Betelgeuse adalah bintang merah di bagian kanan atas gambar. Hubble European Space Agency

Redupnya bintang aneh Betelgeuse terbitkan rumor kematiannya segera terjadi, benarkah?

Setiap musim memiliki konstelasi bintang yang khas terlihat di langit malam. Konstelasi atau rasi bintang Orion, salah satu yang paling dikenal, terlihat jelas pada musim dingin di belahan bumi utara. Konstelasi ini mudah dikenali, meski Anda berada di kota berpolusi cahaya, dengan bintang-bintangnya yang terang merepresentasikan bentuk seseorang.

Betelgeuse, yang berada di bahu kiri atas rasi Orion, seringkali menjadi bintang paling terang di rasi tersebut. Bintang ini terlihat merah dan biasanya berada di urutan ke-12 bintang paling terang di seluruh langit.

Namun, baru-baru ini Betelgeuse redup secara drastis ke titik terendahnya dan turun ke peringkat ke-21. Akibatnya, banyak orang mulai berspekulasi bahwa bintang ini akan meledak. Apakah itu mungkin? Dan akan terlihat seperti apa bintang meledak itu?

Orion tampak di Nottingham pada pukul 10 malam, 15 Januari 2019. Daniel Brown

Betelgeuse, yang kerap disebut bintang raksasa merah (red supergiant) oleh para astronom, berukuran hingga 20 kali lebih besar dibandingkan matahari kita. Bintang raksasa merah telah mendekati akhir masa hidupnya dan telah mengalami perkembangan secara substansial. Betelgeuse memiliki radius sekitar 900 kali lebih besar dari matahari kita. Jika matahari kita sebesar ini, maka permukaannya akan hampir menyentuh Planet Jupiter.

Permukaan Betelguese. Xavier Haubois (Observatoire de Paris) et al/NASA

Betelgeuse, yang berjarak 640 tahun cahaya, adalah satu-satunya bintang selain bintang kita yang permukaannya dapat kita gambarkan secara detail. Untungnya, hal ini dapat membantu kita memahami mengapa tingkat kecerahannya sangat bervariasi. Pada ukuran ini, bintang merambatkan energinya atau panas yang dihasilkan oleh inti bintang ke permukaan bintang melalui konveksi, metode perambatan energi seperti ketika kita sedang merebus telur. Ketika air dipanaskan atau direbus, air yang memiliki suhu lebih panas akan bergerak ke atas, sementara yang lebih dingin bergerak turun. Arus naik dan turun ini dikenal sebagai sel konveksi.

Masing-masing sel ini hanya berukuran beberapa sentimeter dalam kasus perebusan air, tapi pada kasus Betelgeuse, sel tersebut berukuran raksasa dan bergerak jauh lebih lambat sambil berinteraksi dengan medan magnet substansial bintang. Karena panas permukaan bintang menentukan tingkat kecerahan bintang, Betelgeuse menunjukkan variasi yang agak besar terkait petak atau bagian yang lebih terang dan lebih gelap pada permukaannya. Saat bintang bergerak naik di langit dan berotasi, kita akan melihat kecerahan yang berubah perlahan, sebagaimana yang kita lakukan sekarang.

Fitur menarik lainnya yaitu permukaan Betelgeuse agak dingin karena berwarna merah. Dengan memiliki jari-jari bintang yang besar, Betelgeuse juga memiliki tarikan gravitasi yang melemah pada permukaan luarnya. Ini berarti Betelgeuse kehilangan sebagian materialnya, dengan menciptakan awan berdebu di sekitarnya yang dapat menyebabkan peredupan saat awan ini bergerak di depan bintang, sebagaimana diamati dari Bumi.

Anda dapat memantau sendiri perubahan kecerahan Betelgeuse dengan menggunakan mata telanjang dan tanpa teleskop sama sekali. Di belahan bumi utara, Orion dapat diamati selama paruh pertama malam hingga Februari. Coba Anda bandingkan Betelgeuse dengan bintang-bintang lainnya yang memiliki kecerahan berbeda untuk menentukan seberapa cerah bintang ini. Bintang Pollux di Rasi Gemini sekarang ini memiliki kecerahan yang sama dengan Betelgeuse, sementara Bintang Bellatrix di Rasi Orion sedikit lebih redup. Gambar di bawah ini memberikan penampakan beberapa bintang lain di dalam dan di sekitar Rasi Orion yang dapat digunakan untuk perbandingan.

Langit di atas Nottingham, menunjukkan kecerahan bintang dari 0,1 hingga 2,0 magnitudo. Daniel Brown

Bintang yang akan segera meledak?

Sambil mengamati bintang ini, mungkin Anda bertanya-tanya apakah bintang raksasa akan mengalami supernova (ledakan bintang) dan mengakhiri hidupnya dengan sebuah pertunjukan cahaya yang spektakuler. Dan memang ini akan terjadi, bintang ini adalah kandidat terdekat yang diketahui akan segera mengalami ledakan bintang dalam waktu skala astronomi, antara sekarang hingga 10.000 tahun ke depan.

Namun peredupan substansial saat ini belum tentu merupakan tanda kematiannya yang akan segera terjadi. Itu karena, pada tahap ini, kami tidak cukup tahu mengenai bagaimana kecerahan bintang berkembang sebelum mengalami peristiwa tersebut. Hal inilah yang membuat Betelgeuse menjadi lebih menarik di kalangan astronom.

Tapi apabila ini benar terjadi, ini akan menjadi ledakan bintang yang paling terang pernah diamati manusia. Dalam hitungan hari saja, ledakan ini akan terlihat secerah bulan purnama, yang mungkin saja dapat diamati selama siang hari dan cukup terang di malam hari untuk memberikan bayangan pada Bumi.

Betelgeuse kemudian akan memulai fase akhir hidupnya, mengalami peredupan yang cepat dan mencapai tingkat kecerahan saat ini lagi yang mungkin berjalan selama 3 tahun. Setelah 6 tahun, ia akan terlalu samar untuk dilihat oleh mata telanjang. Hal ini yang selamanya akan mengubah tampilan visual Rasi Orion dan kita mungkin perlu memikirkan objek lain yang cocok merepresentasikan konstelasi ini nantinya.

Ada banyak bintang menakjubkan lainnya di luar sana yang menunjukkan variabilitas mengesankan dan jauh lebih mengesankan dibandingkan Betelgeuse, tapi mereka tidak semudah itu untuk dikenali.

Salah satu contohnya adalah bintang variabel Mira yang bervariasi kecerahannya dengan faktor 630; untuk perbandingan angka ini pada Betelgeuse hanya 3. Tapi Mira terletak di konstelasi yang agak sulit dikenali, konstelasi Cetus (tampak merepresentasikan ikan paus), yang terletak di bawah Rasi Pisces (ikan) dan tidak pernah bersinar secerah Betelgeuse.

Oleh karena itu, Betelgeuse menjadi titik awal yang mudah untuk menjelajahi keajaiban alam semesta kita untuk diri kita sendiri. Ketika Anda melakukan penjelajahan langit, ingatlah bahwa telah melakukan hal yang sama sejak dulu kala. Hal ini didukung bukti bahwa orang Aborigin Australia mengamati bintang dan mengenali perubahannya sejak ribuan tahun yang lalu.

Rizki Nur Fitriansyah menerjemahkan naskah ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 100,700 academics and researchers from 3,219 institutions.

Register now