Menu

Curious Kids: inti Matahari itu seperti apa?

Penggambaran inti Matahari. James Josephides, CAS Swinburne University of Technology

Inti Matahari itu seperti apa? Sophie, 8 tahun, Perth, Australia.


Ini pertanyaan yang bagus sekali, Sophie. Kita akan pergi bertualang untuk mencari tahu jawabannya.

Kita akan pergi ke pusat Matahari. Kita harus menempuh perjalanan 148 juta kilometer (km) dari Bumi untuk tiba di permukaan Matahari menggunakan pesawat antariksa kita.

Di permukaan Matahari ini, suhunya sangat panas, sekitar 5,700 derajat Celsius (°C), dan cahayanya sangat terang dan membutakan. Saat kita lihat lebih dekat, permukaan Matahari tampak bergelembung, mirip air mendidih.

Beberapa gelembung terlihat lebih gelap dari gelembung lain. Gelembung gelap ini suhunya lebih dingin, tapi setiap jengkal permukaan Matahari tetaplah sangat panas.


Read more: Curious Kids: how are stars made?


Dari zona ke zona

Kita melanjutkan perjalanan, menyelam ke dalam salah satu gelembung raksasa di permukaan, menuju perhentian pertama kita: zona konvektif.

Kita dikelilingi cairan panas bernama plasma, yang berisi gelembung karena adanya pergerakan konstan gas panas yang naik dan gas dingin yang turun.

Gelembung-gelembung ini bergerak, membesar, dan menyusut. Sebagian bahkan pecah saat pesawat kita terus turun, bergoyang-goyang seperti perahu di laut lepas.

Setelah menempuh perjalanan turun sejauh 200.000 km (jarak ini kira-kira 15 kali lebar Bumi!), goyangan akhirnya berhenti. Kita telah tiba di perhentian kedua, zona radiatif.

Bagian Matahari ini sangat panas. Suhu di luar pesawat kita saat ini 2 juta °C. Jika kita mampu melihat partikel cahaya, bernama foton, kita akan melihat partikel ini berpantulan di antar partikel-partikel kecil, bernama atom, yang menyusun plasma.

Pantulan maju-mundur dan dari sisi ke sisi ini membentuk sebuah tarian yang para ilmuwan sebut sebagai “jalan acak”. Sebuah foton membutuhkan ratusan ribu tahun untuk berjalan secara acak hingga akhirnya keluar dari lapisan ini.

Pesawat kita melaju dengan kecepatan penuh, sehingga kita melewati lapisan ini jauh lebih cepat.

Berat seluruh plasma di atas kita menekan, sehingga plasma di sekitar kita berat jenisnya lebih besar daripada emas, dan suhu pun meningkat hingga 15 juta °C!

Kita hampir tiba di tempat tujuan, inti Matahari.


Read more: Curious Kids: Why do stars twinkle?


Selamat datang di inti

Sebelum kita memasuki inti, kita harus menyusutkan diri hingga sekecil atom. Ini adalah cara satu-satunya agar kita dapat melihat apa yang terjadi di sini, karena yang kita berusaha lihat di sini adalah atom-atom, berukuran jutaan kali lebih kecil dari sebutir pasir!

Inti Matahari berisi miliaran atom hidrogen, elemen paling ringan di jagat raya. Tekanan yang sangat besar dan suhu yang sangat panas memampatkan atom-atom ini sehingga membentuk atom-atom baru yang lebih berat.

Inilah yang disebut dengan fusi nuklir. Atom-atom hidrogen yang tergencet ini membentuk zat baru yang disebut helium.

Sebuah plasma hidrogen berpendar berwarna merah jambu dalam sebuah eksperimen fusi di Lawrence Berkeley National Laboratory di Amerika Serikat. Marilyn Chung / Lawrence Berkeley National Laboratory

Kini kita telah berada di inti Matahari, jadi seperti apa sebenarnya? Bukan saja segala sesuatu di sini sangat terang, tapi bisa jadi warnanya merah jambu!

Kita tidak bisa yakin sepenuhnya seperti apa inti itu terlihat di mata manusia, namun kita telah melihat di laboratorium di Bumi bahwa plasma hidrogen memiliki pendaran warna merah jambu.

Jadi kita bisa memperkirakan bahwa plasma hidrogen di inti Matahari juga akan terlihat sama.

Saat atom-atom bergabung menjadi satu, mereka mengeluarkan energi dalam jumlah besar dalam bentuk cahaya. Cahaya ini akan keluar dari inti, masuk ke zona radiatif lalu berpantulan ke sana kemari, sebelum akhirnya tiba ke zona konvektif.

Lalu cahaya itu akan bergerak ke permukaan Matahari melalui gelembung-gelembung plasma raksasa, dan dari permukaan itu, cahaya akan dapat bergerak bebas di angkasa.

Sudah waktunya kita meninggalkan tempat terpanas di tata surya kita ini dan kembali ke Bumi. Kita telah menempuh perjalanan sejauh 700.000 km jauh ke dalam Matahari, melewati gelembung-gelembung zona konvektif, melewati miliaran sinaran cahaya di zona radiatif, dan ke dalam inti tempat atom berfusi yang misterius.

Saat kita mendarat kembali di Bumi dan melihat Matahari di angkasa, ini hampir sama dengan melihat ke masa lalu. Kita tahu bahwa cahaya yang kita lihat tercipta ratusan ribu tahun yang lalu, di tempat terpanas di tata surya kita!

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 112,900 academics and researchers from 3,686 institutions.

Register now