Musim hujan yang dingin membuat kita harus menjaga tubuh tetap hangat. Joyfull/Shutterstock.com

Dingin? Fisiolog menjelaskan bagaimana menjaga tubuh tetap hangat

Entah itu menunggu bus, bermain di luar ruangan, atau jalan-jalan bareng anjing — saat musim dingin, setiap orang mencari cara untuk tetap hangat. Untungnya, proses pencernaan makanan dalam tubuh Anda juga berperan sebagai penghangat internal.

Namun ketika cuacanya dingin, beberapa strategi pertahanan pun penting untuk mencegah tubuh Anda kehilangan rasa hangat. Ketika suhu tubuh Anda dan suhu lingkungan sekitar Anda berbeda jauh, panas hilang lebih cepat. Ketika itu terjadi, akan lebih sulit bagi kita untuk menjaga suhu tubuh normal.

Dua orang dengan suhu tubuh sama persis dalam lingkungan yang sama persis pun dapat merasakan hal yang berbeda. Satu orang bisa merasa membeku sementara yang lain merasa baik-baik saja.

Namun, di luar pengalaman subjektif tentang perasaan dingin, peneliti tahu bahwa respons fisiologis alami terhadap dingin serta perilaku untuk beradaptasi terhadapnya (seperti berselimut) dapat menjaga suhu tubuh Anda tetap di sekitar 37 derajat celcius dan membuat Anda merasa tetap hangat.

Beberapa pekerjaan membutuhkan kita untuk berada dalam cuaca yang buruk, dan fisiolofi kita punya beberapa pertahanan untuk kondisi tersebut. U.S. Marine Corps/Lance Cpl. Cody Rowe, CC BY-NC

Apa yang tubuh lakukan

Darah Anda mengalir di tubuh Anda membawa nutrisi, oksigen, dan zat biologis penting lainnya. Sistem ini yang membuat panas diproduksi dalam otot di bawah kulit, tempat panas itu dilepaskan.

Ketika Anda memasuki lingkungan yang dingin, tubuh Anda mendistribusikan darah ke daerah badan, melindungi dan menjaga kehangatan yang ada di organ tubuh bagian itu. Dalam waktu yang sama, tubuh Anda menghalangi aliran darah ke kulit. Menyempitkan jalan darah ke kulit berarti semakin sedikit panas yang dilepas ke lingkungan. Dan semakin sedikit darah mengalir ke kulit—organ tubuh yang paling merasakan dingin–berarti Anda dapat menahan panas di tubuh Anda lebih lama.

Strategi pertahanan lain yang dilakukan tubuh Anda untuk tetap hangat ialah meningkatkan kinerja otot. Hal ini akan meningkatkan metabolisme dan menghasilkan lebih banyak panas. Coba bayangkan ketika Anda berjalan di daerah yang sangat dingin hingga gigi Anda bergemeletuk dan kaki serta tangan Anda bergetar tak terkendali menggigil. Mengaktifkan penggunaan otot yang tidak produktif ini justru adalah usaha tubuh kita untuk meningkatkan suhu dengan cara memproses lebih banyak nutrisi untuk terus memberikan kehangatan di dalam tubuh.

Perbedaan ukuran tubuh, lemak tubuh, dan metabolisme mempengaruhi perbedaan pengalaman tiap orang ketika merasakan rasa dingin. Orang-orang yang lebih kecil dengan tingkat lemak tubuh yang lebih rendah lebih mudah kehilangan panas daripada orang-orang yang lebih besar dengan lemak tubuh yang tinggi. Orang-orang yang lebih besar mungkin punya massa otot yang lebih tinggi yang membantu memproduksi panas atau lemak tubuh tinggi yang berfungsi sebagai insulator untuk mengurangi hilangnya panas. Perbedaan ini tidak mudah untuk diubah.

Hal-hal yang dapat Anda lakukan

Untuk menjaga rasa hangat, Anda dapat menggunakan pakaian Anda, aktivitas Anda, dan makanan Anda.

Hal paling umum yang dilakukan orang untuk tetap hangat ialah menggunakan jaket, topi, dan sarung tangan. Tentu saja hal ini membantu. Pakaian musim dingin tidak hanya bekerja untuk menghangatkan tapi juga berguna agar panas yang Anda produksi tidak mudah dilepaskan ke lingkungan sekitar.

Berbeda dengan anggapan populer, kepala Anda bukan bukan sumber terbesar terlepasnya panas jika dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Jika Anda menggunakan topi hangat tanpa jaket, bagian badan Anda akan berkontribusi paling besar dengan melepaskan panas paling banyak, ini terjadi karena tubuh Anda mendistribusikan kembali darah yang mengalir ketika berada di kondisi dingin. Jika Anda bisa menjaga bagian badan Anda tetap hangat, Anda akan menjaga aliran darah ke daerah kaki Anda dan dapat menjaga tangan dan kaki Anda tetap hangat.

Kedua, beraktivitas fisik menyebabkan otot-otot Anda berkontraksi, memproses lebih banyak nutrisi, yang akan menghasilkan panas tambahan. Produksi panas tambahan ini dapat membantu menjaga suhu tubuh Anda dan menjaganya tetap hangat. Mungkin Anda sudah menyadari ini sebelumnya ketika berlari di tempat atau melompat-lompat ketika kedinginan.

Sayangnya, aktivitas fisik atau lapisan tambahan di pakaian Anda dapat melebihi kebutuhan panas yang Anda butuhkan. Contohnya, Anda akan merasakan peningkatan di suhu tubuh Anda–dan tubuh Anda mulai berkeringat untuk mendinginkan diri. Ini berarti buruk jika Anda ingin tetap hangat, karena penguapan keringat Anda akan menghasilkan pelepasan panas yang lebih banyak.

Ambil beberapa tips dari mereka yang menikmati alam bebas bahkan ketika merkuri jatuh. Serhii Danevych/Unsplash, CC BY

Terakhir, makan meningkatkan produksi panas dari tubuh Anda. Proses dari pencernaan makanan akan meningkatkan sedikit suhu tubuh Anda. Tidak jarang orang yang kemah makan cemilan sebelum tidur untuk menjaga kehangatan sepanjang malam. Walau dampak metabolisme dari cemilan mungkin tidak besar, titik kritis antara keseimbangan panas dan pelepasan panas lumayan kecil.

Anda mungkin juga merasakan keinginan untuk buang air kecil—peneliti menyebutnya diuresis dingin. Hal tersebut ialah efek samping dari penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan tekanan darah karena jumlah darah yang sama melewati ruang yang lebih sempit untuk mengalir di tubuh Anda.

Jika Anda adalah tipe orang yang merasakan dingin dan tetap memakai jaket bahkan di dalam ruangan, Anda mungkin harus pikirkan ulang kebiasaan tersebut. Kulit Anda mungkin akan dekat dengan aliran darah di tubuh Anda ketika melepas panas dalam tubuh.

Yang terburuk, Anda mungkin akan mulai berkeringat. Saat Anda keluar ruangan, Anda mungkin akan merasa lebih kedinginan dari sebelumnya karena udara dingin tersebut menyerap panas dari kulit dan penguapan keringat Anda. Agar tetap nyaman, solusi terbaiknya ialah berpakaian secara pantas, entah itu di luar atau di dalam ruangan pada musim dingin ini.

Artikel ini diterjemahkan oleh dari bahasa Inggris oleh Reza Pahlevi.

This article was originally published in English