Kilang minyak Chevron El Guendo (kiri), dan Kawasan hutan nasional Bom Futuro (kanan). Pedro Szekely/WikimediaCommons, Reuters/Nacho Doce

Apakah etis mengganti emisi dari polusi pabrik di California dengan membayar karbon dari hutan Amazon? Ini jawaban akademisi

Kebakaran hutan yang terjadi di Amazon, Brasil telah membuat marah seluruh dunia. Namun, apakah orang yang hidup di belahan dunia lain yang jauh dari hutan hujan Amazon dapat membantu menyelamatkannya?

Negara bagian California di AS menyatakan mereka telah memiliki jawabannya.

Pada 19 September lalu, Dewan Sumber Daya Udara California telah mengadopsi Standar Hutan Tropis (Tropical Forest Standar), yang menetapkan dasar bagi penggunaan listrik, kilang minyak dan pencemar lainnya di California untuk “offset” (kompensasi) emisi gas rumah kaca mereka dengan membayar pemerintah di kawasan hutan tropis untuk tidak menebang pohon.

Semua orang diuntungkan dengan keberadaan hutan hujan tropis yang memiliki kemampuan menyimpan karbon dioksida jumlah besar dan melepaskan dengan jumlah yang besar ketika hutan tersebut hilang. Teorinya, ini membayar untuk melindungi.

Standar tersebut adalah bagian dari kebijakan iklim yang ambisius dari pemerintah California yang mencakup target pengurangan emisi yang signifikan dan membatasi jumlah kompensasi yang dapat dibeli oleh pencemar.

Pemerintah negara tropis di seluruh dunia sekarang dapat mencoba memasukkan tawaran untuk offset mereka ke pemerintah California. Setidaknya satu miliar dolar AS pada tahun 2030 telah ditawarkan untuk melindungi hutan tropis atau 100 kali lebih banyak dari yang ditawarkan Uni Eropa ke Brasil untuk memerangi kebakaran di Amazon.

Tapi, seperti yang diperdebatkan di sidang pada 19 September di Sacramento, Standar Hutan Tropis tersebut kontroversial.

Beberapa kelompok masyarakat adat, pembuat kebijakan, pemerhati lingkungan dan peneliti melihat standar tersebut sebagai cara baru untuk membantu secara finansial dalam upaya melindungi hutan tropis. Lainnya mengatakan tindakan tersebut tidak akan membendung deforestasi, malah membahayakan masyarakat yang rentan.

‘Pasar karbon’ California

Para pembuat kebijakan telah mempertimbangkan cara agar California dapat mengurangi deforestasi setidaknya sejak saya memulai penelitian hukum dan antropologis tentang offset hutan akhir tahun 2000an.

Negara bagian California adalah rumah bagi salah satu pasar karbon yang penting, yang dikenal dengan “cap and trade” (mekanisme yang membatasi jumlah emisi dari sumber tertentu). Sepuluh negara bagian AS, Uni Eropa, Quebec dan beberapa kota di Cina menggunakan program cap-and-trade ini.

Dalam program cap-and-trade, pembuat kebijakan membatasi jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan setiap tahun dan mengeluarkan “jaminan” untuk mencemari. Pencemar juga dapat “memperdagangkan” jaminan ini di antara mereka.

Dari perspektif perubahan iklim global, sumber gas rumah kaca tidak menjadi masalah karena dampaknya sama saja.

Sebagai alternatif untuk mengurangi emisi mereka, pencemar di California sudah dapat membeli “offset” terbatas dari entitas yang disetujui. Misalnya, untuk setiap metrik ton karbon dioksida yang disimpan oleh Suku Yurok di hutan California Utara, mereka dapat menjual offset karbon tersebut kepada pencemar di California. Sebagai gantinya, para pencemar —— seperti kilang minyak Chevron di Richmond — dapat mengeluarkan emisi mereka.

Dalam beberapa tahun, kilang yang sama berpotensi membayar negara bagian Acre di Brasil untuk melindungi hutan hujan Amazon.

Emisi karbon: kurangi or offset? AP Photo/Paul Sakuma, File

Landasan Etis

Logika ekonomi offset karbon internasional adalah para pencemar bisa aman membayar yang lain untuk mengurangi emisi.

Namun, Standard Hutan Tropis yang diakui oleh California mungkin tidak memiliki landasan etis yang kuat.

Sama halnya dengan indulgensi Katolik yang memaafkan orang berdosa dengan membayar gereja, maka offset karbon seperti memberikan pengampunan kepada para perusahaan pencemar untuk berubah.

Bagi orang yang hidup dengan kabut asap, penting untuk mengetahui sumber polusi. Foto AP / Nick Ut, File

Mekanisme offset karbon mungkin memberikan waktu bagi Bumi untuk pulih, sementara manusia terus mengembangkan energi terbarukan dan teknologi rendah karbon. Namun, ini hanya menunda kebutuhan mendesak untuk transisi energi dari bahan bakar fosil.
Kelompok pro lingkungan hidup di California telah mengkritik kebijakan offset tersebut. Mereka menyatakan bahwa lokasi dari sumber polusi udara juga penting diperhatikan.

Emisi gas rumah kaca yang berasal dari pembangkit listrik dan kilang minyak keluar bersama dengan partikel berbahaya dan polutan berbahaya lainnya yang dapat memperburuk asma dan menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya.

Peneltian menunjukkan bahwa orang kulit berwarna sering tinggal dan bekerja di wilayah dengan kualitas udara terburuk, baik di California maupun di tempat lain di Amerika Serikat.

Dalam upaya melindungi hutan tropis, Standar Hutan Tropis justru memperburuk isu ketidakadilan alih-alih mengurangi polusi di California.

Konsekuensi tidak disengaja

Pasar di California sudah ada untuk offset karbon. Lalu, apakah penting apabila pencemar membeli dari hutan di California Utara atau daerah tropis lainnya?

Secara etis, ya. Hal ini karena offset dari hutan tropis dapat membahayakan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa sebuah program di Kenya, misalnya, komunitas yang lebih miskin menerima sedikit manfaat dari penjualan offset karbon ketimbang yang kaya. Di Zanzibar, program offset justru mengganggu norma perlindungan hutan yang sudah lama ada.

Program karbon hutan lainnya, seperti di Ekuador, belum mendapatkan persetujuan atau partisipasi yang berarti dari masyarakat setempat. Masyarat adat dan komunitas terpinggirkan lainnya sangat rentan terhadap offset karbon yang memperburuk ketidaksetaraan yang ada.

Standar Hutan Tropis berupaya untuk menghindari ancaman tersebut. Standar tersebut mensyaratkan bahwa setiap offset dari program anti-deforestasi pemerintah yang memenuhi perlindungan sosial dan lingkungan yang tinggi di seluruh yurisdiksi. Dan, bukan datang dari perusahaan swasta yang tidak jelas atau pemerintahan opresif.

Para pendukung offset berharap bahwa pemerintah hutan tropis di mana pun akan berusaha untuk memenuhi standar ketat ini untuk mengakses pendanaan.

Meski demikian, tampuk pemerintahan berubah. Para pemimpin baru dapat menghilangkan atau mengurangi perlindungan bagi hutan tropis dan masyarakat dengan cara yang melanggar standar California. Dari ribuan mil jauhnya, sulit untuk mengetahui apakah pelanggaran telah terjadi.

Para pengritik Standar Hutan Tropis juga khawatir bahwa mereka tidak bisa mengetahui pasti seandainya hutan telah ditebang habis tanpa pendanaan offset. Kekhawatiran ini juga diungkapkan oleh offset karbon lainnya.

Uang jumlah besar yang mengalir dari California seharusnya memberikan insentif kepada pemerintah untuk melindungi hutan-hutan yang terancam. Namun, juga bisa membuat mereka klaim hutan yang sudah terlindungi sebagai hutan punah.

Iklim berubah, moral berubah

Berdasarkan cara pandang etika lingkungan, detail sangat penting.

Perubahan iklim mengancam manusia dan kehidupan mahkluk hidup lainnya. Jika pengurangan emisi dari offset tidak nyata, justru berkontribusi pada ancaman terhadap manusia dan mahkluk hidup lainnya.

Namun, California telah mengambil sikap etis dalam mendukung Standar Hutan Tropis. Tidak melakukan apa-apa atas perubahan iklim mendukung status quo: Penghancuran atas hutan Amazon dan hutan tropis lainnya yang penting bagi dunia.

Baru-baru ini, penulis dan aktivis iklim Bill McKibben, membandingkan momen yang saat ini dengan menit-menit terakhir pertandingan sepak bola.

Dalam posisi tertinggal, sebuah tim akan melakukan segala cara, termasuk yang risikonya besar sekali, demi meraih kemenangan.

Fahri Nur Muharom menerjemahkan artikel ini dari Bahasa inggris.

This article was originally published in English