Menu Close
La Niña biasanya mempengaruhi nelayan ikan

Bagaimana dampak La Nina 3 tahun berturut-turut pada cuaca di seluruh dunia?

Beratus-ratus tahun yang lalu ada seorang nelayan ikan teri di Peru yang menemukan suatu fenomena, fenomena itu ia namakan La Niña. Tangkapan ikan mereka akan berfluktuasi dan berkurang secara banyak di waktu menjelang natal pada saat laut sedang berada dalam suhu yang hangat – mereka menamai ini El Niño de Navidad, anak dari natal.

Observasi dan analisis statistik yang dilakukan setelahnya membuat sebuah jawaban bahwa masalah penurunan hasil tangkapan ini merupakan bagian dari fenomena yang terjadi di wilayah pasifik yang berdampak pada perubahan di laut dan atmosfir. Fenomena ini dinamakan ENSO, El Niño-Southern Oscillation.

Data dari analisis tersebut memperjelas bahwa pada saat fenomena El Niño terjadi bagian timur Samudera Pasifik menjadi lebih hangat, bagian barat menjadi lebih dingin, dan pertukaran angin dari timur ke barat menjadi lebih lemah. Namun ada kalanya juga ketika pertukaran angin tersebut menjadi lebih kuat, bagian timur Samudra Pasifik menjadi lebih dingin dan bagian baratnya menjadi lebih hangat. Fenomena ini dinamakan La Niña – sang perempuan – merujuk pada karaterisitiknya yang berbeda dengan El Niño.

El Niño maupun La Niña merupakan fenomena yang biasanya bertahan selama 9 bulan, mulai dari bulan Juni, berpuncak di bulan Desember, sebelum menghilang di bulan April. Secara historis, fenomena La Niña biasanya terjadi dalam skala yang kecil dan kebanyakan tidak terdeteksi – perubahan hasil penangkapan ikan kecil pada masa La Niña tidak separah pada masa El Niños, jadi La Niña tidak terlalu menyita perhatian para nelayan Peru. Tetapi, karena berbagai alasan, akhir-akhir ini La Niña menjadi sebuah fenomena yang sangat diperhatikan banyak orang.

Pada saat La Niña terjadi, temperatur global cenderung menjadi lebih dingin dan hal ini dapat menjelaskan penurunan-penurunan lainnya di bumi. Tahun lalu, 2022, merupakan tahun ketika fenomena La Niña terjadi ketiga kalinya secara beruntun. Hal ini sangat aneh karena sebelumnya menurut catatan resmi La Niña hanya terjadi 3 kali sejak 1950. Di luar wilayah tropis pasifik, efek dari La Niña bisa dibilang sama parahnya dengan El Niño dan hal ini sangat mungkin terjadi pada tahun 2023 ahkir.

bagaimana la nina dan el nino mempengaruhi perubahan suhu dunia
Secara umum, tahun yang paling hangat pada suatu dekade akan terjadi pada tahun El Niño dan yang terdingin di tahun La Niña . NOAA / climate.gov

Bagaimana perubahan-perubahan di wilayah pasifik berdampak pada bagian bumi lainnya

Para ilmuwan iklim sudah memprediksi bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di atmosfer di suatu lokasi dapat dihubungkan dengan perubahan lainnya di lain tempat pada masa depan. Hubungan ini memiliki nama telekoneksi. Contoh dari telekoneksi pertama kali dideskripsikan pada tahun 1920-an ketika seorang fisikawan bernama Gilbert Walker menyadari ada yang berubah dari tekanan atmosfer di Darwin, pesisir utara Australia, dan Taihiti yang berjarak 8.000 km antar satu dengan yang lainnya di tengah Samudera Pasifik dan dihubungkan dengan sebuah istilah Southern Oscillation. Observasi inilah yang mengantar kita ke istilah El Niño dan La Niña.

Dua peta anotasi dari Samudera Pasifik
Wilayah pasifik di kondisi normal dan La Niña. NASA

Alur telekoneksi telah dikenali di berbagai wilayah di bumi. Di wilayah Utara Eropa alur telekoneksi yang paling terkenal adalah North Atlantic Oscillation yang mendeskripsikan sebuah hubungan antara tekanan udara di wilayah tertentu di Islandia dan wilayah lainnya di wilayah utara Atlantik bagian tengah dekat dengan Azores, Portugal. Setelah itu perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan perubahan cuaca di utara Eropa dan Inggris.

Alur telekoneksi ini ada karena suhu bumi bekerja seperti drum. Kalau sebuah drum dipukul di suatu lokasi tertentu seluruh permukaan akan lokasi itu akan bergetar dan perhatikan juga bahwa setiap drum memiliki suara yang berbeda tergantung dari tingkat kencang kulit drum tersebut.

Dalam analogi ini, pemanasan dalam sebuah atmosfer tropis menjalankan peran sebagai stik drum dan ombak yang menyebar di atas permukaan tersebut dinamakan Rossby Waves. Nada yang dimainkan oleh getaran tersebut ditentukan oleh struktur dari atmosfer yang ada. Namun bukan kencangnya kulit permukaan yang menentukan kondisi dari atmosfer melainkan angin dan rotasi dari bumi.

Telekoneksi terkuat dari wilayah tropis Pasifik dan La Niña berada dalam wilayah Basin. Sebagai contoh, kejadian La Niña cenderung menghasilkan musim dingin yang basah di wilayah barat Laut bagian pasifik Amerika Serikat (AS).

Namun, ombak Rossby bisa menjangkau sampai wilayah Amerika bagian utara dan Atlantik bagian utara, di mana jangkauan ini bisa berpengaruh pada perubahan arus jet berposisi tinggi yang selanjutnya dapat berpengaruh pada banyaknya hujan badai yang terjadi di Inggris pada saat musim dingin.

Karena perilaku dari ombak Rossby ini bergantung pada angin di atmosfer, dampak La Niña di wilayah Atlantik utara tidak selalu sama di tiap musim. Pada akhir musim dingin ombak Rossby dari La Niña cenderung untuk mengganas dan merubah arus jet Atlantik menuju kutub utara, menyebabkan lebih banyak hujan badai yang terjadi di Inggris.

Menghubungkan kedua hal itu secara langsung di awal musim dingin merupakan sebuah hal yang sulit melihat ombak Rossby di musim dingin berinteraksi dengan angin yang lebih terdampak oleh keadaan iklim wilayah tropis di Atlantik.

Sebuah Mercusuar di tengah badai kencang akibat La Niña
Inggris lebih mengalami hujan badai di ahkir musim dingin pada tahun La Niña (Gambar: Mercusuar di Porthcawl, Wales ). steved_np3 / shutterstock

Masa depan yang tidak pasti

Sulit untuk mengetahui secara pasti apa efek perubahan iklim terhadap El Niños dan La Niñas. Suhu air rata-rata di seluruh wilayah samudera Pasifik akan naik, namun hal itu kurang berpengaruh terhadap munculnya alur cuaca dibandingkan perbedaan suhu permukaan di wilayah barat dan timur Pasifik yang di dalamnya terdapat lebih sedikit ketidakpastian (sebagian karena suhu permukaan di bagian timur selalu dipengaruhi oleh upwelling dari bagian dalam laut yang dingin.

Program komputer yang membuat model keadaan iklim menjabarkan bahwa perbedaan suhu timur dan barat Pasifik akan hilang di masa depan, hal ini semakin ‘mendukung’ EL Niños yang cenderung menghasilkan kekeringan di Australia dan keadaan iklim ekstrim lainnya yang menyerang wilayah Pasifik dan selebihnya. Namun, kenaikan perbedaan temperatur dan keadaan La Niña yang berkepanjangan ternyata memiliki arti lain. Itulah hal yang membuat kejadian 3 La Niña ke belakang menjadi menarik dan menjadi suatu hal yang terlalu buru-buru untuk menentukan kesimpulan pasti dari ini semua.

Perubahan dalam telekoneksi juga merupakan hal yang tidak pasti. Maka dari itu, perubahan yang tidak pasti ini ditambah perubahan La Niña dan El Niño yang tidak pasti juga hanya membuat masa depan kita menjadi tambah tidak jelas.


Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Prancis Kanada

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 184,200 academics and researchers from 4,969 institutions.

Register now