Articles on Kekerasan seksual

Displaying all articles

Perempuan Indonesia melakukan unjuk rasa menuntut hak-hak perempuan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di depan Istana Presiden di Jakarta tahun 2017 Bagus Indahono/EPA

Mengapa kelompok liberal dan konservatif perlu mendukung RUU PKS

Menghapuskan kekerasan seksual merupakan kepentingan baik bagi kelompok liberal maupun konservatif.
Di Australia, kebanyakan perempuan tidak melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya di tempat kerja bahkan ketika kekerasan tersebut telah melewati batas kewajaran. shutterstock.com

Perempuan tidak melapor ketika dilecehkan di kantor karena tidak ada yang mendengar mereka

Kebanyakan perempuan tidak melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di tempat kerja. Mereka takut akan menunjukkan reaksi berlebihan yang malah mengancam keberlangsungan karirnya
Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus dikarenakan nihilnya perspektif gender dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual baik di lingkungan akademik perguruan tinggi maupun aparat hukum. www.shutterstock.com

Tidak hanya di Amerika, kekerasan seksual di kampus juga marak di Indonesia

Tidak adanya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual inilah yang mengakibatkan tingginya kasus kekerasan seksual di universitas tinggi.
Islam melarang pemerkosaan dalam perkawinan. Di Indonesia pemerkosaan dalam perkawinan jarang dibicarakan meski data menunjukkan hal itu terjadi pada banyak perempuan. www.shutterstock.com

Larangan Islam atas pemerkosaan dalam perkawinan

Islam mengajarkan kasih sayang dan kebaikan, maka pemerkosaan dalam perkawinan, yang juga banyak terjadi di Indonesia, jelas dilarang agama.
Kalau saja “Ibu”, tokoh seram ‘Pengabdi Setan’, mendapatkan BPJS Kesehatan, mungkin nasibnya akan lebih baik. Rapi Films

‘Pengabdi Setan’ dan kisah hantu perempuan: simbol adanya kekerasan terhadap perempuan

Film 'Pengabdi Setan' sedang menjadi pembicaraan hangat. Penonton kabarnya sangat ketakutan. Hantu perempuan seperti Ibu dan yang lainnya memberi kita satu pelajaran: perempuan masih jadi korban.

Top contributors

More