Sejumlah pekerja imigran dari Asia di Doha, Qatar. Februari 2014. Alex Sergeev/Wikimedia

Negara mana yang punya paling banyak imigran?

Proporsi imigran dari satu negara ke negara lain sangat bervariasi. Di beberapa negara imigran melebihi setengah populasi, sementara di beberapa negara lain di bawah 0,1%. Negara mana yang memiliki imigran paling banyak? Dari mana imigran-imigran berasal? Bagaimana persebaran imigran di seluruh dunia? Di sini kami memberikan ikhtisar jumlah dan proporsi imigran di berbagai negara di seluruh dunia.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat memiliki jumlah imigran (individu kelahiran asing) tertinggi, dengan 48 juta pada 2015, lima kali lebih banyak daripada Arab Saudi (11 juta) dan enam kali lebih banyak daripada Kanada (7,6 juta) (gambar di bawah). Namun, secara proporsi dengan ukuran populasi mereka, kedua negara ini memiliki lebih banyak imigran: masing-masing 34% dan 21%, dibandingkan 15% di Amerika Serikat.

Melihat rasio imigran dengan total populasi (gambar di bawah), negara-negara dengan proporsi imigran yang besar dapat dibagi menjadi lima kelompok:

  • Kelompok pertama terdiri dari negara-negara yang berpenduduk jarang, tapi memiliki sumber minyak yang melimpah. Di negara-negara ini imigran kadang-kadang melebihi populasi penduduk asli. Pada 2015, proporsi imigran tertinggi di dunia ditemukan dalam grup ini: Uni Emirat Arab (87%), Kuwait (73%), Qatar (68%), Arab Saudi, Bahrain, dan Oman, di tiga negara terakhir proporsinya berkisar dari 34% hingga 51%.

  • Kelompok kedua terdiri dari wilayah yang sangat kecil, negara mikro, yang umumnya memiliki aturan pajak khusus: Makau (57%), Monako (55%), dan Singapura (46%).

  • Kelompok ketiga terdiri dari negara-negara yang sebelumnya ditetapkan sebagai “negara baru”, yang mencakup wilayah yang luas tapi masih jarang penduduknya: Australia (28%) dan Kanada (21%).

  • Kelompok keempat mirip dengan yang kelompok ketiga dalam hal mode pembangunan, adalah kelompok demokrasi industri Barat. Di sana proporsi imigran umumnya berkisar antara 9% hingga 17%: Austria (17%), Swedia (16%) ), Amerika Serikat (15%), Inggris (13%), Spanyol (13%), Jerman (12%), Prancis (12%), Belanda (12%), Belgia (11%), dan Italia ( 10%).

  • Kelompok kelima termasuk apa yang disebut “negara-negara suaka pertama”, yang menerima aliran besar pengungsi karena konflik di negara tetangga. Misalnya, pada akhir 2015, lebih dari satu juta pengungsi Suriah dan Irak tinggal di Lebanon, mewakili setara dengan 20% dari populasinya, dan sekitar 400.000 pengungsi dari Sudan tinggal di Chad (3% dari populasinya ).

Negara-negara kecil memiliki proporsi imigran lebih tinggi

Dengan 29% imigran, Swiss berada di depan Amerika Serikat, sementara proporsi di Luksemburg bahkan lebih tinggi (46%). Baik daya tarik dan ukuran negara mempunyai peran. Semakin kecil negara tersebut, semakin tinggi proporsi penduduk kelahiran asing. Sebaliknya, semakin besar suatu negara, semakin kecil proporsi imigrannya. Pada 2015, India memiliki 0,4% imigran dan Cina 0,07%.

Namun, jika setiap provinsi di Cina adalah negara merdeka - selusin provinsi memiliki lebih dari 50 juta penduduk, dan tiga di antaranya (Guangdong, Shandong, dan Henan) memiliki sekitar 100 juta penduduk - proporsi imigran akan jauh lebih tinggi, mengingat bahwa migrasi dari provinsi ke provinsi yang telah meningkat dalam skala selama beberapa tahun terakhir akan dihitung sebagai migrasi internasional, bukan internal. Sebaliknya, jika Uni Eropa membentuk satu negara, jumlah imigran akan berkurang secara signifikan, karena warga dari satu negara Uni Eropa yang tinggal di negara lain tidak akan dihitung lagi. Skala relatif dari dua jenis migrasi - internal dan internasional - sangat terkait dengan cara wilayah dibagi menjadi negara yang terpisah.

Jumlah emigran sulit dihitung

Semua imigran (pendatang di suatu negara) juga adalah emigran (orang pindah/keluar) dari negara asal mereka. Namun informasi yang tersedia untuk menghitung emigran pada tingkat negara tertentu seringkali kualitasnya lebih buruk daripada informasi untuk imigran, meski pada tingkat global mereka mewakili kumpulan orang yang sama. Negara-negara mungkin kurang peduli tentang penghitungan emigran daripada para imigran mereka, mengingat bahwa yang pertama, tidak seperti yang terakhir, bukan lagi penduduk dan tidak menggunakan layanan atau infrastruktur publik yang didanai pemerintah.

Migran Amerika Tengah dalam perjalanan menuju Amerika Serikat (di Meksiko, pada bulan Februari 2019, di Piedras Negras, Coahuila ). Julio Cesar Aguilar/AFP

Namun, emigran sering berkontribusi secara substansial pada perekonomian negara asal mereka dengan mengirimkan uang mereka kembali dan dalam beberapa kasus, mereka masih memiliki hak pilih, yang merupakan alasan baik untuk negara agar bisa melacak populasi emigran mereka secara lebih efektif. Sumber statistik adalah alasan lain untuk buruknya kualitas data tentang emigran. Kedatangan migran dicatat lebih baik daripada kepergian, dan jumlah emigran sering diperkirakan berdasarkan statistik imigran di negara-negara tuan rumah yang berbeda.

Jumlah emigran dari satu negara ke negara lain sangat bervariasi. India memimpin daftar pada 2015, dengan hampir 16 juta orang lahir di negara ini, tapi tinggal di negara lain (lihat gambar di bawah); Meksiko berada di urutan kedua dengan lebih dari 12 juta emigran yang sebagian besar tinggal di Amerika Serikat.

Secara proporsional, Bosnia dan Herzegovina memegang rekor: ada satu orang Bosnia yang tinggal di luar negeri untuk dua orang yang tinggal di negara tersebut, yang berarti bahwa sepertiga dari orang yang lahir di Bosnia dan Herzegovina telah beremigrasi (gambar di bawah). Albania berada dalam situasi yang sama, juga Cape Verde, negara terpencil dengan sumber daya alam yang sedikit.

Beberapa negara merupakan negara imigrasi dan emigrasi. Dalam kasus ini adalah Inggris yang memiliki 8,4 juta imigran dan 4,7 juta emigran pada 2015. Amerika Serikat memiliki jumlah ekspatriat yang besar (2,9 juta pada 2015), tapi jumlah tersebut 17 kali lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah imigran (48 juta pada tahun yang sama).

Sampai saat ini, beberapa negara relatif tertutup untuk migrasi, baik ke dalam maupun ke luar. Dalam kasus ini Jepang memiliki sedikit imigran (hanya 1,7% dari populasi pada 2015) dan sedikit emigran (0,6%).

Imigran: kurang dari 4% dari populasi dunia

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada 258 juta imigran pada 2017, hanya mewakili sebagian kecil dari populasi dunia (3,4%); sebagian besar orang tinggal di negara kelahiran mereka. Proporsi imigran hanya sedikit meningkat selama beberapa dekade terakhir (30 tahun yang lalu, pada 1990, yaitu 2,9%, dan 55 tahun yang lalu, pada 1965, yaitu 2,3%). Dalam 100 tahun perubahannya mungkin sangat sedikit.

Tapi distribusi imigran saat ini berbeda dari seabad yang lalu. Satu yang berubah adalah, dalam kata-kata Alfred Sauvy, “pembalikan arus migrasi” antara bumi Utara dan Selatan, dengan sebagian besar migran internasional sekarang datang dari negara-negara Selatan.

Gilles Pison, based on United Nations data, CC BY

Saat ini, migran dapat dibagi menjadi tiga kelompok dengan ukuran yang hampir sama (gambar di atas): migran yang lahir di Selatan yang tinggal di Utara (89  juta pada 2017, menurut PBB), yang telah bermigrasi dari satu negara Selatan ke negara Selatan lain; dan migran Utara-Utara (57 juta). Kelompok keempat - mereka yang lahir di Utara dan yang bermigrasi ke Selatan - dominan satu abad yang lalu tapi jumlahnya jauh lebih kecil hari ini (14 juta). Meski skalanya besar, terutama di Eropa, arus migran yang dihasilkan sejak 2015 oleh konflik di Timur Tengah belum secara signifikan mengubah gambaran global tentang migrasi internasional.


Untuk informasi lebih lanjut lihat “Jumlah dan proporsi imigran dalam populasi: Perbandingan internasional” edisi no. 563 Population and Societies (dapat diunduh secara gratis).

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Jamiah Solehati.

This article was originally published in French