menjadi tenaga kerja juga menjadi tantangan tersendiri. Meskipun sebuah penelitian mengatakan Gen Z memiliki karakter yang sama dengan generasi Milenial, mereka memiliki tetap memiliki karakteristik uniknya sendiri dan prioritas yang berbeda dalam mencari pekerjaan.

Lantas, apa yang gen Z cari dalam sebuah pekerjaan?

Dalam episode SuarAkademia terbaru, kami berdiskusi dengan Adhi Cahya Fahadayna, Dosen dari Universitas Brawijaya, Malang.

Adhi mengatakan prioritas yang dicari generasi Z dalam dunia kerja berbeda bila dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Jika generasi X dan Milenial mencari stabilitas dan keamanan dalam bekerja, generasi Z melihat fleksibilitas dalam bekerja dan work-life balance sebagai dua hal yang paling penting bagi mereka.

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, pemberian jam kerja yang fleksibel dan keseimbangan antara kehidupan personal dan pekerjaan terhadap gen Z ternyata terbukti bisa menaikkan produktivitas generasi ini.

Adhi juga menambahkan generasi ini mencari mentor yang bisa meningkatkan kapabilitas mereka dalam bekerja di dunia kerja. Menurutnya, Gen Z adalah generasi yang suka mempelajari hal baru dan akan merasa nyaman untuk bekerja di sebuah tempat yang memberikan arahan yang jelas dalam melakukan pekerjaan dan membangun masa depan mereka sebagai pekerja.

Namun, Gen Z juga perlu memperhatikan kemampuan yang mereka butuhkan untuk memasuki dunia kerja. Adhi beranggapan Gen Z perlu memiliki pemahaman tentang aspek adaptasi di lingkungan kerja, profesionalisme, dan nilai pengalaman dalam dunia kerja.

Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 187,000 academics and researchers from 4,998 institutions.

Register now