Menu

Curious Kids: apakah langit di planet lain berwarna biru?

Tidak seperti atmosfer Bumi, ‘langit’ Jupiter memiliki nuansa oranye, putih, coklat dan biru. NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Gerald Eichstädt, CC BY-SA

Apakah langit di planet lain berwarna biru, seperti di Bumi? Apa itu atmosfer, dan apakah di planet lain ada atmosfer juga? – Charlie, 10 tahun



Halo, Charlie, terima kasih banyak atas pertanyaan kamu yang sangat menarik.

Sebelum saya bicara tentang atmosfer di planet lain, pertama-tama saya jelaskan tentang apa sebenarnya atmosfer itu.

Atmosfer bumi terbagi menjadi beberapa lapisan. ESA

Atmosfer biasanya merupakan lapisan terluar planet. Di planet berbatu seperti Bumi, biasanya atmosfer adalah lapisan paling ringan dan tertipis.

Yang paling utama dalam atmosfer adalah bahan pembentuknya. Atmosfer tidak terbuat dari gumpalan besar batu atau lautan yang berarus, melainkan terbuat dari gas.

Ada apa di dalam atmosfer?

Atmosfer dapat mengandung berbagai macam gas. Sebagian besar atmosfer bumi adalah gas yang disebut nitrogen yang tidak banyak bereaksi dengan zat lain. Ada juga sedikit oksigen, yang kita perlukan untuk bernapas. Ada juga dua gas penting lainnya yang disebut argon dan karbon dioksida, dan sejumlah kecil gas lainnya.

Campuran gas inilah yang memberi warna pada atmosfer planet.


Read more: Curious Kids: Why is the sky blue and where does it start?


Atmosfer bumi terdiri dari gas-gas yang cenderung memantulkan cahaya biru ke segala arah (dikenal sebagai “hamburan”), tapi meloloskan sebagian besar warna cahaya lain masuk. Cahaya yang berhamburan inilah yang menyebabkan atmosfer bumi berwarna biru.

Apakah planet lain memiliki atmosfer berwarna biru? Beberapa dari mereka memilikinya!

“Kabut” biru yang mengelilingi Bumi di ruang angkasa disebabkan oleh hamburan cahaya dari atmosfer Bumi.

Dunia-dunia lain

Atmosfer di dua raksasa es dalam tata surya kita, Neptunus dan Uranus, keduanya berwarna biru indah.

Namun, warna biru di atmosfer ini berbeda dari atmosfer kita. Hal ini disebabkan oleh sejumlah besar gas yang disebut metana yang berputar-putar.

(Catatan: metana juga merupakan komponen utama kentut kita. Yak, ada lapisan kentut di Uranus!)

Atmosfer Uranus (kiri) sedikit lebih hijau daripada Neptunus (kanan). NASA / JPL-Caltech / Björn Jónsson

Namun, Jupiter dan Saturnus memiliki atmosfer yang sangat berbeda warna.

Kristal es yang terbuat dari bahan kimia yang disebut amonia di atmosfer bagian atas Saturnus membuatnya berwarna kuning pucat.

Atmosfer Uranus juga mengandung amonia, yang membuat planet ini berwarna sedikit lebih hijau daripada biru tua yang kita lihat di Neptunus.

Atmosfer Jupiter memiliki pita cokelat dan oranye yang khas, berkat gas yang mungkin mengandung unsur-unsur fosfor serta sulfur, dan bahkan mungkin unsur kimia yang lebih rumit yang disebut hidrokarbon.

Pesawat ruang angkasa Juno terbang melewati Jupiter pada 2017.

Dalam beberapa kasus ekstrem, sebuah planet mungkin hanya berupa atmosfer besar tanpa permukaan berbatu sama sekali. Para astronom dan ilmuwan planet seperti saya masih berusaha mencari tahu apakah Jupiter dan Saturnus memiliki permukaan berbatu, jauh di dalam atmosfer mereka, atau apakah keduanya hanya bola gas yang sangat besar.

Pesawat ruang angkasa Cassini mengambil gambar Saturnus ini pada 2010. NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Namun, ada beberapa planet yang tidak memiliki atmosfer sama sekali! Tetangga terdekat dan terkecil Matahari, Merkurius, adalah salah satu contohnya. Permukaan Merkurius sepenuhnya terpapar ruang angkasa.

Di luar tata surya kita

Sejauh ini, saya telah berbicara tentang atmosfer planet di tata surya kita. Namun, bagaimana dengan planet di sistem planet lain, yang mengorbit bintang lain?

Nah, para astronom telah mendeteksi atmosfer planet-planet ini (yang kita sebut “planet di luar tata surya”) selama 20 tahun terakhir! Namun, baru pada tahun lalu, para astronom berhasil mendeteksi atmosfer planet luar tata surya yang berbatu. Planet ini disebut LHS 3844b dan jaraknya sangat jauh sehingga cahaya dari sana membutuhkan waktu hampir 50 tahun untuk mencapai kita!

LHS 3844b memiliki berat dua kali lipat Bumi, dan kami para astronom berpikir planet tersebut akan memiliki atmosfer yang cukup tebal. Tapi, yang mengejutkan kami, LHS 3844b memiliki sedikit atau tidak ada atmosfer sama sekali! Jadi mungkin lebih mirip Merkurius daripada Bumi.

Animasi yang menunjukkan penggambaran tentang seperti apa permukaan LHS 3844b nantinya.

Kita masih harus banyak belajar tentang planet-planet jauh, dan butuh bertahun-tahun untuk menemukan satu planet yang atmosfernya mirip dengan Bumi yang siap untuk menaungi kehidupan.

Mungkin, Charlie, kamu bisa menjadi astronom pertama yang mendeteksi atmosfer mirip Bumi di dunia lain!

Aisha Amelia Yasmin menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 113,200 academics and researchers from 3,689 institutions.

Register now