Tujuh cara efektif kembangkan kosakata anak sejak usia berusia 8 bulan

Ukuran kosakata seorang anak selama tahun-tahun awal membantu membentuk keterampilan bahasa di kemudian hari. Monkey Business Images/Shuttestock

Jika Anda ingin anak Anda memiliki sebuah kehidupan yang kaya dan memuaskan, salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membantu mengembangkan perbendaharaan kata anak.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa yang kuat berhubungan dengan sejumlah hal positif, seperti kebahagiaan, pertemanan, keterhubungan dengan keluarga, kesuksesan akademis, dan karir yang memuaskan.

Mengembangkan kemampuan berbahasa anak tidak harus menunggu mereka cukup umur untuk masuk bersekolah. Pengembangan kosakata sangat cepat. Sejak lahir hingga kelas dua sekolah dasar, secara umum anak-anak mempelajari sekitar 5.200 kata dasar.

Kemampuan anak secara cepat mengartikan kata-kata saat berusia 18 bulan dapat menentukan ukuran kosa kata yang dimilikinya nanti pada masa kanak-kanak.

Ketika berada di kelas tiga dan empat sekolah dasar, perbendaharaan kata juga berhubungan dengan kemampuan anak untuk memahami apa yang ia baca. Ini sebagian karena kosakata seorang anak adalah sebuah indikator kuat dari pengetahuan anak akan dunia.

Sebagai salah satu orang yang meneliti cara-cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan literasi anak, berikut ini adalah tujuh hal yang saya yakini dapat dilakukan oleh orangtua dan tenaga pendidik untuk membantu anak membentuk keterampilan berbahasa dan kosakata pada anak-anak.

1. Bicarakan objek-objek dan kejadian yang menarik bagi anak

Manfaatkan kesenangan anak untuk mengajarinya kata-kata baru. Oleh Suraphong Surachanchai dari www.shutterstock.com

Bicarakan sesuatu yang bisa menarik perhatian anak. Seorang ibu mungkin melihat bahwa anak bayinya yang berusia 8 bulan sedang memandang ke arah seekor kucing besar dan berbicara padanya, “Oh, lihat kucing baik itu. Dia punya mata yang bagus dan bulu yang halus.”

Interaksi seperti ini dapat muncul ketika anak menunjuk sesuatu dan mulai bicara tentang hal itu, suatu indikasi bahwa hal itu menarik baginya. Dialog ini adalah kesempatan utama bagi orang dewasa untuk memberi nama, mendeskripsikan, dan menjelaskan berbagai hal. Kesempatan ketika orang tua dan anak berbicara tentang hal-hal yang diperhatikan keduanya adalah momen-momen pembelajaran yang berharga. Kata-kata dipasangkan dengan benda, kejadian, dan emosi.

Pentingnya momen seperti ini juga didukung fakta bahwa frekuensi anak-anak berusia 18 bulan menunjuk (sesuatu) berkaitan dengan perkembangan bahasa saat berusia 42 bulan.

2. Banyak berbincang dengan anak

Jumlah bahasa yang anak dengar ketika berbincang dengan orang dewasa pada awal 18 hingga 24 bulan hidupnya memiliki peran penting. Area bahasa pada otak anak sedang berkembang pesat pada masa itu. Kemampuannya untuk menerjemahkan suara menjadi kata-kata bermakna juga sedang bertumbuh pesat. Mengaitkan suara dengan makna membantu anak dengan cepat untuk memahami kata yang ia dengar.

Kecepatan untuk mengaitkan makna pada kata berhubungan kuat dengan jumlah bahasa yang mereka dengar sebagai bagian dari percakapan antara orang dewasa dan anak.

3. Libatkan dalam interaksi berkelanjutan

Melibatkan anak dalam percakapan membuat sebuah perbedaan. pavla from wwws.shutterstock.com

Ketika anak berusia 2 tahun, kualitas percakapan yang mereka dengar, di samping kuantitasnya, juga penting. Pada masa ini, untuk benar-benar mendorong pertumbuhan bahasa anak Anda, jangan buru-buru berbicara mengenai objek atau kejadian tertentu dengan waktu yang lama. Durasi bukan menjadi hal yang sangat penting, meski setidaknya harus ada sekitar 8 hingga 10 pertukaran dialog antara orang tua dan anak. Ketika anak mengemukakan idenya secara verbal, pertukaran percakapan ini dapat menjadi sangat bernilai.

Dan memang, anak-anak prasekolah yang memiliki percakapan yang bertahan lama menunjukkan perkembangan otak yang lebih cepat dan pemrosesan informasi yang lebih efisien daripada mereka yang memiliki percakapan lebih pendek.

4. Membaca dan mendiskusikan buku

Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan perbendaharaan kata anak Anda. Yakobchuk Viacheslav from www.shutterstock.com

Salah satu aktivitas bersama terbaik untuk dilakukan adalah membaca buku. Buku dapat dibagikan dan dinikmati sejak anak berusia satu tahun.

Buku menyediakan kesempatan tak terbatas untuk memberi nama objek, hewan, dan tindakan. Pengalaman ini dapat diulang terus-menerus. Aktivitas ini juga memberi orang tua waktu untuk membangun ikatan dengan anak sambil membicarakan mengenai gambar, kejadian, dan cerita favorit.

5. Gunakan kata yang beragam sambil memperluas pengetahuan akan dunia

Perjalanan ke akuarium dan museum menciptakan kesempatan untuk mempelajari kata-kata baru. Purino from www.shutterstock.com

Anak-anak memperoleh pengetahuan dengan cepat ketika mereka mempelajari kata yang mengacu pada konsep yang kompleks. Seiring berjalannya waktu, kata-kata ini akan digunakan ketika berbincang mengenai ide dan pengalaman mereka.

Misalnya, sewaktu berkunjung ke akuarium, anak mungkin melihat makhluk yang menakjubkan dan orang tua mereka memberi nama hewan itu, berbicara mengenai bagian-bagian tubuhnya - sirip dan ekornya, misalnya - dan bagaimana caranya bergerak. Atau, ketika berbelanja di toko, orang tua dapat memberitahu nama benda-benda di sana, mendiskusikan karakteristiknya, dan berbicara mengenai darimana benda itu berasal dan banyak hal lainnya.

6. Bicarakan mengenai kejadian pada masa lalu

Melalui bahasa, kita dapat melakukan perjalanan waktu ke masa lampau dan masa depan. Ketika orang tua berbicara dengan anak mengenai pengalaman masa lalu, mereka cenderung menggunakan kata-kata yang asing bagi anak, sebagai gantinya, anak menjadi terdorong untuk menggunakan kata tersebut.

Misalnya, orang tua berkata, “Apakah kamu ingat waktu kita pergi ke akuarium?” Anak kemudian menanggapi, “Ya, kita melihat ikan besar-besar yang bersayap.” Orang tua pun membalas, “Ya, itu namanya ikan pari raksasa.” Percakapan teratur tentang masa lalu seperti ini membantu pembelajaran kosakata.

7. Libatkan anak dalam bermain peran

Pembelajaran dari dunia imajinasi. NOTE OMG from www.shutterstock.com

Bahasa memungkinkan anak-anak untuk membangun dunia imajiner dan tinggal di dalamnya. Perbincangan yang terjadi ketika ia bermain peran dalam dunia imajiner ini membuat anak memperluas kosakata miliknya.

Misalnya, dua orang anak sedang bermain dengan mainan figur dokter. Anak yang satu memegang mainan tersebut sedangkan satunya lagi bermain dengan yang berbaring di lantai. Dokter itu berkata, “Jangan ribut, saya harus menggunakan stetoskop.” Figur yang “terluka” dan berbaring di lantai menjawab, “Oke. Apakah itu adalah hal yang kamu pakai untuk mendengar detak jantungku?” Di sini kita melihat seorang anak secara informal mengajarkan sebuah kata yang rumit. Anak yang kedua kemudian belajar tentang apa itu stetoskop dan seiring mereka bermain, akan memperoleh pemahaman tentang bagaimana alat itu digunakan.

Metode berbasis-bukti ini hanya beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk membantu pengembangan kosa kata anak dan pengetahuannya akan dunia.

Las Asimi Lumban Gaol menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English