Sifilis bangkit lagi dan menyebabkan masalah kesehatan yang baru

Sifilis dapat menyebabkan kaburnya pengelihatan dan kasus ini sedang marak terjadi. from www.shutterstock.com

Sifilis bangkit lagi dan menyebabkan masalah kesehatan yang baru

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang telah menjangkiti manusia selama berabad-abad. Saat ini, sifilis dapat didiagnosis secara cepat dengan tes darah biasa, dan mudah diobati dengan antibiotik yang murah. Namun, penyakit ini dapat menyamar sebagai kondisi medis lain yang membingungkan para tenaga medis. Keterlambatan diagnosis dan perawatan mungkin memiliki konsekuensi yang serius.

Perdebatan tentang asal-usul sifilis terus berlangsung, tapi penyakit ini telah dijelaskan dalam literatur medis dari Abad Pertengahan. Nama “sifilis” ditemukan oleh seorang dokter Italia pada 1530. Dr. Girolamo Fracastoro menulis sebuah puisi yang menggambarkan ciri-ciri penyakit pada seorang gembala fiksional bernama Syphilus, yang menghujat Dewa Matahari dan dihukum dengan penyakit yang parah.

Sejak saat itu, sifilis telah merenggut banyak nyawa dan mempengaruhi peradaban dengan berbagai cara.

Sifilis telah menjangkit para kepala negara, yang bangsanya menderita akibat konsekuensi dari kesehatan mental para pemimpin yang menurun. Raja Henry VIII dari Inggris dan Tsar Ivan IV Vasilievici dari Rusia (“Ivan yang mengerikan”) adalah contohnya. Karier para seniman berpengaruh internasional–seperti Ludwig van Beethoven, Oscar Wilde dan Scott Joplin–berakhir sebelum waktunya karena sifilis.

Kemarahan publik atas penelitian Tuskegee yang sangat tidak etis dan eksperimen Guatemala pada penderita sifilis yang tidak diobati telah membantu munculnya peraturan penelitian tentang manusia masa kini.


Read more: Three charts on the state of STIs and blood-borne viruses in Australia


Sebab dan akibat

Sifilis disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Treponema pallidum. Meski bakteri menggandakan diri secara perlahan, mereka dengan mudah berpindah antara pasangan seksual melalui kulit atau selaput lendir.

Bisul kecil adalah “tahap pertama” sifilis yang umum. Bisul itu tidak muncul sampai beberapa minggu setelah hubungan seksual, dan itu tidak menyakitkan, berumur pendek dan sembuh tanpa bekas. Jadi kemungkinan tidak diketahui, terutama jika itu terjadi di tempat yang tidak terlihat, di dalam saluran vagina atau dubur, atau di mulut.

Tahap kedua sifilis ditandai oleh ruam kulit dan selaput lendir yang tidak kunjung membaik tanpa pengobatan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Penyakit ini kemudian memasuki periode yang disebut tahap laten yang berlangsung selama bertahun-tahun, pada periode ini seseorang tidak memiliki gejala, tapi terus terinfeksi.

Akhirnya, pada tahap terakhir, sifilis menjadi sangat merusak. Pertumbuhan inflamasi besar yang terjadi di bagian tubuh mana pun dapat merusak jaringan. Si penderita mungkin terkena aneurisma (penggelembungan di dinding arteri), penyakit jantung, demensia, dan kelumpuhan.

Sifilis juga dapat ditularkan melalui ibu hamil ke bayinya yang belum lahir, yang mengakibatkan penyakit serius dan kadang-kadang kematian sang bayi.

Sepanjang perjalanannya, sistem saraf dan indera dapat diserang dan menyebabkan masalah kesehatan yang tidak biasa. Ini termasuk peradangan di dalam mata, yang disebut uveitis. Sifilis uveitis menyebabkan kaburnya penglihatan sang penderita sekitar dua pertiga, dan dapat menyebabkan penyakit mata lainnya, seperti katarak, glaukoma, jaringan parut retina, dan pelepasan retina.

Oscar Wilde adalah salah satu tokoh terkenal yang menderita sifilis. from www.shutterstock.com

Pengobatan

Pengenalan penisilin ke dalam praktik medis pada 1940-an memberikan peluang untuk pemberantasan sifilis karena Treponema sangat sensitif terhadap antibiotik ini. Di negara-negara yang tes silifis dan antibiotik sudah tersedia, tingkat sifilis turun ke level yang sangat rendah selama abad ke-20.

Di Australia, pada 2010, dilaporkan hanya ada lima infeksi baru per 100.000 orang. Hal yang sama sangat diharapkan di negara berkembang yang berpenghasilan rendah.

Namun, tanpa diduga, tingkat sifilis meningkat di negara-negara maju di berbagai belahan dunia. Angka terbaru dari Kirby Institute menunjukkan peningkatan lebih dari 250% antara 2010 dan 2017, mempengaruhi laki-laki dan perempuan di Australia.

Faktor penyebabnya ada banyak. Sadar akan obat yang sangat efektif untuk infeksi HIV, orang-orang kurang peduli tentang seks yang aman. Faktor lain yang mendorong penyebaran bakteri Treponema adalah tingkat penyebaran yang tinggi dan obat baru untuk disfungsi seksual. Selain itu terdapat hubungan antara infeksi HIV dan sifilis: terinfeksi satu penyakit ini meningkatkan risiko terinfeksi penyakit satunya lagi.

Hal ini menciptakan situasi yang menantang bagi para tenaga medis profesional yang mendadak bertemu pasien dengan penyakit yang tidak mereka temui selama pelatihan. Terlebih bahwa sifilis dapat menyamar sebagai berbagai kondisi medis saat bergerak melewati tahap pertama. Dalam sebuah buku klinis, sifilis dijuluki sebagai Peniru Ulung.


Read more: Stigma and lack of awareness stop young people testing for sexually transmitted infections


Sifilis okuler

Sebagai dokter mata, kami menyadari adanya peningkatan kasus sifilis uveitis. Penundaan pemberian penisilin dapat menyebabkan kaburnya penglihatan secara permanen. Dalam sebuah penelitian sangat besar yang dilakukan di Brasil, butuh sekitar tiga bulan untuk mengenali sifilis sebagai penyebab uveitis, dan dalam penelitian itu, penglihatan dari separuh objek penelitian tersebut tidak dapat dipulihkan meski menggunakan antibiotik.

Dokter mata yang ahli uveitis mengidentifikasi kurangnya kecurigaan medis untuk diagnosis sifilis sebagai alasan penting untuk penundaan dimulainya pengobatan.

Pencegahan

Tidak ada vaksin untuk sifilis, dan seseorang mungkin terjangkit lebih dari sekali. Tapi ada cara untuk menghindari masalah kesehatan yang disebabkan oleh sifilis. Melakukan seks yang aman dapat melindungi seseorang menderita sifilis, tapi tidak sepenuhnya mencegahnya.

Melakukan tes merupakan kunci melawan sifilis. Ini melibatkan pemeriksaan darah agar antibodi melawan bakteri Treponema. Tesnya tidak mahal dan hasilnya bisa didapat dalam sehari.

Siapa pun yang aktif secara seksual dapat mengajukan tes, tapi harus ada alasan tertentu untuk mengikuti tes tersebut, seperti: kehamilan, infeksi HIV atau infeksi menular seksual, dan pasangan dengan sifilis. Dokter juga menyarankan tes untuk ruam atau bisul, dan untuk beberapa masalah peradangan, seperti uveitis. Semua orang mulai dari masyarakat awam hingga kami, sebagai tenaga medis harus lebih waspada terhadap sifilis.

Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Jamiah Solehati.

This article was originally published in English