Perikanan bagan tangkap untuk nelayan teri dapat menggunakan lampu LED untuk menghemat biaya dan meningkatkan penghasilan. wikimedia commons

Riset: penggunaan teknologi lampu hemat energi LED dalam penangkapan ikan lebih menguntungkan

Nelayan di Indonesia menangkap ikan dengan berbagai jenis alat tangkap, antara lain pancing, jaring, bubu, jala serta penggunaan teknologi penangkapan ikan dengan alat bantu cahaya.

Metode penangkapan ikan yang menggunakan alat bantu cahaya atau yang dikenal dengan sebutan light fishing sudah dipakai sejak awal tahun 1900-an di Norwegia, Jepang dan Cina. Sementara, nelayan Indonesia baru mengenal teknik ini sekitar tahun 1950-an. Teknik ini pertama kali digunakan oleh nelayan di perairan Sulawesi Selatan dengan menggunakan lampu petromaks pada alat tangkap bagan tancap. Bagan tancap merupakan kelompok jaring angkat (lift net) yang dipasang menetap di perairan dengan menggunakan rangka dari bambu.

Cahaya digunakan untuk menarik perhatian ikan yang menyukai cahaya (fototaksis positif) agar berkumpul di sekitar area penangkapan.

Sumber cahaya yang digunakan nelayan biasanya berasal dari lampu. Teknologi yang digunakan oleh nelayan berevolusi dari tahun ke tahun. Diawali dari pemakaian obor lalu beralih hingga yang terakhir penggunaan lampu neon dan lampu hemat energi LED (light emitting diode).

Perkembangan penggunaan jenis lampu.

Penelitian saya dan rekan saya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, tahun 2016 pada nelayan teri di Banten, menemukan bahwa pemakaian teknologi lampu LED lebih menguntungkan dibanding penggunaan lampu neon dalam penangkapan ikan dengan bagan tancap.

Meskipun harga mahal pada awalnya, penggunaan lampu LED lebih hemat energi hingga 30% dibanding lampu neon dan lebih efektif digunakan untuk meningkatkan hasil tangkapan hingga 25%.

Penelitian

Salah satu daerah yang menjadi pusat aktivitas penangkapan ikan dengan alat bantu cahaya adalah perairan Teluk Banten dengan alat tangkap bagan tancap. Aktivitas nelayan bagan berpusat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu yang terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang Provinsi Banten.

Sejak tahun 1970an hingga sekarang, daerah ini masih mempraktikkan perikanan bagan tancap.

Target utama penangkapan ikan menggunakan bagan tancap adalah berbagai jenis ikan teri (Stolephorus sp.), cumi-cumi (Loligo sp.) dan ikan pelagis lainnya.

Ikan teri hasil tangkapan bagan tancap.

Saya dan tim peneliti melakukan uji coba menggunakan lampu LED bekerja sama dengan lima orang nelayan bagan. Penelitian dilakukan dengan metode uji coba penangkapan.

Kami membandingkan aspek hasil tangkapan yang diperoleh pada bagan yang menggunakan lampu neon dan lampu LED selama satu bulan. Selain itu, kami juga menghitung jumlah konsumsi BBM dalam setiap perjalanan operasi penangkapan untuk membandingkan tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar.

Setelah itu, nelayan tetap dipersilakan menggunakan lampu LED selama satu tahun untuk mengetahui umur teknis lampu pada penggunaan untuk penangkapan ikan.

Penggunaan lampu LED lebih hemat energi karena membutuhkan lebih sedikit bahan bakar. Bahan bakar yang biasanya digunakan adalah bensin (pertalite) untuk menghidupkan generator sebagai sumber energi listrik untuk lampu yang digunakan.

Untuk satu malam, konsumsi pertalite sebagai bahan bakar generator untuk lampu neon bisa mencapai 6 liter per unit bagan tancap. Di Teluk Banten, ada lebih dari 150 unit bagan. Apabila musim panen ikan tiba dan seluruh bagan harus beroperasi, nelayan harus mengeluarkan dana sebesar Rp8.100.000 untuk 900 liter per hari.

Dalam satu tahun, musim puncak penangkapan umumnya berlangsung antara 3-5 bulan. Bila rata-rata musim puncak penangkapan berlangsung selama 4 bulan dengan hari operasi per bulan adalah 20 hari, maka total biaya untuk pemenuhan BBM tersebut mencapai 648 juta rupiah.

Bila dibanding dengan nelayan yang menggunakan lampu LED, kami membuktikan bahwa penggunaan lampu LED mampu menghemat bensin hingga 30%.

Artinya, bila dalam satu hari penggunaan lampu neon membutuhkan BBM sebanyak 6 liter, maka dengan menggunakan LED hanya menghabiskan BBM sebanyak 4,2 liter. Bila lampu LED diterapkan pada seluruh perikanan bagan di Teluk Banten, maka potensi penghematan biaya BBM mencapai 194,4 juta rupiah.

Selain itu, menangkap ikan dengan lampu LED lebih efektif karena berhasil meningkatkan bobot hasil tangkapan ikan teri hingga 25%.

Lampu LED juga lebih tahan lama yaitu sekitar 1,5 tahun, sementara lampu neon hanya bertahan hingga 3-4 bulan.

Meskipun biaya investasi awal lampu LED lebih mahal dibandingkan dengan lampu neon (harga lampu neon @ Rp. 60.000; harga lampu LED @ Rp. 120.000), namun dengan berbagai keunggulan yang telah dibuktikan tersebut, maka penerapan lampu LED memungkinkan pada perikanan bagan di Teluk Banten.

LED untuk masa depan perikanan bagan

Berkembangnya teknologi LED sebagai generasi terbaru lampu hemat energi membawa dampak positif bagi penghematan konsumsi energi di seluruh dunia.

Pengembangan LED sebagai lampu untuk memikat ikan harus melalui serangkaian proses penelitian dan uji coba yang komprehensif dan sistematis agar bisa sesuai dengan kebutuhan nelayan. Misalnya, penelitian harus memperhatikan jenis alat tangkap dan target ikan tangkapan.

Sumber energi lampu LED selain dari generator listrik juga dapat menggunakan energi lainnya yang lebih ramah lingkungan.

Sumber energi terbarukan lain yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik untuk menyalakan lampu LED antara lain sinar matahari melalui pemanfaatan panel surya, pembangkit listrik tenaga angin maupun pembangkit listrik tenaga air laut. Kombinasi pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai sumber listrik akan meningkatkan efisiensi usaha perikanan di masa mendatang.

Aplikasi lampu LED juga dapat dikombinasikan dengan sistem kendali mikro, sehingga warna dan intensitas yang diinginkan dapat diatur sesuai dengan target tangkapan yang diinginkan.

Kombinasi teknologi LED, kendali mikro dan sumber energi terbarukan diharapkan mampu menghasilkan teknologi lampu pintar (smart fishing lamp) sehingga dapat menghasilkan lampu yang ideal untuk perikanan bagan di Indonesia.

Hal ini penting dilakukan mengingat konsep pengembangan teknologi ini juga belum dilakukan di luar negeri pada perikanan tangkap skala kecil.


Dapatkan kumpulan berita lingkungan hidup yang perlu Anda tahu dalam sepekan. Daftar di sini.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 95,300 academics and researchers from 3,098 institutions.

Register now