Menu Close

23 Tahun Reformasi: lika-liku gerakan politik anak muda setelah 1998

23 Tahun Reformasi: lika-liku gerakan politik anak muda setelah 1998.

Pada tanggal 21 Mei lalu, Indonesia merayakan 23 tahun sejak gerakan yang dipelopori mahasiswa di tahun 1998 berhasil memaksa mundur Soeharto setelah 32 tahun berkuasa.

Sejak saat itu, telah timbul dan tenggelam berbagai gerakan anak muda lainnya di Indonesia.

Pada bulan September 2019, misalnya, muncul gelombang demonstrasi ‘#ReformasiDikorupsi’ – gerakan politik anak muda terbesar sejak Reformasi – meskipun pada akhirnya tidak berhasil menggagalkan Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU-KPK) yang dianggap berbagai akademisi melemahkan kinerja KPK.

Bagaimana lika-liku yang dialami gerakan politik anak muda di Indonesia pasca Reformasi?

Untuk menjawabnya, pada episode terbaru podcast SuarAkademia, kami berbincang dengan Robertus Robet, aktivis hak asasi manusia (HAM) dan juga dosen sosiologi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Robet menceritakan pengalamannnya saat terlibat dengan berbagai kelompok studi mahasiswa di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1998, dan juga membandingkan gerakan anak muda saat Reformasi dengan demonstrasi September 2019 – dari gaya protes hingga represi negara yang terjadi.

Simak episode lengkapnya di podcast SuarAkademia, di mana kami akan hadir rutin memandu sahabat TCID untuk memahami berbagai isu yang sedang hangat, bersama akademisi dan para editor kami.

SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 128,600 academics and researchers from 4,060 institutions.

Register now