Menu Close
The Glory, Reborn Rich

‘Reborn Rich’ dan ‘The Glory’ beri harapan di tengah perjuangan kelas masyarakat menengah Korea

Dalam beberapa tahun belakang, film dan drama Korea Selatan banyak mengangkat tentang isu perjuangan kelas. Sebut saja Parasite (2019), Itaewon Class (2020), dan Squid Game (2021).

Hal ini tidaklah mengherankan karena dalam satu dekade terakhir, kesenjangan kekayaan antara kelompok kaya dan miskin di Korea Selatan justru semakin melebar. Pada 2017 misalnya, pendapatan rata-rata per bulan orang yang bekerja di perusahaan besar 60% lebih tinggi dari orang yang bekerja di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sana.

Laporan terbaru dari Biro Statistik Korea Selatan menyebutkan bahwa anak muda dari keluarga kaya di Korea Selatan memiliki pendapatan tahunan tiga kali lebih besar dari anak muda keluarga miskin.

Perbedaan kekayaan ini akan semakin besar ketika anak muda dari keluarga kaya tersebut memperoleh kekayaan dari orang tuanya. Imbasnya, anak muda dari keluarga kaya memiliki harta 35 kali lipat lebih banyak dari anak muda dari keluarga miskin.

Kenyataan ini bukan sesuatu yang mudah buat masyarakat kelas menengah Korea Selatan. Namun, drama Korea terbaru Reborn Rich (2022) dan The Glory (2022) mencoba memberikan sedikit optimisme terhadap perjuangan kelas menengah bawah dalam memperbaiki kualitas hidupnya.

Narasi serupa

Reborn Rich yang diperankan aktor Korea Selatan kenamaan Song Jong Ki, bercerita tentang kehidupan seorang yang menjalani dua kehidupan. Song Jong Ki berperan sebagai Yoon Hyun Woo, seorang senior manager di perusahaan besar Soonyang, dan Jin Do Jun, cucu bungsu pemilik Grup Soonyang.

Berasal dari keluarga miskin, Yoon Hyun Woo harus membangun kariernya dari nol untuk mendapatkan posisi manager di Soonyang, hingga akhirnya dia dibunuh oleh atasannya dan kemudian reinkarnasi menjadi Jin Do Jun, yang merupakan cucu pemilik Soonyang.

Drama ini menunjukkan perjuangan yang kontras antara Yoon Hyun Woo dan Jin Do Jun dalam mendapatkan kekayaan.

Berbeda dengan Yoon Hyun Woo yang harus berjuang mati-matian untuk menaikkan status sosialnya, Jin Do Jun menjalani hidup relatif lebih mudah. Jin Do Jun mendapatkan hak istimewa karena terlahir sebagai keturunan konglomerat.

Sementara itu, The Glory berkisah tentang Moon Dong Eun (diperankan oleh Song Hye Kyo), seorang yang terlahir dari keluarga miskin dan harus mengalami kekerasan dan pelecehan secara brutal yang dilakukan oleh geng kaya di kelasnya. Serial ini bercerita bagaimana Moon Dong Eun dewasa berusaha membalas dendam setelah menaiki tangga kelas sosial dengan menjadi pendidik, yang merupakan salah satu profesi yang prestisius di Korea Selatan.

Kedua serial ini mengangkat tema serupa terkait perjuangan kelas menengah bawah dalam memperoleh keadilan dalam kehidupan mereka.

Fenomena “Teori Kelas Sendok” di Korea Selatan

Teori Kelas Sendok” yang banyak diperbincangkan oleh generasi milenial Korea Selatan di komunitas online bisa menjelaskan karakter dan plot dalam Reborn Rich dan The Glory.

Fenomena ini mengacu pada gagasan bahwa pencapaian sosial ekonomi seseorang ditentukan oleh latar belakang kekayaan keluarga. Yang berarti, peluang tidak tersedia secara merata bagi semua orang. Sebab, ada yang lahir dengan “sendok emas” (gold spoon) yaitu lahir dalam kekayaan, sementara tak sedikit yang lahir dengan “sendok kotoran” (dirt spoon) atau lahir dalam dari keluarga miskin.

Generasi muda Korea Selatan membuat kategori ini karena mereka merasa tidak puas dengan perbedaan ekstrem antarkelas sosial.

Dalam Reborn Rich, Yoon Hyun Woo dengan “sendok kotoran” sedangkan Jin Do Jun adalah “sendok emas”, kemudian dalam The Glory, Moon Dong Eun merupakan “sendok kotoran” yang berupaya untuk menaikkan status kelasnya demi balas dendam.

Menepis realitas

Baik Reborn Rich dan The Glory berusaha menepis realitas pahit kaum kelas menengah bawah dalam upaya mereka menaiki tangga sosial.

Fakta di masyarakat Korea Selatan menunjukkan bahwa lulusan universitas tidak memiliki peluang untuk menjadi kaya, bahkan untuk sekadar meningkatkan status sosial ekonomi.

Saat ini banyak dari kalangan atas yang menggunakan status dan pengaruhnya untuk memberikan keuntungan akademik bagi anak-anak mereka. Sebagai contoh, anak-anak yang masih berada di bangku sekolah menengah mendapat kesempatan magang di perusahaan bonafide sehingga memudahkan mereka untuk diterima di universitas bergengsi. Hal inilah yang semakin memperkokoh ketidaksetaraan sosial di Korea Selatan.

Kendati demikian, premis-premis perjuangan kelas yang ditampilkan dalam drama Korea setidaknya memberikan harapan bagi kelas bawah yang mengalami keterbatasan hidup. Seperti yang ditampilkan dalam karakter Moon Dong Eun, penonton ditunjukkan bahwa tidak perlu lahir kembali di keluarga kaya (Reborn Rich) untuk mendapatkan kejayaan (The Glory). Penonton diberi harapan bahwa pertarungan David versus Goliath adalah hal yang mungkin terjadi.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 185,400 academics and researchers from 4,982 institutions.

Register now