Sains Sekitar Kita

Sains Sekitar Kita: Kunci eko wisata adalah pemberdayaan masyarakat

Eko wisata perkebunan kopi di Kiadan Pelaga, Bali. Komar/Shutterstock

Sains Sekitar Kita: Kunci eko wisata adalah pemberdayaan masyarakat

Wisata berkelanjutan.

Di atas kertas, pariwisata berbasis lingkungan alias eko wisata membawa sejuta manfaat yang dapat diringkas dalam kondisi lestari alamnya, sejahtera warga sekitarnya, dan tercerahkan pengunjungnya.

Eko turisme terbukti meningkatkan populasi harimau di India. Satu riset menyebut jenis wisata ekologi ini berdampak baik juga pada burung makaw hijau besar di Costa Rica, burung hering mesir di Spanyol, primata hoolock di India, pinguin anjing liar dan cheetah di Afrika, serta marmoset emas, sejenis monyet kecil di Brazil. Riset ini juga menemukan eko turisme hanya berdampak kecil bagi orang utan di Sumatra dan singa laut di Selandia Baru.

Eko wisata tak sama dengan petualangan wisata alam. Ani Mardiastuti, Kepala Divisi Ekologi Manajemen Satwaliar, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor, mengatakan pemberdayaan warga adalah kunci eko wisata. Dia menjelaskan prinsip eko wisata yang lebih menyeluruh.

Karena itu, kalau demi wisata dan kelestarian alam lalu warga diusir, itu tak bisa disebut sebagai eko wisata. Ini terjadi dalam kisah pilu warga di sekitar cagar biosfer Maya di Guatemala yang diusir dari kampungnya. Suku Maasai di Tanzania yang dibakar rumah-rumahnya dan diusir demi pengembangan wisata safari.

Menurut studi pada 2011, eko wisata di Indonesia tumbuh 20-40 persen sejak 1990-an.

Edisi ke-18 Sains Sekitar Kita ini disiapkan dan dinarasikan oleh Hilman Handoni. Selamat mendengarkan!

Make a donation right now and it will be doubled by the NewsMatch Challenge!