Menu Close

5 cara hemat untuk mengurangi jejak karbon di rumah

Konsep seni ramah lingkungan.
Shutterstock/Stockcreations

Dalam masa pandemi, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di rumah.

Mereka yang bekerja dari rumah menjadi sangat bergantung terhadap listrik untuk kebutuhan kantor, seperti komputer, printer, telepon genggam, dan jaringan internet.

Beberapa orang mungkin cuti (atau keluar) dari pekerjaan mereka dan justru menggunakan lebih banyak peralatan rumah tangga daripada biasanya.

Alat pengisap debu, kompor, mesin cuci, dan televisi terus menyala dan menghabiskan daya.

Semua ini akan menambah dan berdampak baik kepada jejak karbon maupun tagihan listrik rumah tangga.

Projek penelitian baru kami mengembangkan platform pembelajaran bernama Act4Eco.

Tujuan platform ini adalah membantu konsumen menggunakan daya dengan efisien dan menghemat uang. Simak 5 tips untuk mencapai hal tersebut.

1. Membaca tagihan listrik

Tidak semua orang mengerti detail dari tagihan listrik mereka. Sebagai contoh, penting mengetahui kapan dan apakah tarif berubah.

Untuk layanan dengan harga tetap (fixed-rate), maka harga yang dibayarkan akan sama selama jangka waktu tertentu.

Mencapai akhir periode, biaya listrik dapat berubah menjadi tarif variabel standar yang lebih mahal.

Penelitian menunjukkan bahwa mengganti pemasok listrik setiap tahun adalah cara yang baik untuk mendapat penawaran terbaik.

2. Peralatan intensif energi

Mayoritas orang memahami peralatan rumah tangga terbesar akan memerlukan listrik lebih banyak.

Energy Saving Trust, sebagai contoh, telah memperkirakan bahwa kompor listrik menghabiskan 317kWh dan biaya operasional £46 (sekitar Rp900 ribu) per tahun.

Tapi, tidak banyak menyadari bahwa peralatan yang lebih kecil dapat menghabiskan jumlah energi yang tidak proporsional, misalnya ketel menghabiskan 167kWh per tahun.

Kabel pengisi daya untuk ponsel dan laptop juga dapat menyedot listrik walau sudah dilepas dari peralatan.

Jika dibiarkan menempel di stop kontak, pengisi daya dapat menghabiskan sekitar 343kWh dan 591kWh per tahun dan biaya £50 hingga £85 (Rp 1 hingga 1.5 juta) per tahun.

3. Pemanas rumah dan termostat

Orang cenderung sudah mendapatkan sistem pemanas ketika pindah ke rumah baru.

Sayangnya, sistem warisan ini tidak selalu efisien atau ramah karbon.

Jika tetap ingin menggunakan ini, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk beralih ke air source heat pump yang lebih modern.

Instalasi ini mirip unit pendingin ruangan. Ia mengambil panas dari udara dan meningkatkan ke suhu lebih tinggi menggunakan pompa panas.

Listrik yang digunakan pompa ini lebih kecil daripada panas yang dihasilkan. Sebuah air source heat pump menghabiskan 4.000kWh per tahun.

Berdasarkan tarif listrik rata-rata dari 14p per kWh, alat tersebut menghabiskan sekitar £560.

Ini masih sekitar £100 lebih mahal dibanding pemanas sentral gas dan pemasangan air source heat pump bisa lebih mahal.

Energy Saving Trust mengestimasi pemasangan mencapai dari £6,000 hingga £8,000.

Namun, keuntungan besarnya adalah emisi karbon yang dikeluarkan setidaknya sepertiga lebih rendah dibanding boiler gas dan terus menurun seiring dengan jaringan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Termostat pada suhu 19C
Menurunkan suhu pemanas rumah 1℃ dapat menghasilkan perbedaan besar pada tagihan dan penggunaan daya. Shutterstock/OlivierLeMoal

Meski demikian, tidak semua orang dapat membeli alat yang begitu mahal.

Untungnya, studi menunjukkan bahwa melakukan hal sederhana seperti menurunkan suhu termostat dari 20℃ ke 18℃ dapat menghemat daya sebesar 3.090kWh per tahun.

Bahkan menurunkan suhu termostat 1℃ saja dapat menghemat tagihan listrik Anda.

4. Menghambat aliran udara dingin

Memasuki musim gugur, pikiran kita akan dipenuhi dengan aliran udara yang dingin dan di sekitar pergelangan kaki.

Meski ada keuntungan dari insulasi atap dan loteng memiliki keuntungan atau pada insulasi dinding luar, biaya awal sangat mahal.

Untungnya, ada solusi yang lebih murah.

Busa, kuas atau strip segel karet yang ditempelkan pada pintu dalam rumah dapat mengurangi udara dingin masuk secara signifikan dan strip busa perekat juga dapat mengurangi udara yang masuk lewat sela-sela jendela.

Dengan melakukan ini, Anda dapat menghemat sekitar £20 per tahun.

5. Membuat perubahan kecil dan tetap melakukannya

Oke, Anda sudah belajar membaca tagihan, mengecek penggunaan peralatan, menurunkan penggunaan termostat dan insulasi.

Apa selanjutnya?

Sayangnya, penelitian menunjukkan orang cenderung mengulangi kebiasaan, kecuali mereka membuat keputusan untuk berubah dan mempertahankan usaha tersebut.

Manusia bisa membuat dampak yang lebih besar di hidup mereka jika mereka mengubah kebiasaan kecil satu per satu selama setahun.

Dan, studi menunjukkan perubahan kecil dapat membuat perubahan.

Dampak kumulatif dari usaha kita dapat mengurangi jejak karbon secara substansial.

Untuk beberapa orang, “gaya hidup hijau” terlihat tidak terjangkau saat ini karena masalah ekonomi.

Namun, aksi gratis dan murah yang dapat mengurangi jejak karbon memang ada dan bisa menghasilkan perbedaan – untuk kantong dan planet kita.


Nadila Taufana Sahra menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris


Dapatkan kumpulan berita lingkungan hidup yang perlu Anda tahu dalam sepekan. Daftar di sini.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 114,800 academics and researchers from 3,734 institutions.

Register now