Bagaimana bantuan langsung tunai dapat membantu ekonomi yang terdampak coronavirus

Shutterstock/Syda Productions

Satu hal yang pasti dari coronavirus adalah pengalaman ini akan berdampak dalam jangka panjang pada ekonomi global. Pemerintah di berbagai negara mengambil langkah-langkah tak terduga agar perputaran uang tetap terjadi.

Di Inggris, tidak hanya masyarakat ditawarkan suku bunga bank yang terendah dalam sejarah tapi juga janji-janji yang melibatkan dana bantuan miliaran pound sterling, termasuk di antaranya penangguhan pajak, uang jaminan sosial, dan subsidi pembayaran upah karyawan.

Setelah muncul isu terabaikannya kesejahteraan para pekerja lepas, pada 26 Maret Kepala Bendahara Inggris mengumumkan kebijakan baru untuk mendukung para pekerja lepas/harian, yang diestimasikan akan menelan biaya sebesar £9 miliar. Sekilas, kebijakan ini tampak baik. Namun syarat dan ketentuannya menunjukkan hal yang sebaliknya.

Pertama, para pekerja lepas dapat mengklaim hingga 80% laba (hingga £2.500 per bulan), dan bukan keseluruhan pendapatan yang diterima. Namun nilai laba yang dilaporkan biasanya bisa saja terlalu rendah untuk menghidupi satu orang, apalagi jika sang pekerja memiliki tanggungan.

Kedua, seperti yang diketahui oleh semua wirausahawan, butuh waktu untuk membangun suatu usaha, dan beberapa tahun pertama biasanya difokuskan pada balik modal. Hal yang sama juga berlaku bagi banyak pekerja lepas yang baru memulai usahanya beberapa tahun terakhir.

Tidak banyak yang akan mendapat manfaat dari skema ini jika harus merujuk pada pembukuan tiga tahun terakhir. Jika seseorang memulai usahanya pada Mei 2019, mereka tidak akan berkesempatan melaporkan SPT (surat pemberitahuan tahunan) pajak, sekalipun mereka meraih laba, yang berarti mereka tidak dapat memanfaatkan skema ini.

Ketiga, bantuan keuangan ini baru tersedia pada Juni. Mereka yang tidak memiliki uang simpanan akan kewalahan untuk bertahan hidup hingga Juni.

Perkiraan kasar terhadap langkah yang diambil pemerintah Inggris untuk mengatasi dampak dari pandemi ini berkisar di atas £550 miliar, termasuk £200 miliar untuk membeli obligasi Bank of England, sebelum rencana untuk membantu para pekerja lepas mulai digodok.

Kesulitan keuangan akan terasa di berbagai lapisan masyarakat dan di semua sektor sebelum ekonomi pulih. Tentu, kita hanya bisa menduga-duga kapan itu akan terjadi, tapi jangan harap pemulihan itu terjadi – dalam skenario terbaik – sebelum Agustus 2020. Pemulihan bisa saja baru datang jauh setelah itu.

“Bantuan helikopter”

Sejauh ini, langkah-langkah yang diumumkan oleh pemerintah Inggris cukup baik, tapi masih perlu dilakukan banyak penyesuaian. Satu respons efektif yang akan membantu semua orang yang terlibat dalam ekonomi Inggris – para pengusaha, karyawan, dan pekerja lepas – adalah memberikan “uang helikopter”.

Gagasannya cukup mudah. Semua orang yang hingga baru-baru ini berkontribusi aktif terhadap ekonomi Inggris mendapat bantuan langsung tunai dari pemerintah tanpa syarat dan ketentuan apa pun. Ini mungkin kebijakan moneter yang drastis tapi sangat efektif untuk menghadapi situasi saat ini.

Dana ini akan membantu mempertahankan ekonomi dan mengurangi tekanan yang dihadapi para produsen, pemasok, konsumen, dan kreditor. Perkiraan kasar biaya yang harus dikeluarkan untuk program tersebut hanya sepersekian dari kebijakan yang telah diumumkan oleh pemerintah Inggris.

Berdasarkan perkiraan terbaru oleh Kantor Statistik Nasional Inggris, ada hampir 28 juta orang yang terklasifikasi sebagai karyawan dan 5 juta yang terklasifikasi sebagai pekerja lepas di Inggris. Itu berarti, dengan asumsi tidak ada orang yang sama masuk ke dua kategori tersebut, secara total ada sekitar 33 juta orang yang bekerja di Inggris. Jika pemerintah Inggris memberi £1.000 kepada masing-masing pekerja itu akan setara dengan £33 miliar per bulan, dan selama tiga bulan ke depan, £99 miliar.

Itu jelas jumlah uang yang banyak, tapi jauh lebih kecil daripada dana sebesar lebih dari £550 miliar yang telah dianggarkan dan diumumkan oleh pemerintah Inggris. “Dana helikopter” tidak akan menghabiskan bahkan seperlima dana yang telah dianggarkan saat ini dan kebanyakan uang tersebut akan langsung berputar.

Suntikan dana. Shutterstock/Simon J Beer

Uang tersebut akan digunakan untuk membayar tagihan listrik, air, gas, sewa, dan kebutuhan belanja sehari-hari. Yang lebih penting lagi, uang ini adalah bantuan finansial yang didistribusikan secara merata di semua sektor ekonomi. Ini serupa dengan gagasan pendapatan dasar, hanya saja “dana helikopter” bersifat sementara sementara pendapatan dasar bersifat permanen.

Pemberian dana ini juga cukup mudah dengan memanfaatkan informasi yang dipegang dinas perpajakan Inggris. Sebuah formulir yang meminta NPWP beserta nama dan alamat sudah cukup, yang dilanjutkan pengecekan silang dengan data komisi pemilihan umum untuk meminimalkan penyalahgunaan dan memastikan semua orang mendapatkan haknya.

Dan ini bukanlah solusi sosialis. Istilah “dana helikopter” dan gagasan memberikan uang secara cuma-cuma untuk memacu inflasi sebetulnya diperkenalkan oleh salah satu pendukung kuat kapitalisme: Milton Friedman.

Bahkan pemerintah Amerika Serikat telah meninjau gagasan memberikan US$1.000 kepada setiap warga negaranya, ditambah dengan bantuan langsung tunai sebesar US$250 miliar kepada mereka yang berpenghasilan di bawah US$75.000, sebagai bagian dari paket bantuan sebesar US$2 triliun.

Saat ini, pemerintah Inggris berusaha melakukan hal yang tepat – tapi langkah yang tepat saja tidak cukup dan mereka harus menjamin tidak ada seorang pun yang terabaikan. Jika pemerintah Inggris berpikir dan bertindak secara kreatif dengan memberikan “dana helikopter” bagi semua, semua pihak akan terselamatkan.

Bram Adimas Wasito menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 109,200 academics and researchers from 3,581 institutions.

Register now