Menu Close

Pandemi hantam pasar kerja, bagaimana nasib lulusan baru dan pekerja muda?

Pandemi hantam pasar kerja, bagaimana nasib lulusan baru dan pekerja muda?

Amukan pandemi COVID-19 di berbagai negara yang tidak terkendali, termasuk Indonesia, berpotensi membuat aktivitas ekonomi kembali melambat dan mengurangi rekrutmen tenaga kerja di berbagai sektor.

Salah satu kelompok yang paling terdampak adalah lulusan baru dan pekerja muda.

Evaluasi dari SMERU Research Institute menunjukkan bahwa tingkat pengangguran muda di Indonesia (15-24 tahun) sebesar 20,5% pada tahun 2020, meningkat dibanding tahun 2019 yang sebesar 18,6%. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dan juga lebih tinggi dari rata-rata dunia (13,7% pada tahun 2020).

Untuk mendalami hal ini, kami berbicara dengan dua peneliti dari SMERU, Sylvia Andriyani Kusumandari dan Akhmad Ramadhan Fatah.

Mereka menceritakan banyak hal termasuk temuan studi mereka terkait penyerapan pekerja di berbagai sektor, tantangan pencarian kerja (job-seeking) lulusan baru di tengah pandemi, hingga perlindungan sosial bagi pengangguran muda.

Simak episode lengkapnya di podcast SuarAkademiangobrol seru isu terkini, bareng akademisi dan peneliti.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 133,500 academics and researchers from 4,151 institutions.

Register now