Amazon, Facebook, dan Google tidak perlu menguping percakapan Anda untuk tahu isi pembicaraan

Jika Anda penasaran apakah ponsel Anda memata-matai Anda, Anda tidak sendirian. Salah satu topik soal teknologi yang paling banyak diperdebatkan saat ini adalah jumlah data tentang diri kita yang perusahaan kumpulkan secara diam-diam secara online.

Anda mungkin semakin sering menemui iklan digital yang muncul sesuai dengan hal yang baru-baru ini Anda bicarakan di kehidupan nyata atau online.

Pengalaman semacam ini mengisyaratkan bahwa perusahaan teknologi secara diam-diam merekam percakapan pribadi kita melalui smartphone atau perangkat yang terhubung internet lainnya seperti smart TV, Amazon Echo atau Google Home. Atau bisa juga perusahaan teknologi membaca pesan pribadi kita walau pesan tersebut seharusnya di-enkripsi, seperti halnya WhatsApp yang dimiliki Facebook.

Jika ini terbukti benar, hal tersebut mengungkap konspirasi besar yang dapat merusak reputasi industri teknologi. Berita baru-baru ini tentang data pengguna Facebook yang bocor tidak akan meyakinkan orang bahwa perusahaan besar tidak memata-matai mereka.

Namun, ada alasan lain yang lebih memungkinkan mengapa Anda melihat iklan yang sangat relevan. Sederhananya, perusahaan teknologi secara rutin mengumpulkan begitu banyak data tentang Anda dengan cara-cara lain, mereka sudah mengetahui apa yang mungkin menjadi minat, keinginan, dan kebiasaan Anda. Dengan informasi ini mereka dapat membuat profil Anda secara terperinci dan menggunakan algoritme berdasarkan perilaku dan tren yang ditemukan di data-data mereka, untuk memprediksi iklan apa yang mungkin relevan bagi Anda.

Dengan cara ini mereka dapat menunjukkan kepada Anda produk atau layanan yang sedang Anda pikirkan baru-baru ini, bahkan jika Anda belum pernah secara langsung mencari atau menunjukkan secara online bahwa Anda akan tertarik pada hal tersebut.

Perusahaan banyak menginvestasikan sumber daya mereka untuk mengumpulkan data pengguna dan melakukannya dengan cara yang cerdik. Jejaring sosial dan aplikasi lain menawarkan untuk menyimpan dan membagikan data yang kita unggah secara “gratis” saat menggunakan aplikasi tersebut, dan konten yang kita akses dan “sukai”, untuk mempelajari tentang minat, keinginan, dan koneksi kita.

Dan, tentu saja, terdapat data riwayat pencarian kita, yang dapat mengungkapkan banyak hal tentang keadaan kita saat ini. Kini data dari Google bahkan telah digunakan untuk mendeteksi datangnya wabah flu.

Ini semakin mengerikan. Pesan di email pribadi Anda juga merupakan suatu incaran permainan bagi perusahaan teknologi. Pada 2017, Google mengatakan tidak akan lagi menganalisis isi email untuk tujuan periklanan, tapi laporan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan besar lainnya masih melakukan ini.

Teknologi baru menjadi penyedia sumber data lainnya, baik itu teknologi yang dapat dipakai, smart TV , perangkat pintar dalam rumah atau aplikasi smartphone yang kita sayangi. Teknologi tersebut dapat mengumpulkan data tentang bagaimana Anda menggunakan perangkat, siapa yang Anda hubungi, apa dan berapa lama film, perangkat lain di rumah Anda, atau ke mana Anda pergi.

Melacak setiap jejak Anda dapat mengungkapkan apa yang sedang Anda pikirkan. Georgejmclittle/Shutterstock

Bukan hanya situs atau perangkat individual yang memantau perilaku online Anda. Suatu ekosistem yang besar dari perusahaan iklan dan perusahaan pendukung didedikasikan untuk bertugas melacak aktivitas Anda di internet. Situs web biasanya mencatat halaman apa yang Anda lihat dengan menyimpan file kecil yang disebut “cookie” di browser Anda.

Dan aktivitas Anda di berbagai situs dapat dicocokkan dengan melihat identitas dari “browser” Anda, yakni suatu informasi detail seperti ukuran layar monitor Anda, versi browser yang Anda gunakan dan aplikasi plug-in yang Anda gunakan. Kemudian, ketika Anda mengunjungi situs web lain, perusahaan iklan yang telah memiliki profil Anda berdasarkan cookie dan identitas browser Anda akan memuat “skrip pihak ketiga” untuk menampilkan iklan yang relevan dengan Anda.

Mungkin hal yang lebih mengkhawatirkan, pelacakan ini tidak hanya sekadar pada data online. Perusahaan teknologi juga membeli data dari badan keuangan tentang informasi belanja pengguna di dunia nyata untuk melengkapi informasi penawaran iklan mereka. Menurut beberapa laporan, ini termasuk informasi tentang pendapatan, jenis tempat dan restoran yang sering dikunjungi dan bahkan berapa banyak kartu kredit yang ada di dompet mereka. Melepaskan diri dari pelacakan dan sistem data berbagi akan terasa sangat sulit.

Bahkan ketika Anda meminta agar tidak termasuk dalam pengumpulan data ini, permintaan Anda mungkin tidak diindahkan. Contohnya adalah keributan yang terjadi saat diketahui bahwa Google melacak lokasi pengguna Android bahkan ketika pengaturan lokasi dimatikan. Data lokasi adalah salah satu data yang paling berguna untuk periklanan oleh banyak perusahaan, termasuk Apple, Google dan Facebook, untuk melacak lokasi individu yang digunakan sebagai data masukan ke dalam algoritme yang telah dirancang.

Mengumpulkan semua data

Singkatnya dengan contoh sederhana, bayangkan Anda baru saja mulai memikirkan ke mana harus pergi untuk liburan Anda berikutnya. Anda menghabiskan pagi hari mengunjungi agen travel untuk membahas paket travel dan kemudian mengunjungi restoran favorit Anda, restoran makanan Karibia yang populer di kota Anda. Karena sangat antusias dengan perjalanan yang akan Anda lakukan, malam itu Anda banyak menonton acara TV yang bercerita tentang daerah tropis. Hari berikutnya, beranda media sosial Anda berisi iklan penerbangan, hotel, dan wisata dengan penawaran ke Barbados Karibia.

Ini adalah ilustrasi yang sangat nyata tentang bagaimana data di lokasi Anda, data pembelian, minat, dan riwayat menonton TV dapat dihubungkan dan digunakan untuk membuat iklan yang ditujukan secara personal. Beberapa iklan mungkin memberikan penawaran liburan, tapi jauh lebih mengkhawatirkan jika kita mempertimbangkan adanya pengumpulan data atau iklan yang menargetkan masalah kesehatan yang sensitif, kesulitan finansial, atau kepada orang yang rentan seperti anak kecil.

Menakjubkannya masa depan periklanan digital sama menakutkannya. Bahkan dengan aturan-aturan baru yang mencoba melindungi informasi seseorang, perusahaan teknologi terus mencari cara dalam pengumpulan data dan rancangan algoritme dengan cara yang mungkin terasa memaksa. Mungkin belum terbukti bahwa beberapa perusahaan tidak jujur kepada kita mengenai data yang mereka kumpulkan, tapi hal-hal yang kita ketahui lebih dari cukup untuk membangun gambaran akurat tentang kita.


Artikel diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Muhammad Gaffar.

This article was originally published in English