Menu Close
Robson, 1925, collected 2008, Ross Sea, Antarctica. Gift of the Ministry of Fisheries, 2007. Te Papa (M.190318), CC BY-NC-ND

Adakah orang yang pernah melihat colossal squid?

Adakah orang yang pernah melihat colossal squid? – Aubree

Colossal squid atau cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) adalah makhluk yang menghantui bajak laut. Bayangkan sebuah kraken raksasa melilit sebuah kapal dan menyeretnya ke dasar laut!

Orang-orang pernah melihat cumi-cumi kolosal, tetapi tidak terlalu sering. Cumi-cumi kolosal hidup di Samudra Antartika. Baru pada tahun 1981 cumi-cumi kolosal yang masih utuh ditemukan. Cumi-cumi ini ditangkap oleh kapal pukat di dekat pantai Antartika.

colossal squid atau kraken?
Gambar dari tahun 1810 tentang kraken yang menenggelamkan kapal dagang. Wikimedia Commons

Sejak saat itu, beberapa cumi-cumi kolosal telah ditangkap oleh para nelayan. Kamu dapat melihatnya hari ini di museum Selandia Baru, tetapi mereka tidak terawetkan dengan baik.

Cumi-cumi kolosal adalah cumi-cumi terberat di planet ini (tapi tidak cukup besar untuk menenggelamkan kapal bajak laut). Cumi-cumi yang ditemukan dalam keadaan utuh memiliki berat hampir 500 kilogram–hampir setara dengan berat grand piano.

Namun, dilihat dari ukuran paruh cumi-cumi yang ditemukan dalam perut paus sperma, ukurannya bisa jauh lebih besar. Diperkirakan beratnya bisa mencapai 700kg!

spesimen colossal squid
Spesimen cumi-cumi kolosal dari jarak dekat. Robson, 1925, dikumpulkan tahun 2003, Laut Ross, Antartika. Te Papa (M.160614), CC BY-NC-ND

Colossal squid mungkin berat, tetapi mereka mungkin bukan cumi-cumi terpanjang di dunia. Mereka kemungkinan tumbuh hingga sekitar 10 meter alias masih lebih kecil dari giant squid (cumi-cumi raksasa) yang dapat tumbuh hingga lebih dari 12 meter. Giant squid memiliki tubuh yang lebih kecil. Tentakelnya sangat panjang sehingga beratnya tidak terlalu besar.

Mereka memiliki mata yang sangat besar dengan diameter 25 cm atau lebih (sebesar bola sepak). Hal ini membuat mereka menjadi hewan dengan mata terbesar di Bumi. Mata mereka memiliki lampu agar bisa melihat dalam gelap.

Ilmuwan dari Selandia Baru sedang meneliti cumi-cumi kolosal yang beratnya mencapai 495 kg. AAP Image/Xavier La Canna

Mata cumi-cumi kolosal terletak lebih menghadap ke depan sehingga mereka memiliki “penglihatan teropong”. Artinya, spesies ini dapat menilai jarak saat menangkap mangsa. Tentakel mereka dilengkapi dengan pengait yang dapat berputar dan berguna untuk mencengkeram mangsa.

Cumi-cumi kolosal diperkirakan banyak memakan ikan dan cumi-cumi lain di bagian dalam Samudra Antartika (kedalaman lebih dari 1.000 meter). Pada kedalaman tersebut, tidak ada sinar matahari. Mereka mungkin menggunakan cahaya yang terpancar dari tubuh mereka (bioluminescence) untuk memikat mangsa.

Cumi-cumi kolosal juga berparuh keras (seperti burung) untuk mengunyah makanan. Paruh adalah satu-satunya bagian tubuh cumi-cumi yang keras.

Apakah hewan sebesar itu benar-benar takut pada sesuatu? Paus sperma adalah predator utama mereka. Diperkirakan lebih dari 75% makanan paus sperma terdiri dari cumi-cumi kolosal. Jumlah yang BANYAK untuk dimasak!

Banyak paus sperma yang memiliki bekas luka di tubuhnya akibat pertarungan epik dengan cumi-cumi kolosal.

-

Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 187,100 academics and researchers from 4,998 institutions.

Register now